#30 tag 24jam
Daftar mobil Toyota listrik dan hybrid beserta harganya
Mobil listrik dan hybrid saat ini menjadi tren kendaraan elektrifikasi yang ramah lingkungan. Banyak produsen mobil yang mulai memasarkan model-model mobil ... [378] url asal
(Antara - Bisnis) 11/09/24 22:21
v/14966517/
Jakarta (ANTARA) - Mobil listrik dan hybrid saat ini menjadi tren kendaraan elektrifikasi yang ramah lingkungan. Banyak produsen mobil yang mulai memasarkan model-model mobil listrik maupun hybrid di Indonesia, termasuk Toyota.
Toyota merupakan salah satu produsen mobil terbesar di dunia. Toyota memasarkan sejumlah mobil listrik dan hybrid di Indonesia dengan menawarkan keunggulan teknologi canggih serta harga yang bervariasi. Berikut beberapa model mobil listrik Toyota beserta harganya:
1. Toyota bZ4X
Toyota bZ4X menjadi mobil listrik pertama dari Toyota yang dipasarkan di Indonesia. Toyota bZ4X yang berjenis sport utility vehicle (SUV) ini menggunakan baterai Lithium-ion yang bertegangan 355 volt sebagai tenaga penggeraknya dengan kapasitas 71,4 kWh.
Sekali terisi penuh, bZ4X mampu berjalan hingga 500 kilometer dengan nol emisi. Selain itu, pengisian daya 80% dapat dicapai dalam waktu sekitar 30 menit dengan sistem pengisian cepat 150 kW.
Terdapat dua jenis mobil listrik toyota BZ4X yang dipasarkan, yakni BZ4X Panoramic Roof (One Tone Color) dengan harga Rp1,19 miliar dan BZ4X Panoramic Roof (Two Tone Color) dengan harga Rp1,198 miliar.
2. Toyota C-HR Hybrid
Toyota C-HR salah satu jenis mobil dengan teknologi hybrid. Mobil SUV ini menggunakan mesin 2ZR-FXE dengan power ps dikombinasi motor listrik dengan power 36 ps. Mobil ini emisi CO2nya juga lebih rendah sekitar 60%. Mobil ini dibandrol dengan kisaran harga Rp523 juta-an.
3. Toyota Camry Hybrid
Camry HV jadi salah satu mobil listrik Toyota dengan teknologi hybrid. Perpaduan desain dan teknologi Camry membuat konsumsi bahan bakar lebih irit, yakni hanya 1 liter untuk sekitar 24 km. Harga mobil ini dibandrol kisaran Rp800 juta-an.
4. Toyota Corolla Cross Hybrid
Corolla Cross Hybrid salah satu mobil Toyota yang dipasarkan di Indonesia pada 2020. Mobil ini dengan dua opsi mesin yakni 1800cc dan hybrid yang menawarkan kehematan bahan bakar yang optimal. Tipe mobil Toyota Corolla Cross Hybrid juga memiliki fitur Moon Roof. Mobil ini dibandrol dengan kisaran harga Rp497,8 juta
5. Toyota Zenix
Toyota Innova Zenix salah satu mobil Toyota yang dipasarkan di Indonesia sejak 2022. Mobil Toyota Innova Zenix menggunakan mesin hybrid yang digunakan kapasitas 1.987 cc. Mobil ini sudah dilengkapi dengan fitur Toyota Safety Sense (TSS) yang banyak digunakan pada mobil Toyota baru. Mobil ini dibandrol dengan kisaran harga Rp419 juta-Rp523 juta.
Editor: Maria Rosari Dwi Putri
Copyright © ANTARA 2024
Perbandingan biaya mobil listrik dan bensin
Hadirnya mobil listrik yang sedang populer di Indonesia belakangan ini sering dibandingkan dengan mobil berbahan bakar bensin, terutama kerap muncul ... [276] url asal
(Antara - Bisnis) 11/09/24 22:17
v/14966518/
Jakarta (ANTARA) - Hadirnya mobil listrik yang sedang populer di Indonesia belakangan ini sering dibandingkan dengan mobil berbahan bakar bensin, terutama kerap muncul pertanyaan mengenai perbandingan dari segi biayanya.
Pasalnya, pemerintah juga sedang mendukung penggunaan mobil listrik karena menjadi alternatif kendaraan ramah lingkungan yang minim emisi karbon. Berikut perbandingan biaya mobil listrik dan mobil bahan bakar bensin:
Dari segi biaya pembelian harga mobil listrik lebih mahal dibandingkan dengan mobil bensin yang lebih terjangkau. Biaya pembelian mobil listrik di Indonesia berkisar mulai dari Rp250 juta-an. Sedangkan, biaya pembelian mobil bahan bakar bensin berkisar mulai dari Rp100 juta-an.
Kemudian dari segi biaya energi untuk mobil listrik lebih rendah dibandingkan dengan mobil bensin. 1 liter bensin setara 1,2 kWh listrik. Dengan harga listrik per kWh Rp1.444 atau dibulatkan Rp 1.500 itu berarti 1,2 kWh listrik harganya Rp 1.700. Sementara harga seliter bensin Rp10.000 hingga Rp 21.000 per liter, dilansir laman resmi PLN.
Untuk biaya pengisian di SPKLU bisa bervariasi tergantung pada penyedia dan layanan yang digunakan, dengan rata-rata berkisar Rp1.650 hingga Rp2.475 per kWh.
