#30 tag 24jam
Prakiraan Harga BTC 2025, Peter Brandt: US$150 Ribu
Ini mungkin posisi enak bagi pecinta kripto, di mana harga BTC 2025 diperkirakan mencapai di atas US$100 ribu. [448] url asal
#bitcoin #btc #hargabtc #hargabtc2025 #prediksihargabtc
(BlockChain-Media) 09/11/24 01:37
v/17827644/
Ini mungkin posisi enak bagi pecinta kripto, di mana harga BTC 2025 diperkirakan mencapai di atas US$100 ribu. Trader kawakan asal AS, Peter Brandt pun yakin bisa tembus US$150 ribu.
Tahun 2025 memang masih 53 hari lagi. Namun di saat Bitcoin terus mencetak rekor baru yang mencerminkan permintaan tinggi dari pasar, sejumlah ramalan baru tentang harga BTC di tahun depan semakin marak.
Gate: US$144.722 hingga Tahun 2030Salah satu prakiraan harga BTC 2025 datang dari Gate, crypto exchange cukup besar saat ini. Dilansir pada Sabtu (9/11/2025), mereka meramalkan harga BTC 2025 bisa mencapai US$114 ribu.
“Bitcoin dapat mencapai hingga US$144.722 dari sekarang hingga tahun 2030. Potensi ROI dari pembelian Bitcoin pada harga saat ini sebesar US$75.895 (+90 persen),” sebut mereka, menyiratkan bahwa pada tahun 2025 kisaran harga BTC bisa berada di rentang itu.


Jika berhasil menembus pola ini, itu dianggap sebagai sinyal bullish yang kuat. Analisis lengkap terkait siklus itu, ia paparkan secara lengkap di artikel Juni 2024 ini.
Sebelumnya pada 27 Februari 2024 ia meramalkan harga BTC 2025 dapat mencapai US$120 ribu hingga US$200 ribu pada akhir Agustus atau September. Dengan pernyataan terbaru Brandt itu, menandakan bahwa asumsi bullishmasih tetap.
Pada 26 Oktober 2024 lalu Ecoinometrics memprediksi bahwa harga Bitcoin (BTC) dapat mencapai enam digit pada akhir 2025, dengan target US$130.000, jika kondisi pasar tetap mendukung. Faktor-faktor utama yang mendasari prediksi ini mencakup aktivitas on-chain yang stabil, momentum aset berisiko yang kuat, dan kemampuan BTC untuk mempertahankan harga di atas ambang US$65.000. Model analisis Ecoinometrics memperkirakan return tahunan BTC bisa mencapai 148 persen dalam skenario manis.
Namun, ada potensi risiko penurunan hingga 26 persen dalam kondisi terburuk. Ecoinometrics juga mencatat bahwa BTC bergerak seiring NASDAQ 100, menunjukkan korelasi positif dengan pasar saham AS, yang bisa menguntungkan harga BTC jika terjadi kenaikan di bursa saham. Selain itu, pertumbuhan pasokan uang AS (M2) turut mempengaruhi pasar, meski belum setara dengan lonjakan saat pandemi.
Meskipun ada tantangan, BTC dinilai tetap memiliki potensi sebagai lindung nilai terhadap depresiasi fiat. Jika momentum bullish terus berlanjut dan kebijakan moneter global stabil, BTC berpeluang mencapai sasaran harga enam digit pada 2025.
Prediksi harga Bitcoin 2025 mengindikasikan potensi perubahan besar bagi aset digital ini. Setelah sembilan bulan stabil di sekitar US$60.000, para analis memprediksi kuartal pertama 2025 sebagai periode kritis.
Markus Thielen dari 10x Research pada 11 Oktober 2024 menyatakan, Bitcoin berpotensi mengalami lonjakan atau penurunan signifikan. Perubahan kebijakan ekonomi global, khususnya dari The Fed, bisa memengaruhi harga, terutama jika imbal hasil obligasi AS terus naik. Di sisi lain, jika The Fed menurunkan suku bunga sambil menjaga ekonomi tetap kuat, harga Bitcoin mungkin melonjak. [ps]
Harga BTC Sekarang di Mata Analis: Masih Ada Ruang Kenaikan 18 Bulan
Harga BTC sekarang yang terus menerus mencetak rekor baru, dipandang analis masih mempunyai ruang kenaikan hingga 18 bulan mendatang. [592] url asal
#analisisbtc #bitcoin #btc #prediksibtc
(BlockChain-Media) 09/11/24 00:09
v/17836541/
Harga BTC sekarang yang terus menerus mencetak rekor baru, dipandang analis masih mempunyai ruang kenaikan hingga 18 bulan mendatang. Itu menurut analis dari GalaxyDigital, tetapi ada isyarat awal koreksi pendek dikabarkan oleh analis lainnya.
Thorn dari Galaxy memperkirakan harga BTC sekarang dan aset kripto lainnya akan diperdagangkan pada level yang jauh di atas level tertinggi sepanjang masa saat ini selama 12-18 bulan ke depan.
“Pasar tidak terlihat terlalu panas dari perspektif fundamental,” kata Kepala Penelitian Galaxy Alex Thorn kepada Cointelegraph, Kamis (7/11/2024).