Sebagai contoh, melansir dari laman Daihatsu, mobil listrik Daihatsu EV 2023 dengan kapasitas baterai sebesar 32 kWh. Maka untuk mengisi daya mobil listrik, yakni 32 kWh dikali Rp2.446,78 per kWH = Rp78.297 biaya yang Anda keluarkan untuk pengisian sampai full 100% dan bisa menempuh jarak hingga 200 kilometer.
Sedangkan, untuk mobil bensin seperti Daihatsu Terios menempuh jarak 200 kilometer dibutuhkan bensin sebanyak 19 liter dengan harga bensin pertalite Rp10.000 per liter, jika dikalikan maka diperlukan biaya sebesar Rp190.000.
Editor: Maria Rosari Dwi Putri
Copyright © ANTARA 2024
Apakah motor listrik bersubsidi?
Pemerintah Indonesia semakin fokus mengurangi emisi karbon dengan mendorong penggunaan kendaraan listrik. Salah satu upaya yang dilakukan adalah pemberian ... [589] url asal
(Antara - Bisnis) 11/09/24 22:10
v/14969006/
Jakarta (ANTARA) -
Dengan adanya subsidi, harga motor listrik menjadi lebih terjangkau, sehingga diharapkan dapat meningkatkan minat masyarakat untuk beralih ke kendaraan listrik.
Hingga saat ini, jumlah model motor listrik yang mendapat subsidi senilai Rp7 juta telah bertambah menjadi 57. Model termurah adalah Greentech Unity, yang harganya menjadi Rp5,3 juta setelah mendapat subsidi.
Menurut data dari situs Sistem Informasi Bantuan Pembelian Kendaraan Bermotor Listrik Roda Dua (Sisapira), hingga September 2024, subsidi telah disalurkan untuk 60.857 unit motor listrik. Angka ini jauh lebih tinggi dibandingkan penyaluran pada 2023 yang mencapai 11.532 unit.
Pemerintah Indonesia, melalui Kementerian Perindustrian (Kemenperin), telah menetapkan berbagai syarat untuk pengajuan subsidi motor listrik, yang diatur dalam Peraturan Menteri Perindustrian (Permenperin) Nomor 21 Tahun 2023.
Peraturan ini merevisi Permenperin No. 6 Tahun 2023 tentang panduan bantuan pemerintah untuk pembelian kendaraan listrik berbasis baterai (KBLBB) roda dua.
Subsidi sebesar Rp 7 juta diberikan untuk satu KTP, yang berarti setiap individu hanya dapat mengajukan subsidi satu kali. Kebijakan ini menunjukkan dukungan pemerintah terhadap perkembangan motor listrik di Indonesia.
Pemerintah Indonesia mengalokasikan 200.000 unit motor listrik baru dan 50.000 unit motor konversi dalam program subsidi, dengan total anggaran Rp1,75 triliun. Kuota ini direncanakan terus meningkat hingga mencapai 1 juta unit pada 2024.
Syarat pengajuan pembelian motor listrik bersubsidi
Masyarakat yang ingin membeli motor listrik bersubsidi diwajibkan mendaftar melalui situs https://landing.sisapira.id/ yang dirancang untuk memudahkan proses pengajuan pembelian.
Syarat pengajuan ini meliputi:
Syarat tambahan untuk konversi motor lama ke motor listrik:
Secara keseluruhan, pemberian subsidi motor listrik merupakan langkah strategis dalam mendukung visi Indonesia menuju transisi energi yang lebih hijau dan berkelanjutan.
Selain mengurangi emisi, kebijakan ini diharapkan dapat menciptakan efek positif terhadap perekonomian dengan menciptakan lapangan kerja di sektor kendaraan listrik.
Editor: Maria Rosari Dwi Putri
Copyright © ANTARA 2024
Kelebihan mobil listrik yang bikin penjualannya kian menjanjikan
Di Indonesia, kehadiran mobil listrik semakin menarik perhatian dan cukup diminati banyak orang. Banyak pabrikan yang kini mulai berinovasi dengan ... [334] url asal
(Antara - Bisnis) 11/09/24 21:21
v/14966519/
Jakarta (ANTARA) - Di Indonesia, kehadiran mobil listrik semakin menarik perhatian dan cukup diminati banyak orang. Banyak pabrikan yang kini mulai berinovasi dengan memperkenalkan kendaraan bertenaga listrik.
Penjualan mobil listrik juga sudah mulai merambah pasar domestik, dengan peningkatan signifikan dari tahun ke tahun.
Tingginya minat terhadap mobil listrik ini didukung oleh meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap lingkungan, serta berbagai insentif dan dukungan dari pemerintah, seperti mobil listrik telah dibebaskan dari Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB).
Hal itu ditetapkan di dalam peraturan Peraturan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Nomor 6 Tahun 2023 pasal 10, yang menjadikan mobil listrik semakin populer di kalangan konsumen.
Popularitas ini tercermin dalam data penjualan yang menunjukkan pertumbuhan signifikan dari tahun ke tahun. Menurut data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), penjualan mobil listrik berbasis baterai atau battery electric vehicle (BEV) di Indonesia mencapai 17.826 unit pada Januari-Juli 2024, dengan Wuling menjadi merek yang mendominasi pasar.