Analis dari Nansen, Aurelie Barthere, menyuarakan sentimen serupa, bahwa Bitcoin saat ini yang melampaui titik tertinggi sepanjang masa dengan volume besar, merupakan sinyal jelas dari momentum positif yang berkelanjutan setelah pilpres AS yang membawa Trump yang pro kripto menang menjadi presiden.

Hal yang sama disampaikan trader kripto Matthew Hyland di X, bahwa harga Bitcoin sekarang “berkonsolidasi” di atas titik tertinggi sepanjang masa sebelumnya di US$73.679 dan pasar masih ingin kelanjutan.
Sinyal Harga BTC Sekarang Sudah Cukup PanasKendati harga BTC sekarang menggambarkan bullish berkepanjangan, namun sejumlah analis lain menunjukkan adanya sinyal-sinyal lain bahwa pasar sudah cukup panas dan mungkin beralih ke koreksi kecil jangka pendek.
Pandangan pertama datang dari Coinglass yang menyodorkan grafik Liquidation Heatmap harga BTC sekarang dalam 24 jam terakhir pada 7 November 2024 lalu.
Disebutkan, adanya tingkat likuidasi posisi leverage tinggi di pasar Bitcoin. Likuidasi terjadi ketika posisi trading ditutup secara otomatis, karena margin yang tidak mencukupi untuk menutupi kerugian. Dengan kata lain, gambar itu membantu mengenali area di mana banyak trader dengan posisi leverage tinggi mengalami likuidasi.
Dalam konteks ini, Coinglass memandang untuk “hodl spot,” yaitu memegang Bitcoin dalam bentuk spot tanpa leverage, untuk menghindari risiko likuidasi.
Sinyal harga BTC sekarang ini menyiratkan adanya posisi leverage tinggi yang berisiko likuidasi jika harga bergerak melawan posisi tersebut. Ini mengisyaratkan bahwa pasar saat ini cukup rentan terhadap pergerakan harga yang tajam, dan banyak trader bisa terjebak dalam posisi yang tidak menguntungkan.
Hal mirip disampaikan oleh CryptoMutant. Katanya, dengan harga Bitcoin sekarang berada di sekitar US$75.000 dan sedang mengalami konsolidasi, yaitu periode di mana harga bergerak dalam kisaran sempit sebelum melanjutkan tren sebelumnya.

Selain itu, disebutkan bahwa terdapat “cluster liquidity” di atas harga tersebut, yang berarti ada konsentrasi posisi trading yang rentan terhadap likuidasi jika harga bergerak melawan posisi tersebut.
Prediksi yang diberikan adalah kemungkinan terjadinya sedikit kenaikan harga sebelum pasar melakukan koreksi. Jika terjadi koreksi, US$72.600 dianggap sebagai harga penting yang harus dipertahankan untuk menjaga sentimen pasar tetap positif.
Analis lain, CrypNuevo, mengaitkan harga Bitcoin sekarang berkaitan dengan pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) pada 8 November yang dapat memengaruhi pasar Bitcoin. Ia menyebutkan adalah sinyal “Delta” yang merujuk pada perbedaan antara posisi long dan short di pasar.
Pernyataan ini menunjukkan bahwa saat ini banyak posisi long yang mengalami likuidasi, yang dapat memicu “long squeeze,” yaitu situasi di mana trader dengan posisi long terpaksa menutup posisi mereka karena kerugian, sehingga memperburuk penurunan harga. Namun, ada juga prediksi bahwa mungkin akan terjadi lonjakan likuidasi hingga US$77.500.
Harga Bitcoin sekarang menunjukkan tren bullish yang kuat dan diperkirakan akan terus meningkat dalam 12-18 bulan ke depan, menurut analis dari Galaxy Digital. Namun, beberapa analis lainnya memperingatkan adanya sinyal pasar yang sudah cukup panas, seperti tingginya likuidasi posisi leverage yang mengindikasikan potensi pergerakan harga yang tajam dan koreksi jangka pendek.
Meskipun momentum positif masih terlihat, pasar Bitcoin saat ini sangat rentan terhadap fluktuasi, dan ada prediksi bahwa harga dapat mengalami koreksi kecil sebelum melanjutkan tren naik, dengan support level penting di sekitar US$72.600 untuk menjaga sentimen positif. [ps]
Simak! Skenario Harga BTC Jadi US$125 Ribu dan Potensi Bull Trap
Simak skenario teknikal, harga BTC bisa menjadi US$125 ribu dan adanya potensi bull-trap usai cetak rekor baru. [376] url asal
#bitcoin #btc #bulltrap #harga-bitcoin #harga-btc #prediksi-harga-bitcoin
(BlockChain-Media) 08/11/24 23:18
v/17832112/
Ada sejumlah skenario teknikal di mana harga BTC bisa menjadi US$125 ribu pada beberapa waktu mendatang. Ada pula yang meyakini kenaikan cetak rekor baru akhir-akhir ini merupakan bull trap.
Menurut analisis terbaru dari CobraVanguard, Bitcoin dapat memulai reli terbesar dalam sejarh, karena telah berhasil menembus resistance level dari pola Cup and Handle pada time frame mingguan.
“Akhirnya harga BTC berhasil melewati resistance level di pola Cup and Handle pada time frame mingguan, meskipun belum sepenuhnya menembusnya. Kita perlu menunggu hingga candle mingguan ditutup di atas resistance level ini. Jika itu terjadi, kita bisa mengantisipasi rally terbesar dalam sejarah Bitcoin,” sebut CobraVanguard dalam analisis terbarunya di TradingView, Rabu (6/11/2024).