Kelebihan mobil listrik
1. Lebih ramah lingkungan
Manfaat lain dari mobil listrik adalah tidak menghasilkan gas emisi atau polusi. Ini berbeda dengan kendaraan biasa yang masih menggunakan bahan bakar fosil. Gas buang dari mobil konvensional dapat merusak lingkungan dan berkontribusi pada pemanasan global. Dengan menggunakan mobil listrik, kita bisa membantu mengurangi kerusakan lingkungan yang semakin parah.
2. Tidak menimbulkan suara bising
Salah satu kelebihan mobil listrik adalah tidak menimbulkan suara bising saat menekan pedal gas secara pebuh. Hal itu disebabkan karena tidak adanya proses pembakaran di dalam mobil seperti pada mobil konvensional
3. Teknologi dan fitur yang lebih canggih
Semakin hari, fitur-fitur pada mobil listrik semakin dikembangkan hingga menjadi lebih canggih. Fitur-fitur terbarukan tersebut bisa membuat pengalaman berkendara menjadi lebih menyenangkan.
4. Pengisian daya bisa dilakukan di rumah
Anda bisa melakukan pengisian daya mobil dari rumah apabila komponen pengisian daya sudah terpasang. Pengisian ulang di rumah juga memungkinkan para pemilik mobil untuk mengisi baterai selama malam hari atau saat mobil sedang tidak digunakan. Hal ini menjadikan proses pengisian daya jadi lebih nyaman dan efisien.
Editor: Alviansyah Pasaribu
Copyright © ANTARA 2024
Daftar motor listrik Yamaha beserta harganya
Yamaha yang merupakan produsen motor terkemuka, telah merilis daftar terbaru motor listrik mereka. Langkah ini merupakan bagian dari strategi perusahaan untuk ... [657] url asal
(Antara - Bisnis) 11/09/24 18:38
v/14966520/
Jakarta (ANTARA) -
Daftar tersebut mencakup berbagai model dengan rentang harga yang bervariasi, ditujukan untuk berbagai segmen konsumen. Informasi ini dibuat bertujuan memberikan lebih banyak pilihan bagi konsumen yang ingin beralih ke kendaraan listrik.
Yamaha tidak hanya menawarkan motor konvensional, tetapi juga telah merilis berbagai model motor listrik yang mendapat sambutan positif di pasar Indonesia. Yamaha sebenarnya telah lama mengembangkan teknologi motor listrik untuk sepeda motor mereka.
Yamaha meluncurkan motor listrik E01 dengan baterai lithium-ion 4,9 kWh yang memerlukan waktu pengisian 5 jam. Dengan daya 8,1 kW, torsi 30,2 Nm, dan kecepatan maksimum 100 km/jam, E01 menawarkan jarak tempuh 104 km, cocok untuk penggunaan sehari-hari.
Yamaha memperkenalkan motor listrik E02 yang menawarkan performa handal dengan kecepatan maksimum 90 km/jam. Ditenagai oleh baterai lithium-ion seberat 8 kg dengan daya 2,5 kW, motor ini memerlukan waktu pengisian sekitar 8 jam. E02 memiliki daya maksimal 15 hp dan saat ini dipasarkan di China dengan harga sekitar Rp 56 juta.
- Harga: ± Rp 51 juta
- Harga: ± Rp 45,7 juta
Yamaha e-Vino, yang diluncurkan pada 2015, adalah motor listrik yang mirip dengan Yamaha Fino dan Honda Scoopy. Motor ini memiliki berat 74 kg dan menggunakan baterai lithium-ion dengan daya 50 Volt dan kapasitas 50 V-10 Ah. Dengan kecepatan maksimum 44 km/jam, e-Vino menawarkan jarak tempuh hingga 33 km.
Editor: Alviansyah Pasaribu
Copyright © ANTARA 2024
Berapa pajak mobil listrik di Indonesia? Simak perhitungannya
Kendaraan listrik semakin diminati di Indonesia dalam beberapa waktu terakhir. Sejumlah produsen mobil, baik internasional maupun dalam negeri, mulai ... [313] url asal
(Antara - Bisnis) 11/09/24 18:31
v/14966521/
Jakarta (ANTARA) - Kendaraan listrik semakin diminati di Indonesia dalam beberapa waktu terakhir. Sejumlah produsen mobil, baik internasional maupun dalam negeri, mulai memperkenalkan beragam model mobil listrik di pasar Indonesia.
Mereka menawarkan teknologi mutakhir, efisiensi energi yang tinggi, serta variasi harga yang kompetitif.
Tingginya minat terhadap mobil listrik juga dipengaruhi oleh peraturan pemerintah.
Pemerintah memberikan sejumlah insentif sehingga jumlah pajak yang harus dibayarkan relatif lebih rendah daripada saat memiliki mobil konvensional berbahan bakar minyak. Bahkan cenderung lebih murah dibanding motor dengan kapasitas mesin yang besar.
Terkait berapa sebenarnya pajak mobil listrik di Indonesia, ketika membicarakan hal-hal terkait pajak, maka penting untuk mengetahui dasar hukum yang mengaturnya.
Hukum regulasi terkait pajak mobil listrik diatur dalam Peraturan Menteri dalam Negeri (Permendagri) No. 1 Tahun 2021 Pasal 10 dan 11. Di dalam peraturan itu disebutkan bahwa Pajak Kendaraan Bermotor Kendaraan Berbasis Listrik (PKB KBL) Berbasis Baterai untuk orang atau barang ditetapkan paling tinggi sebesar 10% (sepuluh persen) dari dasar pengenaan PKB.
Perlu diketahui bahwa mobil listrik telah dibebaskan dari Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB). Hal itu ditetapkan di dalam peraturan Peraturan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Nomor 6 Tahun 2023 pasal 10.
Lalu bagaimana cara menghitung pajak mobil listrik yang harus dibayarkan? Proses penghitungan pajak untuk mobil listrik masih sama dengan perhitungan pajak untuk mobil pada umumnya yaitu menggunakan rumus Nilai Jual Kendaraan Bermotor (NJKB) dikalikan dengan 2 persen yang selanjutnya ditambahkan dengan Sumbangan Wajib Dana Kecelakaan Lalu Lintas Jalan (SWDKLLJ).
Agar lebih mudah dipahami lihatlah perumpamaan berikut:
Sebuah mobil listrik dengan harga Rp317 juta dan Nilai Jual Kendaraan Bermotor (NJKB) sebesar Rp181 juta seharusnya dikenakan pajak tahunan sebesar PKB = NJKB x 2% = Rp181.000.000 x 2% = Rp3.620.000. Namun, karena adanya insentif pemerintah untuk kendaraan listrik, pajak yang dibayarkan hanya 10% dari total tersebut, yaitu sebesar Rp362.000.
Editor: Alviansyah Pasaribu
Copyright © ANTARA 2024
Daftar 10 motor listrik Honda beserta harganya
PT Astra Honda Motor (AHM) secara resmi memperkenalkan daftar motor listrik terbaru mereka di pasar internasional. Peluncuran ini merupakan bagian dari ... [904] url asal
(Antara - Bisnis) 11/09/24 18:28
v/14966522/
Jakarta (ANTARA) -
4. Honda e-SCR dan e-POP
9. Honda Benly e:
Editor: Alviansyah Pasaribu
Copyright © ANTARA 2024
Tips memilih sepeda listrik berdasarkan daya jelajah
Sepeda listrik merupakan jenis dari sepeda yang dilengkapi dengan motor listrik dan baterai untuk membantu pengendara dalam bersepeda. Transportasi ini terus ... [503] url asal
(Antara - Bisnis) 11/09/24 18:25
v/14966523/
Jakarta (ANTARA) - Sepeda listrik merupakan jenis dari sepeda yang dilengkapi dengan motor listrik dan baterai untuk membantu pengendara dalam bersepeda. Transportasi ini terus menjadi pilihan yang semakin populer dalam beberapa tahun terakhir.
Terdapat manfaat dalam meningkatkan efisiensi perjalanan dan mengurangi dampak polusi lingkungan dengan menjaga udara tetap bersih. Menjadikannya sebagai alat alternatif transportasi yang ramah lingkungan dan bermanfaat oleh pengguna.
Salah satu pertanyaan umum terkait sepeda listrik adalah seberapa jauh sepeda ini dapat menempuh perjalanan dengan sekali pengisian baterai ? dan bagaimana tips untuk memilihnya.
Simak informasi berikut ini, terkait pertanyaan tersebut:
Berapa jangkauan sepeda listrik?
Jarak jangkauan sepeda listrik akan bervariasi tergantung dengan merk dan model dari ketersediaan di pasar, yang ditawarkan oleh produsen.
Selain itu jangkauan juga sangat berpengaruh dalam berbagai faktor, diantaranya kapasitas baterai, kecepatan dan gaya berkendara, kondisi jalan, kesehatan baterai, serta beban berat tambahan yang mempengaruhi jarak tempuh.
Pada umumnya, sepeda listrik saat ini yang dijual di pasaran memiliki jarak tempuh sekitar 20 - 50 km dan 60 - 100 km.
Sebagai contoh, sepeda listrik dengan baterai kapasitas 500 W dapat menempuh jarak antara 40 hingga 100 km tergantung pada kondisi penggunaan. Jika baterai lebih kecil, sekitar 250 W, maka jarak tempuh nya mungkin hanya sekitar 20 hingga 50 km.
Oleh karena itu, untuk menjawab pertanyaan ini, jarak tempuh sepeda listrik tidak bisa ditentukan secara pasti, karena bergantung pada berbagai faktor, termasuk kapasitas baterai, jenis sepeda, kondisi jalan, hingga total berat beban.
Tips untuk memilih sepeda listrik
1. Tentukan tujuan penggunaan
Pertimbangkan apakah Anda akan menggunakan sepeda listrik untuk perjalanan sehari-hari, bersepeda di medan berbukit, atau untuk keperluan rekreasi. Tujuan ini akan mempengaruhi jenis sepeda listrik yang paling cocok. Dengan memilih performa dan kapasitas baterai yang memadai, Anda dapat mencakup jarak yang dibutuhkan tanpa perlu sering mengisi ulang daya.
2. Periksa kapasitas baterai
Kapasitas baterai menentukan seberapa jauh sepeda dapat menempuh perjalanan dengan sekali pengisian. Pilih baterai dengan kapasitas yang sesuai dengan jarak tempuh yang Anda butuhkan. Jangan lupa untuk pertimbangkan dan selalu merawat masa pakai baterai, karena baterai sepeda listrik memiliki umur pakai tertentu dan perlu diganti setelah beberapa tahun.
3. Periksa kualitas komponen
Sebelum Anda membeli, periksa terlebih dahulu setiap kualitas komponen utama dalam sepeda listrik seperti rem, rangka, mesin, dan baterai. Komponen yang baik akan meningkatkan kenyamanan dan keamanan saat berkendara.