Indodax Akui Faktor Amerika di Rekor Bitcoin Terbaru
Analis Targetkan Harga BTC Menjadi US$125 RibuPada grafik yang ia buat, BTC memang sudah sukses berada di atas resistensi US$73 ribu, lalu pada Jumat dini hari berada di rekor tertinggi baru di US$76.854. Berdasarkan kajian itu, jika pada pekan mendatang candlestick BTC berada menembus batas atas pola itu, maka ada potensi reli besar menuju US$125 ribu.

Alan Santana menyiratkan keraguan terhadap reli harga Bitcoin yang sedang berlangsung, yang ia anggap sebagai jebakan bagi para trader yang terlalu optimis.
Istilah “bull-trap” merujuk pada situasi di mana pasar menunjukkan tanda-tanda kenaikan harga BTC yang kuat, tetapi setelah menarik perhatian banyak pembeli, harga justru berbalik arah dan jatuh.
“Meskipun Bitcoin menunjukkan pergerakan di atas resistance level seperti US$70.000, yang mengindikasikan potensi bullish, kenyataannya harga kemudian dapat berbalik dan turun kembali, menyebabkan kerugian besar bagi para trader yang terjebak dengan harapan harga terus naik. Ini adalah bull-trap, belum saatnya BTC ke 100 ribu,” tulisnya.
Ada pandangan yang berbeda-beda mengenai pergerakan harga Bitcoin ke depan. Beberapa analis, seperti CobraVanguard dan Lingrid, optimistis bahwa Bitcoin dapat mengalami reli besar yang bisa mendorong harga hingga US$125 ribu, terutama jika harga berhasil menembus hambatan yang signifikan. Namun, di sisi lain, Alan Santana memperingatkan adanya potensi bull-trap, di mana kenaikan harga yang cepat dapat berbalik arah, menyebabkan kerugian bagi para trader yang terlalu optimis harga akan menjadi US$100 ribu usai mencetak rekor. Oleh karena itu, meskipun prospek bullish tampak menjanjikan, volatilitas dan ketidakpastian pasar kripto tetap perlu diperhatikan dengan hati-hati. [ps]
Benarkah Crypto Adalah Investasi yang Menguntungkan?
Apakah crypto adalah investasi yang tepat untuk kalian? Temukan keuntungan dan risiko selengkapnya di sini! [341] url asal
#crypto #crypto-adalah #cryptocurrency #investasi-crypto
(BlockChain-Media) 08/11/24 21:30
v/17809917/
Investasi crypto adalah salah satu topik yang banyak menarik perhatian publik dalam beberapa tahun terakhir. Dengan potensi keuntungan besar dan kenaikan harga yang menggoda, tidak sedikit orang yang tergoda untuk masuk ke dunia kripto.
Namun, di balik potensi keuntungan tersebut, terdapat risiko tinggi yang harus dipahami. Jadi, apakah benar investasi kripto adalah pilihan yang menguntungkan? Mari kita telusuri lebih dalam.
Investasi Kripto Tawarkan Keuntungan BesarTidak bisa dipungkiri, crypto adalah investasi dengan potensi keuntungan yang sangat besar, terutama jika dibandingkan dengan aset tradisional seperti emas atau saham. Bitcoin, sebagai salah satu aset kripto paling terkenal, telah mencatatkan lonjakan harga yang sangat drastis.
Menurut data terakhir pada platform Curvo, dalam sepuluh tahun terakhir, nilai Bitcoin meningkat hingga 18.000 persen. Bandingkan dengan emas yang hanya naik sekitar 140 persen pada periode yang sama — selisih yang cukup jauh, bukan?

Tingkat Kejahatan Kripto Menurun – Chainalysis Meskipun aktivitas ilegal di pasar kripto secara keseluruhan mengalami penurunan, beberapa jenis kejahatan, seperti ransomware dan transaksi di pasar gelap, justru meningkat.
Kehilangan dana akibat peretasan atau penipuan crypto bukanlah hal yang jarang terjadi, terutama bagi investor pemula. Untuk yang ingin berinvestasi, penting untuk memahami cara menjaga keamanan aset kripto mereka, seperti memilih dompet kripto yang aman dan menghindari platform yang tidak memiliki sistem keamanan kuat.
Menggunakan hardware wallet dan memverifikasi keaslian platform investasi dapat membantu meminimalkan risiko ini. Meskipun crypto adalah pilihan investasi yang menarik, langkah keamanan tetap menjadi prioritas utama.
Jadi, ApakahCryptoAdalah Investasi yang Tepat untuk Kamu?Investasi kripto memang memiliki daya tarik tersendiri dengan potensi keuntungan yang besar dan kemampuan untuk bertahan terhadap inflasi. Namun, risiko tinggi yang menyertainya membuat kripto bukan pilihan yang cocok bagi semua orang.
Jika kamu memiliki toleransi risiko tinggi dan tidak keberatan dengan fluktuasi harga yang ekstrem, investasi kripto adalah pilihan yang tepat.
Namun, bagi mereka yang lebih mengutamakan stabilitas, diversifikasi portofolio dengan menambah aset tradisional seperti emas atau saham mungkin adalah langkah yang lebih bijak.
Dengan begitu, investasi crypto adalah pilihan yang memerlukan pemahaman mendalam akan karakteristiknya, sehingga kalian bisa membuat keputusan investasi yang tepat sesuai kebutuhan dan toleransi risikonya. [dp]
Harga SOL Hari Ini US$203, Bersiap Jadi US$300?
Harga SOL hari ini, Jumat (8/11/2024) malam, tembus US$203. Mampukah kripto besar ini secara teknikal menuju rekor US$300? [586] url asal
#analisisteknikal #peterbrandt #prediksi #sol #solana
(BlockChain-Media) 08/11/24 20:19
v/17801166/
Terpantau pada Jumat (8/11/2024) malam, harga SOL hari ini mencapai US$203, sebuah angka psikologis penting. Secara teknikal, apakah kripto besar ini mampu menuju US$300 yang sekaligus mencetak rekor barunya?
Dengan pencapaian teranyar di US$203 itu, harga SOL hari ini sejatinya mencetak harga tertinggi selama setahun penuh, dengan besaran mencapai 372 persen. Patut dicatat bahwa harga tertinggi sepanjang masa SOL adalah US$258,52, yang dicapai pada 6 November 2021 silam. Ini juga bermakna harga SOL hari ini hanya berjarak beberapa dolar saja dari ATH itu.
Dalam kacamata indikator Fib Retracement, harga SOL hari ini memang mendapatkan support besar usai beberapa hari lalu memantul dari support level apik golden ratio, US$152,44. Tampak pula SOL sukses merambah level 0 (batas atas indikator) di US$183 sebagai resisten kuat sebelumnya.

Nah, dalam indikator berbeda, harga SOL hari ini hanya perlu mendobrak resistensi US$210.00 yang mungkin terjadi beberapa jam berikutnya untuk menemui kembali ATH US$258,52.
Harga SOL Hari Ini dan Analisis dari Peter BrandtLonjakan penting harga SOL hari ini, pada analisis sebelumnya sudah dibahas oleh trader veteran Peter Brandt di X pada Kamis.
“Kedua aset ini siap untuk breakout ke atas mengikuti momentum Bitcoin. Namun, perhatikan bahwa SOL sedang mencapai titik tertinggi baru, sementara ETH berhadapan dengan resistensi overhead (supply). Sebagai seorang trader, saya selalu memilih aset dengan titik tertinggi baru dan lebih memilih SOL,” tulisnya yakin.

Pada Awal Oktober 2024 lalu, Standard Chartered harga SOL bisa melonjak hingga lima kali lipat pada akhir 2025, terutama jika Donald Trump berhasil memenangkan pemilihan Presiden AS yang akan datang.
Kendrick, analis dari bank asal Inggris itu juga menyebutkan bahwa SOL memiliki valuasi yang sangat tinggi dibandingkan Ethereum, dengan rasio market cap-to-fees sebesar 250 kali, sementara Ethereum hanya 121 kali.
Teknologi yang terus berkembang di ekosistem Solana, seperti validator Firedancer, disebut-sebut akan meningkatkan kecepatan transaksi Solana secara drastis.
“Metrik menunjukkan pasar memperkirakan masa depan pertumbuhan yang sangat cerah untuk Solana, dengan peningkatan throughput yang diharapkan sebesar 100 hingga 400 kali lipat,” ujar Kendrick kala itu, dilansir dari The Block.
Dengan mengacu pada harga saat itu adalah US$140 per SOL, dan prediksi dapat naik 5 kali lipat alias 500 persen, maka harga SOL bisa menjadi US$840.
Solana Masih Kalah dengan EthereumNamun pendapat keunggulan besar Solana, mendapatkan tantangan dari kelompok pembela Ethereum.
Dalam beberapa tahun terakhir, Ethereum (dengan native crypto-nya ETH) telah menjadi landasan sistem keuangan global baru dengan kehadiran aplikasi Layer-1 (L1) dan Layer-2 (L2). Pada akhir Oktober 2024, Ryan Berckmans, tokoh berpengaruh di komunitas Ethereum, menyebut Ethereum masih sebagai tulang punggung keuangan berbasis teknologi blockchain ini. Menurutnya, tidak ada blockchain lain yang mampu menandingi peran Ethereum sebagai fondasi utama keuangan global.
Solana, yang juga popular, baru-baru ini menunjukkan ketertarikan untuk mengikuti jejak Ethereum dengan pendekatan serupa. Namun, Berckmans memberikan lima alasan mengapa Solana tidak akan mampu menjadi tulang punggung global. Salah satunya adalah kurangnya desentralisasi Solana, yang dinilai kurang menarik bagi investor besar. Selain itu, meski Solana menawarkan kecepatan dan biaya rendah, Berckmans menilai ini tidak cukup untuk memenuhi permintaan global yang terus berkembang.
“Tidak ada monolit yang dapat melayani seluruh dunia,” kata Berckmans, menyiratkan bahwa tak ada satu sistem yang mendominasi dan bisa menjawab semua persoalan. Berckmans berpendapat bahwa pendekatan ini justru menjadi kelemahan.
Harga SOL hari ini memang secara teknikal cukup meyakinkan akan mencetak di ketinggian apik US$300, namun dari segi fundamental, khususnya bersaing dengan Ethereum, pengembang blockchain Solana sepertinya perlu strategi lain. [ps]
Meme Coin GOAT ATH Setelah Melantai di Bitget! Binance Kapan?