4. Periksa garansi dan layanan pelanggan
Pastikan sepeda listrik yang Anda pilih dilengkapi dengan garansi yang memadai dan layanan pelanggan yang baik. Ini penting untuk memastikan dukungan jika terjadi masalah dengan sepeda di kemudian hari.
5. Pertimbangkan harga sesuai kebutuhan
Sepeda listrik tersedia dalam berbagai rentang harga yang bervariasi. Sesuaikan pilihan Anda dengan anggaran yang tersedia, namun pastikan untuk tidak mengorbankan kualitas demi harga yang lebih murah.
6. Perhatikan fitur tambahan dan lakukan uji coba sepeda listrik
Beberapa sepeda listrik dilengkapi dengan fitur tambahan seperti sistem pencahayaan, suspensi, atau sistem keamanan. Pertimbangkan fitur-fitur ini sesuai dengan kebutuhan dan preferensi Anda.
Selain itu lakukan uji coba sepeda untuk merasakan kenyamanan dan performa nya. Pastikan sepeda cocok dengan postur tubuh Anda dan mudah digunakan.
Editor: Alviansyah Pasaribu
Copyright © ANTARA 2024
Berapa kapasitas rata-rata baterai motor listrik di Indonesia?
Salah satu komponen paling vital dalam motor listrik adalah baterai, komponen ini menentukan jarak tempuh, durasi pengisian, serta daya tahan ... [451] url asal
(Antara - Bisnis) 11/09/24 17:56
v/14966524/
Jakarta (ANTARA) - Salah satu komponen paling vital dalam motor listrik adalah baterai, komponen ini menentukan jarak tempuh, durasi pengisian, serta daya tahan kendaraan.
Kapasitas baterai motor listrik menjadi salah satu pertimbangan utama bagi konsumen yang ingin beralih dari kendaraan berbahan bakar fosil ke kendaraan listrik.
Artikel ini akan membahas kapasitas rata-rata baterai motor listrik yang dipasarkan di Indonesia serta faktor-faktor yang mempengaruhinya.
Kapasitas baterai motor listrik di Indonesia
Motor listrik yang beredar di pasar Indonesia umumnya menggunakan baterai lithium-ion yang dikenal memiliki efisiensi tinggi, daya tahan yang baik, serta waktu pengisian yang lebih cepat dibandingkan jenis baterai lainnya.
Kapasitas baterai motor listrik biasanya diukur dalam kilowatt-hour (kWh), yang menggambarkan seberapa banyak energi yang bisa disimpan oleh baterai tersebut.
Di Indonesia, motor listrik yang populer di pasaran memiliki kapasitas baterai yang bervariasi, tergantung pada model dan mereknya. Secara umum, motor listrik di Indonesia memiliki kapasitas baterai berkisar antara 1,5 kWh hingga 5 kWh.
Pada model entry-level atau motor listrik dengan spesifikasi dasar, kapasitas baterai biasanya berkisar di angka 1,5 hingga 2,5 kWh. Motor listrik dengan kapasitas baterai ini umumnya dapat menempuh jarak sekitar 50 hingga 70 kilometer dalam sekali pengisian penuh.
Sedangkan, untuk motor listrik dengan spesifikasi yang lebih tinggi, kapasitas baterai bisa mencapai 3,5 hingga 5 kWh, yang memungkinkan jarak tempuh lebih jauh, sekitar 100 hingga 120 kilometer dalam sekali pengisian.
Sebagai contoh, beberapa model motor listrik yang beredar seperti Gesits, Viar Q1, dan Honda PCX Electric memiliki kapasitas baterai di kisaran 3 hingga 5 kWh. Kapasitas yang lebih besar ini tentu memberikan keunggulan dalam hal jarak tempuh, namun seringkali berdampak pada harga yang lebih tinggi.
Faktor yang mempengaruhi kapasitas baterai
Ada beberapa faktor yang mempengaruhi kapasitas baterai motor listrik, baik dari segi teknologi maupun kebutuhan pengguna:
Kebutuhan jarak tempuh: Motor listrik dengan kapasitas baterai yang lebih besar biasanya ditujukan untuk pengguna yang membutuhkan kendaraan untuk perjalanan jarak jauh. Sementara itu, untuk penggunaan sehari-hari di dalam kota, motor dengan kapasitas baterai yang lebih kecil sering kali sudah memadai.
Harga: Salah satu alasan utama kapasitas baterai bervariasi adalah faktor harga. Baterai adalah komponen yang cukup mahal, kapasitas baterai yang lebih besar biasanya berpengaruh terhadap harga motor menjadi lebih tinggi. Bagi konsumen yang menginginkan opsi terjangkau, motor dengan baterai kecil sering menjadi pilihan.
Berat kendaraan: Semakin besar kapasitas baterai, semakin berat juga kendaraan tersebut. Oleh karena itu, produsen motor listrik sering menyesuaikan kapasitas baterai dengan desain motor, agar tetap efisien dalam penggunaan energi.
Durasi pengisian: Baterai dengan kapasitas yang lebih besar memerlukan waktu pengisian yang lebih lama. Oleh karena itu, pengguna yang membutuhkan pengisian cepat mungkin lebih memilih motor dengan baterai berkapasitas lebih kecil.
Editor: Maria Rosari Dwi Putri
Copyright © ANTARA 2024
Perbedaan mobil BEV dan hybrid
Mobil BEV (Battery Electric Vehicle) dan mobil hybrid menjadi dua jenis yang kerap dibandingkan ketika berbicara mengenai tren kendaraan elektrifikasi atau ... [385] url asal
(Antara - Bisnis) 11/09/24 17:51
v/14966525/
Jakarta (ANTARA) - Mobil BEV (Battery Electric Vehicle) dan mobil hybrid menjadi dua jenis yang kerap dibandingkan ketika berbicara mengenai tren kendaraan elektrifikasi atau mobil listrik saat ini.
Meskipun keduanya menawarkan solusi yang sama untuk mengurangi dampak lingkungan, namun dua jenis mobil elektrik ini memiliki perbedaan. Lantas, apa perbedaan mobil BEV dan hybrid?
Mobil BEV
Mobil BEV merupakan jenis mobil istrik murni yang sepenuhnya mengandalkan tenaga baterai untuk bergerak dan pengisian daya dilakukan melalui external charger. Mobil BEV bergantung pada daya baterai lithium-ion sebagai moda penggeraknya.
Adapun untuk pengisian tenaga baterainya bisa diisi ulang dengan mengandalkan saluran listrik dari Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) atau sistem isi ulang yang bisa dibangun sendiri di rumah.
Jadi, mobil listrik ini jadi tidak menggunakan bahan bakar minyak (bensin) sama sekali dan tidak mengeluarkan emisi gas buang selama digunakan. Mobil listrik ini juga suaranya cenderung lebih halus dan tidak menimbulkan polusi dari knalpot. Sehingga mobil listrik dianggap sebagai pilihan yang ramah lingkungan.
Namun, mobil BEV harganya cenderung mahal karena bergantung dari baterai yang digunakan. Selain itu, dalam menggunakan mobil listrik ini juga perlu diperhatikan jarak tempuhnya dan kecepatannya. Semakin jauh jarak tempuh dan tingginya kecepatan, mobil akan lebih cepat kehabisan daya dan memerlukan pengisian daya lebih sering.
Mobil Hybrid
Mobil hybrid atau hibrida merupakan mobil yang mengkombinasikan penggunaan dua sumber energi untuk mode penggeraknya, yakni mesin pembakaran minyak/bensin dan listrik dari baterai yang diolah oleh motor listrik.
Mobil jenis ini berasal dari dalam mesin, mendapatkan sumber tenaga dari proses pengolahan sisa putaran bahan bakar mobil ditambah dengan energi dari motor listrik. Mesin bensin dan mesin motor listrik dapat bekerja bersamaan atau sendiri-sendiri.
Baterai mobil ini juga dapat diisi ulang melalui Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU), mesin bensin juga dapat diaktifkan jika daya baterai habis. Jadi, hal ini memungkinkan penggunaan bahan bakar, tetapi juga menyediakan opsi untuk menggunakan listrik.
Mobil hybrid juga dapat mengurangi emisi karena bisa menggunakan motor listrik jika baterai terisi penuh. Suara mesin dan getaran mobil hybrid juga lebih halus. Sehingga mobil ini pun juga dianggap sebagai pilihan yang ramah lingkungan.
Selain itu, mobil hybrid juga harganya lebih murah dibandingkan mobil BEV. Namun, mobil hybrid menghasilkan tenaga yang lebih kecil daripada mobil yang menggunakan satu sumber daya, sebaiknya tidak digunakan dengan kecepatan tinggi.
Editor: Maria Rosari Dwi Putri
Copyright © ANTARA 2024
Jenis baterai pada sepeda listrik beserta kandungan dan harganya
Sepeda listrik semakin populer sebagai solusi mobilitas yang ramah lingkungan, efisien, serta ekonomis. Salah satu komponen penting dalam sepeda listrik ... [877] url asal
(Antara - Bisnis) 11/09/24 17:17
v/14966526/
Jakarta (ANTARA) - Sepeda listrik semakin populer sebagai solusi mobilitas yang ramah lingkungan, efisien, serta ekonomis. Salah satu komponen penting dalam sepeda listrik adalah baterai.
Baterai sepeda listrik memiliki fungsi sebagai sumber daya utama untuk menggerakkan motor listrik dalam penggunaan sepeda ini.
Kualitas, efisiensi, dan daya tahan sepeda listrik sangat bergantung pada bahan yang digunakan di dalam baterai tersebut.
Saat ini, terdapat beberapa jenis bahan yang umum digunakan dalam baterai sepeda listrik, masing-masing memiliki karakteristik, kelebihan, dan kekurangannya sendiri.
Berikut ini adalah ulasan mengenai beberapa bahan utama yang digunakan dalam baterai sepeda listrik.
1. Baterai Lithium-Ion (Li-ion)
Baterai lithium-ion adalah jenis baterai yang paling umum digunakan dalam sepeda listrik. Teknologi ini menawarkan kombinasi daya yang tinggi, umur pakai yang panjang, dan berat yang relatif ringan.
Baterai Li-ion memiliki kepadatan energi yang tinggi, yang berarti baterai ini dapat menyimpan lebih banyak energi dalam ukuran yang lebih kecil.
Keunggulan ini memungkinkan sepeda listrik memiliki jarak tempuh yang lebih jauh dengan berat total yang lebih ringan.
Beberapa kelebihan baterai lithium-ion adalah efisiensi pengisian daya yang baik, durasi pengisian yang relatif cepat, serta tingkat self-discharge atau kehilangan daya saat tidak digunakan terbilang rendah.