Bitget mengumumkan perdagangan meme coin GOAT di pasar spot, harganya langsung cetak ATH. Binance kapan akan lakukan hal serupa? [843] url asal
#goat #meme-coin #meme-token #token-meme #truthterminal
(BlockChain-Media) 08/11/24 18:22
v/17792407/
Bitget baru saja mengumumkan memfasilitasi perdagangan meme coin GOAT di platform-nya di spot mulai Kamis (7/11/2024). Sementara publik sepertinya menanti “keputusan” Binance untuk hal serupa, usai pada Oktober GOAT baru ada di pasar derivatif. GOAT pun baru saja menyentuh ATH baru di US$0,89.
Salah satu platform perdagangan kripto terkemuka, Bitget, kemarin membuat gebrakan di dunia kripto dengan mengumumkan bahwa mereka telah memfasilitasi perdagangan Goatseus Maximus (GOAT), sebuah meme coin popular yang bernarasi AI, di pasar spot mereka. Pengumuman itu menambah daftar panjang crypto exchange yang memperdagangkan token kripto yang sudah naik lebih dari 700 persen dalam waktu singkat ini.
“Kami mengumumkan pencatatan Goatseus Maximus (GOAT), sebuah meme coin berbasis Solana, di zona Inovasi, AI, dan Meme. Goatseus Maximus beroperasi di blockchain Solana dan telah menarik perhatian, karena konsep bertema kambing dan promosinya oleh AI Bot, Truth Terminal. Kombinasi antara merek yang unik dan pemasaran berbasis AI ini telah mendorong kenaikannya di pasar,” sebut Bitget di GlobalNewsWire, Kamis (7/11/2024).
Sementara itu, Binance, yang merupakan raja bursa kripto dunia, telah memasukkan GOAT dalam bentuk perpetual contract di pasar derivatifnya sejak 24 Oktober 2024 lalu. Meskipun belum tersedia di pasar spot Binance, perdagangan derivatif memungkinkan investor untuk berspekulasi mengenai harga meme coin GOAT tanpa benar-benar memiliki token tersebut.

Ini adalah langkah strategis yang memungkinkan investor untuk mendapatkan eksposur terhadap meme coin ini dengan cara yang berbeda. Namun sebaliknya, dengan GOAT di pasar spot di Binance kelak, memungkinkan banyak pihak meng-hold-nya.
Namun secara historis, besar kemungkinan GOAT akan masuk di pasar spot di Binance, tak lama setelah masuk di derivatifnya.

Goatseus Maximus, atau yang lebih dikenal dengan simbol GOAT, adalah meme coin yang berbasis pada blockchain Solana. Token ini pertama kali diterbitkan pada tanggal 10 Oktober 2024 di situs pembuat token Pump Fun oleh Andy Ayrey dan telah menarik perhatian banyak investor karena kombinasi konsep meme dan teknologi AI yang digunakan dalam promosinya.
Ide meme coin ini terinspirasi oleh meme terkenal “Goatse” dan dipromosikan secara luas melalui akun AI bot di X bernama Terminal of Truths yang dikelola oleh Andy Ayrey.
Andy Ayrey, yang mengaku sebagai seorang desainer dan penggemar teknologi, menciptakan akun Terminal of Truths di X sebagai bagian dari eksperimen mengenai “kontagiasi memetik“.
Akun ini menjadi viral ketika mulai mempromosikan Goatse Gospel sejak 21 Oktober 2024 (setelah tokennya terbit di Pump Fun), dan berhasil mengumpulkan perhatian besar di komunitas kripto. Pada hari ini, Jumat (8/11/2024) petang, meme coin GOAT sempat mencapai kapitalisasi pasar sekitar US$848,97 juta dengan ATH dicapai di hari yang sama di kisaran US$0,8912.
Kontagiasi memetik sendiri adalah fenomena di mana ide atau meme yang popular menyebar dengan cepat dan luas di antara komunitas atau masyarakat. Istilah ini berasal dari teori memetika, yang membandingkan meme dengan gen dalam konteks evolusi budaya. Meme yang menarik atau menarik perhatian cenderung bereplikasi dan menyebar dengan cepat, mirip dengan bagaimana gen bereplikasi dalam biologi.
Dalam konteks ini, kontagiasi memetik mengacu pada bagaimana meme atau konsep tertentu, seperti Goatse Gospel, dapat menyebar dengan cepat melalui media sosial dan komunitas kripto, menciptakan tren atau fenomena yang signifikan.
Promosi yang dilakukan oleh Terminal of Truths tidak hanya menarik minat para trader kripto tetapi juga menciptakan fenomena baru dalam dunia pemasaran meme coin. Dengan menggunakan teknik AI dan meme yang menarik, Goatseus Maximus berhasil menciptakan buzz di dunia maya, yang berkontribusi pada peningkatan nilai dan popularitas token tersebut.
Andreessen Horowitz Sumbang US$50 Ribu BTCMarc Andreessen, salah satu pendiri Andreessen Horowitz (A16z), menemukan Terminal of Truths dan menjadi tertarik dengan aktivitas uniknya. Andreessen pun memutuskan untuk memberikan US$50 ribu dalam Bitcoin kepada AI ini untuk membantu pengembangan proyeknya. Langkah ini tidak hanya menambah kredibilitas proyek ini tetapi juga mempercepat pertumbuhannya dalam minat pasar dan ketertarikan.
Belakangan Marx menolak tudingan bahwa perusahaan yang dipimpinnya itu adalah “dalang” di balik proyek kripto yang satu ini, mengingat A16z adalah perusahaan ventura yang sangat banyak mengucurkan dana investasi ke beragam proyek kripto yang lalu tumbuh besar.
Waspada! Teknologi AI Bisa Jadi Celah Baru untuk Scammer
Terminal of Truths dibuat menggunakan Large Language Model (LLM) yang disebut Claude Opus. Dua entitas dari LLM ini diperbolehkan untuk berbicara satu sama lain secara bebas tentang apa pun tanpa intervensi manusia. Melalui percakapan mereka, LLM ini menciptakan konsep “GOATSE OF GNOSIS”, yang kemudian menjadi dasar untuk meme coin GOAT.
Masuknya GOAT ke pasar spot Bitget menandai langkah penting dalam perjalanan meme coin yang sarat dengan spekulasi tinggi ini, memberikan peluang lebih besar bagi investor untuk memperdagangkan dan memiliki token ini. Di sisi lain, ketersediaan GOAT dalam bentuk perpetual contract di Binance memungkinkan berbagai jenis investor untuk berpartisipasi dalam perdagangan meme coin ini dengan cara yang lebih fleksibel.
Ke depan, dengan dukungan dari platform besar seperti Bitget dan Binance, Goatseus Maximus alias meme coin GOAT bisa saja akan terus mendapatkan tempat di hati para investor dan trader kripto dengan segala risiko loss tingginya.
Pengaruh meme coin ini terhadap pasar kripto juga membuka jalan bagi inovasi lebih lanjut dalam pemasaran digital dan penggunaan teknologi AI dalam pembuatan dan pemasaran aset digital. [ps]
Token GRASS Makin Gacor! Inilah Alasan di Balik Kenaikannya
Apa yang menyebabkan lonjakan harga token GRASS hingga 150 persen dalam sepekan? Temukan jawabannya di sini! [468] url asal
#airdrop #grass #koin-grass #kripto-grass #token-grass
(BlockChain-Media) 08/11/24 17:00
v/17787777/
Token GRASS kini menjadi sorotan di dunia kripto. Dalam seminggu terakhir, harganya meroket hingga 150 persen, naik dari US$1 menjadi US$3 dan membuatnya menonjol bahkan di atas kinerja aset kripto besar seperti Bitcoin dan Ethereum.

Cara Kerja Ekosistem GRASS Ekosistem koin GRASS juga menerapkan mekanisme ZK-Proofs dengan manajemen sesi yang bertujuan melindungi data pengguna dan memastikan bahwa data tersebut aman dari penyalahgunaan.
“Manajemen sesi melibatkan pembuatan dan penyimpanan kunci pre-master, master, dan sesi secara aman, yang penting untuk menilai kualitas lalu lintas dari node jaringan. Setelah validasi data, validator meneruskan data ke prosesor ZK untuk menghasilkan bukti untuk setiap data sesi node, kemudian mengelompokkan bukti-bukti ini di blockchain untuk penyelesaian,” jelas panduan tersebut.
Privasi menjadi faktor kunci yang mendorong pengembangan dan kenaikan harga token GRASS. Di era teknologi modern ini, keamanan data semakin menjadi isu penting yang mendapat perhatian besar.
Dengan menyediakan solusi yang lebih aman dan transparan, kripto GRASS berhasil menciptakan daya tarik tambahan bagi pengguna yang peduli dengan keamanan data pribadi mereka.
Lonjakan Volume Pengambilan DataKripto GRASS juga mencatat rekor baru dalam volume pengambilan data, yang menjadi salah satu faktor menarik perhatian investor. Berdasarkan wawancara sebelumnya bersama Hack.vc, volume pengambilan data mencapai sekitar 45 terabyte per harinya.
“Hari ini GRASS sudah mencapai titik di mana ia bisa memproses 45 terabyte data. Itu sama dengan jumlah data yang digunakan untuk melatih ChatGPT 3.5,” ungkap Andrej Radonjic, CEO GRASS pada wawancara tersebut, Sabtu (02/11/2024).
Angka ini menunjukkan tingginya ketertarikan pengguna terhadap layanan token GRASS, terutama selama kampanye airdrop. Data yang dikumpulkan dapat dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan perusahaan, termasuk perusahaan AI yang membutuhkan volume data besar untuk melatih model artificial intelligence.
Cari Airdrop Kripto Terbaru? Cek 5 Platform Ini!
Jika volume pengambilan data turun hingga 10 persen pasca program airdrop kripto, GRASS masih dapat mengharapkan sekitar 4,5TB per hari, atau sekitar 135TB per bulan. Dengan asumsi biaya data sebesar US$1 per gigabyte, ini bisa menghasilkan pendapatan bulanan sekitar US$135.000.
Jika GRASS kembali mencapai volume puncak 45TB per hari, potensi pendapatan bisa melonjak hingga US$1,35 juta per bulan. Angka-angka ini memperlihatkan prospek pendapatan yang stabil dan berkelanjutan bagi ekosistemnya.