Meski demikian, baterai ini juga memiliki kelemahan, yaitu rentan terhadap suhu ekstrem dan memerlukan sistem manajemen baterai (BMS) yang canggih untuk mencegah risiko overcharge dan overheating.
Karena kelebihan teknologi canggih yang dimiliki, membuat harga baterai ini relatif lebih mahal dibanding baterai lainnya
2. Baterai Lithium Ironphosphate (LiFePO4)
Baterai lithium Ironphosphate (LiFePO4) adalah varian dari baterai lithium-ion yang menggunakan besi sebagai katoda. Jenis baterai ini dikenal karena keamanannya yang lebih tinggi dibandingkan baterai lithium-ion konvensional, terutama karena stabilitas termalnya yang lebih baik.
LiFePO4 memiliki siklus hidup yang lebih panjang, dengan kemampuan untuk diisi ulang ribuan kali sebelum kapasitasnya berkurang secara signifikan.
Meskipun baterai ini lebih aman dan tahan lama, kepadatan energinya lebih rendah dibandingkan dengan baterai Li-ion biasa. Artinya, untuk mendapatkan kapasitas daya yang sama, baterai LiFePO4 biasanya berukuran lebih besar dan lebih berat.
Namun, keunggulannya dalam hal keselamatan dan umur panjang menjadikannya pilihan yang baik untuk penggunaan yang mengutamakan durabilitas.
3. Baterai Nikel Metal Hydride (NiMH)
Baterai nikel metal hydride (NiMH) merupakan teknologi yang lebih dulu ada dibandingkan baterai lithium, tetapi masih digunakan di beberapa sepeda listrik walaupun jumlahnya jarang.
Keunggulan utama baterai NiMH adalah tidak mengandung bahan-bahan beracun seperti kadmium yang sering ditemukan dalam baterai nikel-kadmium (NiCd). Selain itu, baterai NiMH menawarkan kapasitas penyimpanan energi yang lebih besar dibandingkan baterai NiCd.
Namun, baterai NiMH memiliki tingkat self-discharge yang lebih tinggi daripada baterai lithium, hal ini berarti mereka cenderung kehilangan daya lebih cepat saat tidak digunakan. Selain itu, proses pengisian daya baterai NiMH relatif lebih lambat dan siklus hidupnya lebih pendek dibandingkan baterai Li-ion atau LiFePO4.
Karena itu, penggunaan baterai NiMH dalam sepeda listrik semakin jarang ditemukan seiring perkembangan teknologi baterai lithium.
4. Baterai Nikel-Kadmium (NiCd)
Baterai nikel-kadmium (NiCd) adalah jenis baterai yang pernah banyak digunakan dalam berbagai pengaplikasian, salah satu sepeda listrik.
Keunggulan utama baterai NiCd adalah ketahanannya terhadap siklus pengisian daya yang berulang, serta kemampuannya beroperasi dalam berbagai suhu, baik panas maupun dingin. Baterai NiCd juga memiliki umur pakai yang relatif panjang dan dapat diisi ulang hingga ratusan kali.
Namun, kelemahan terbesar baterai NiCd adalah dampaknya terhadap lingkungan. Kandungan kadmium dalam baterai ini merupakan bahan yang sangat beracun dan sulit untuk didaur ulang. Selain itu, baterai NiCd memiliki efek memori, yang berarti baterai ini harus dikosongkan sepenuhnya sebelum diisi ulang untuk menjaga kapasitas optimalnya.
Karena faktor lingkungan dan performa yang relatif lebih rendah dibandingkan baterai lithium, penggunaan baterai NiCd semakin berkurang dalam industri sepeda listrik.
5. Baterai Timah-Asam (Lead-Acid)
Baterai timah-asam adalah jenis baterai tertua dan paling murah yang digunakan dalam sepeda listrik. Meskipun baterai ini memiliki biaya awal yang rendah, mereka juga memiliki beberapa kelemahan signifikan, seperti berat yang lebih besar dan umur pakai yang lebih pendek dibandingkan dengan baterai lithium.
Baterai timah-asam juga memiliki kepadatan energi yang rendah, sehingga membutuhkan lebih banyak ruang untuk menyimpan daya yang sama dibandingkan baterai lithium.
Keuntungan dari baterai timah-asam adalah stabilitasnya, serta kemampuannya untuk menangani beban berat tanpa banyak kehilangan daya. Namun, karena bobot yang lebih berat dan efisiensi yang lebih rendah, baterai ini semakin jarang digunakan dalam sepeda listrik modern.
Harga baterai sepeda listrik berada di kisaran 300 ribu hingga 2 juta rupiah, hal ini tergantung kepada jenis sepeda, bahan baterai, dan merek produk baterai tersebut.
Anda dapat menemukan produk-produk baterai sepeda listrik di lokapasar pilihan Anda.
Baterai sepeda listrik juga telah dijual di berbagai toko sepeda yang telah terkenal dan berada di berbagai daerah.
Dalam industri sepeda listrik, baterai lithium-ion tetap menjadi pilihan utama karena kombinasi antara bobot yang ringan, daya tahan yang baik, dan efisiensi tinggi. Meskipun demikian, bahan lain seperti lithium ferrophosphate (LiFePO4) juga memberikan opsi yang lebih aman dan tahan lama bagi pengguna yang memprioritaskan keselamatan.