Bagaimana Masa Depan Koin GRASS?Token GRASS menggabungkan berbagai elemen yang membuatnya menonjol di pasar kripto, seperti airdrop, staking, privasi, dan model bisnis yang berpotensi menghasilkan pendapatan berkelanjutan.
Dengan potensi pengambilan data yang besar dan prospek peningkatan pendapatan, koin GRASS menarik bagi investor ritel dan perusahaan yang membutuhkan data berkualitas. Ditambah lagi, rumor mengenai token GRASS bakal masuk binance semakin memperkuat daya tariknya.
Namun, perlu diingat bahwa investasi kripto selalu memiliki risiko tinggi, dan volatilitas pasar adalah bagian yang tak terpisahkan. Kripto GRASS bisa jadi hanya fenomena sementara, atau justru bagian dari tren yang lebih besar menuju token berbasis utilitas dengan ekosistem yang berkelanjutan. [dp]
Indodax Akui Faktor Amerika di Rekor Bitcoin Terbaru
Indodax mengakui besarnya faktor perkembangan politik Amerika Serikat dalam rekor Bitcoin terbaru hari ini, US$76.987. AS akan timbun BTC? [243] url asal
#ath #bitcoin #indodax #oscar-darmawan #trump
(BlockChain-Media) 08/11/24 16:06
v/17805579/
Indodax mengakui besarnya faktor perkembangan politik Amerika Serikat dalam rekor Bitcoin terbaru hari ini, US$76.987. Di sisi lain, pemangkasan suku bunga sebesar 25 bps oleh The Fed dan antisipasi penerbitan UU Bitcoin oleh Trump menjadi faktor penentu lainnya.
Harga Bitcoin (BTC) kembali mencapai rekor tertinggi atau All Time High (ATH) di angka US$76.987, atau sekitar Rp1,2 miliar pada dini hari Jumat (8/11/2024). Menurut CEO Indodax, Oscar Darmawan, kenaikan harga ini tak lepas dari pengaruh signifikan faktor eksternal, terutama dari Amerika Serikat.
Bos Indodax Akui Faktor Amerika di Harga BTC“Rekor harga Bitcoin kali ini sangat dipengaruhi oleh dinamika politik dan ekonomi yang terjadi di AS,” ujar Oscar dalam keterangan tertulisnya hari ini.
Ia menjelaskan bahwa ada beberapa faktor yang memengaruhi lonjakan harga ini, termasuk kemenangan Donald Trump pada Pilpres AS dan meningkatnya minat institusional terhadap Bitcoin.


Selain itu, setelah kemenangan Donald Trump dalam Pilpres AS, dunia kini menantikan penerbitan Undang-undang Bitcoin di Amerika Serikat. RUU yang diajukan oleh Senator Cynthia Lummis pada 31 Juli 2024 lalu berpotensi mengubah peta investasi global, terutama jika disahkan oleh Trump. Undang-undang ini akan memberikan dorongan kuat pada AS untuk menimbun Bitcoin dalam jumlah besar, hingga mencapai 1 juta BTC, guna memperkuat posisi dan dominasi dolar di kancah internasional.
Pernyataan Indodax semakin menegaskan, bagaimana proyeksi harga dan adopsi di masa depan, di mana AS akan menjadi salah satu penentunya dan dapat berimbas pada permintaan BTC oleh negara lain. [ps]
FCA Tindak Tegas Dua Pelaku Penipuan Kripto
FCA menjatuhkan hukuman pada dua pelaku penipuan kripto dengan total kerugian £1,5 juta yang terlibat dalam investasi bodong. [527] url asal
#crypto-scam #cryptocurrency #investasi-bodong-kripto #penipuan-kripto
(BlockChain-Media) 08/11/24 14:00
v/17774380/
Dua individu telah dinyatakan bersalah dalam kasus penipuan investasi bodong kripto senilai £1,5 juta setelah melalui proses hukum oleh FCA. Raymondip Bedi dan Patrick Mavanga berhasil menipu setidaknya lebih dari 65 korban dengan total kerugian yang mencapai £1,5 juta dalam kurun waktu Februari 2017 hingga Juni 2019.
Kedua pelaku crypto scam ini menggunakan strategi cold-calling untuk menghubungi para calon korban, setelah itu mereka mengarahkan calon korbannya ke situs web profesional yang terlihat meyakinkan dan menjanjikan keuntungan besar dari investasi kripto palsu.
Raymondip Bedi sebelumnya mengakui bersalah atas dakwaan konspirasi untuk melakukan penipuan kripto, pelanggaran terhadap Undang-Undang Jasa Keuangan dan Pasar tahun 2000, serta tindak pencucian uang dengan jumlah dana yang cukup besar.
Sementara itu, Patrick Mavanga juga mengaku bersalah atas konspirasi crypto scam, pelanggaran yang sama pelaku lainnya, serta kepemilikan atas dokumen identitas palsu yang digunakan untuk menipu para calon korbannya.

“Bedi dan Mavanga memikat para investor dengan iming-iming keuntungan besar dari investasi bodong kripto, namun semua itu hanyalah tipu muslihat,” ungkap Steve Smart, direktur eksekutif bersama untuk penegakan dan pengawasan pasar di FCA, Kamis (07/11/2024).
Menurutnya, pelaku menggunakan metode crypto scam yang terstruktur dan sangat meyakinkan, mulai dari panggilan langsung hingga pembuatan situs web yang terkesan kredibel untuk meyakinkan para korban agar mempercayakan aset kripto mereka kepada para pelaku.