Sementara itu, baterai nikel metal hydride (NiMH), baterai nikel-kadmium (NiCd) dan baterai timah-asam (lead-acid) masih digunakan dalam beberapa situasi tertentu, meskipun popularitasnya telah menurun seiring dengan perkembangan teknologi baterai yang lebih maju.
Pemilihan bahan yang tepat untuk baterai sepeda listrik sangat bergantung pada kebutuhan pengguna dan preferensi terkait efisiensi, berat, serta biaya.
Editor: Maria Rosari Dwi Putri
Copyright © ANTARA 2024
Rekomendasi sepeda listrik harga mulai Rp 3 jutaan
Sepeda listrik belakangan ini menjadi pilihan transportasi jarak dekat karena mudah digunakan, efisien dan menjaga udara tetap bersih. Saat ini banya ... [516] url asal
(Antara - Bisnis) 11/09/24 14:29
v/14966527/
Jakarta (ANTARA) - Sepeda listrik belakangan ini menjadi pilihan transportasi jarak dekat karena mudah digunakan, efisien dan menjaga udara tetap bersih.
Saat ini banya produsen sepeda listrik yang memasarkan produk mereka di Indonesia sehingga konsumen memiliki pilihan yang sesuai dengan kebutuhan mereka. Memilih sepeda listrik bisa menjadi menantang karena setiap model menawarkan fitur dan spesifikasi yang berbeda-beda.
Secara garis besar, Anda perlu mempertimbangkan berbagai faktor jika ingin memiliki sepeda listrik, seperti jarak tempuh, daya tahan baterai, kenyamanan dan penggunaan alat transportasi tersebut.
Berikut rekomendasi sepeda listrik yang beredar di Indonesia.
1. Viar U3
Sepeda listrik Viar U3 adalah model sepeda listrik yang dirancang untuk memberikan kenyamanan dan efisiensi dalam berkendara. Viar U3 menawarkan harga yang terjangkau dan rangka yang terbuat dari baja.
Sepeda itu dijual mulai Rp4.550.000 - Rp 5.080.000
Fitur dan spesifikasi Viar U3:
• Motor power : 350 W – 700 W
• Kecepatan maksimum: 25 kilometer per jam
• Baterai : 48V 12Ah.
• Jarak tempuh : 50 kilometer
• Suspensi Depan : Teleskopik
• Suspensi Belakang : Dual Shock Absorber
• Fitur : Lampu LED dan odometer digital
2. Exotic Groza MX
Dengan desain yang modis, sepeda listrik Exotic Groza MX ideal untuk berbagai kalangan usia, baik tua maupun muda. Sepeda listrik itu dilengkapi dengan keranjang depan yang luas, sempurna untuk menampung barang belanjaan sehari-hari.
Sepeda listrik Exotic Groza MX dijual seharga Rp3.850.000
Fitur dan spesifikasi Exotic Groza MX:
• Motor power: 500 W
• Kecepatan maksimum : 25 kilometer per jam
• Baterai: 48V / 12Ah
• Jarak tempuh: 40 kilometer
• Daya angkut: maksimum120 kilogram
• Fitur : Tiga mode kecepatan, yaitu Eco, Normal, Sport
3. Uwinfly D7S
Sebagai salah satu merek terkemuka sepeda listrik di Indonesia, Uwinfly menghadirkan berbagai fitur canggih untuk memberikan pengalaman bersepeda yang terbaik pada seri D7S. Salah satu fitur unggulan adalah smart keyless, yang memungkinkan pengguna untuk mengaktifkan sepeda, mencari letaknya saat diparkir, dan mengaktifkan alarm sebagai langkah keamanan.
Sepeda listrik itu dijual seharga Rp4.000.000
Fitur dan spesifikasi Uwinfly D7S:
• Motor power: 500 Watt (pengisian dayahanya butuh 200 Watt)
• Kecepatan maksimum: 40 kilometer per jam
• Baterai : 48V 12Ah
• Jarak tempuh : 30-40 kilometer
• Daya angkut : 150 kilogram
• Fitur: smart keyless, display LCD, USB port dan transmisi tiga percepatan
4. United Dresden V.1
Sepeda listrik United model Dresden V.1 dirancang untuk mobilitas sehari-hari dengan jarak yang tidak terlalu jauh. Memiliki desain yang modis, tidak heran jika sepeda listrik tersebut populer di mata masyarakat.
United memasarkan Dresden V.1 pada rentang harga Rp5.490.000 - Rp6.350.000
Fitur dan spesifikasi United Dresden V.1:
• Motor power : 600 W
• Kecapatan maksimum: 25 kilometer per jam
• Baterai : 48V, 12 Ah
• Jarak tempuh : 40 kilometer
• Fitur: speedometer digital, alarm remot, lampu LED depan dan belakang
5. Selis Nuri
Jenama lokal Selis mengeluarkan sepeda listrik Nuri dengan desain sederhana, namun, modern. Sepeda itu hadir dengan rangka baja super kuat, sistem pengereman tromol yang responsif dan penggerak motor yang bertenaga.
Selis Nuri dipasarkan sekitar Rp3.700.000
Fitur dan spesifikasi Selis Nuri:
• Motor power : 500 W
• Kecapatan maksimum: 25 kilometer per jam
• Baterai : 48V, 12 Ah
• Jarak tempuh : 40 kilometer
• Daya angkut : 120 kilogram
• Fitur: speedometer digital, lock motor, dan find vehicle, USB port, NFC dan mode keyless
Editor: Natisha Andarningtyas
Copyright © ANTARA 2024