Selain itu, Patrick Mavanga didakwa dengan pelanggaran tambahan setelah diketahui berusaha menghalangi proses hukum dengan menghapus rekaman telepon pasca-penangkapan pelaku crypto scam lainnya, yaitu Raymondip Bedi pada Maret 2019.
Dalam persidangan, juri tidak mencapai kesepakatan mengenai terdakwa ketiga dalam kasus ini, yang akan diadili ulang pada tahun depan.
“Juri tidak dapat mencapai putusan untuk terdakwa ketiga, dan mereka akan menghadapi persidangan ulang pada September 2025,” jelas laporan tersebut.
Seorang individu lain, Rowena Bedi, dibebaskan dari tuduhan terkait pencucian uang yang diajukan terhadapnya. Kasus ini menunjukkan betapa liciknya skema penipuan yang dijalankan oleh para pelaku tersebut, dan pentingnya kewaspadaan publik terhadap investasi bodong kripto.
Penipuan kripto masih menjadi perhatian utama otoritas hukum di berbagai negara, termasuk FCA dan FBI, yang terus bekerja sama dalam mengatasi penipuan lintas negara. Meskipun tingkat penipuan menunjukkan penurunan, risiko tetap ada karena modus yang semakin kompleks dan sulit terdeteksi.
Berdasarkan data dari riset Immunefi, kerugian akibat penipuan kripto pada Q3 2024 turun drastis dibandingkan periode yang sama tahun lalu, dari US$22 juta menjadi sekitar US$3 juta.
“Kerugian turun 86 persen dibandingkan dengan periode sebelumnya,” ungkap temuan pada riset tersebut.
Tingkat Penipuan Kripto Menurun – Immunefi Kendati demikian, kasus peretasan masih menjadi ancaman utama dalam industri kripto, menyumbang lebih dari 99,3 persen dari total kerugian pada Q3 2023, dengan berbagai modus yang semakin canggih dan sulit dideteksi oleh sistem keamanan yang ada.
Penting bagi masyarakat untuk tetap berhati-hati dan mendapatkan informasi yang jelas sebelum berinvestasi, khususnya di pasar cryptocurrency yang rawan penyalahgunaan.
Kerja sama internasional juga menjadi elemen penting dalam melacak dan mengembalikan dana korban dari crypto scam yang sering kali melibatkan pelaku lintas negara.
Kasus ini menegaskan kembali perlunya edukasi berkelanjutan untuk melindungi masyarakat dari skema penipuan kripto yang terus berkembang, terutama di tengah meningkatnya popularitas cryptocurrency. Dengan pemahaman yang tepat, masyarakat dapat lebih waspada dan terhindar dari risiko kehilangan aset. [dp]
Mantan Bos Alameda Mulai Jalani Hukuman Terkait Kasus FTX
Bos Alameda Research mulai menjalani hukuman penjara terkait kasus FTX, mengungkapkan penyesalan mendalam atas kejahatannya. [489] url asal
#alameda-research-ftx #caroline-ellison #ftx #kasus-ftx #sam-bankman-fried
(BlockChain-Media) 08/11/24 13:00
v/17770178/
Menurut laporan CNBC, Caroline Ellison, mantan CEO Alameda Research yang juga saksi kunci dalam persidangan kasus FTX, resmi memulai hukuman pejara dengan keamanan rendah di Connecticut pada 7 November 2024 waktu setempat.
Hukuman penjara selama dua tahun ini adalah hasil dari peran Ellison dalam skandal besar yang mengguncang industri kripto, di mana ia diperintahkan menyerahkan aset senilai US$11 miliar yang didapatkan melalui penipuan.
Ellison, yang sempat menjalin hubungan dengan Sam Bankman-Fried, bekerja sama dengan jaksa dalam proses hukum dan mengaku bersalah atas tuduhan konspirasi serta penipuan yang menyebabkan kehancuran bursa kripto FTX, yang dulunya bernilai hingga US$32 miliar sebelum mengalami kebangkrutan pada akhir 2022.

Meskipun pihak pembela Ellison meminta agar hukuman hanya berupa masa percobaan, Kaplan menegaskan bahwa hukuman penjara tetap diperlukan sebagai peringatan dan efek jera bagi para pelaku kejahatan penipuan kripto lainnya.
Kaplan juga menyatakan bahwa meski Ellison menunjukkan penyesalan tulus dan bekerja sama secara kooperatif dengan para jaksa.
“Saya telah melihat banyak kolaborator selama bertahun-tahun, dan saya belum pernah melihat yang seperti Nona Ellison,” ungkapnya, Selasa (24/09/2024).
Ellison menjalankan Alameda Research, sebuah perusahaan perdagangan aset kripto yang menjadi ‘saudara’ dari bursa kripto FTX. Ia menerima sebagian besar dana pelanggan yang diselewengkan oleh Bankman-Fried, mencapai hingga US$8 miliar.
Uang yang diambil dari akun pelanggan FTX ini digunakan oleh Alameda Research untuk mendanai operasional perdagangan berisiko tinggi dan berbagai keperluan lainnya.
Dalam pengakuannya terkait dengan kasus FTX, Ellison menyatakan bahwa ia merasa sangat malu dan menyesal atas keterlibatannya, serta meminta maaf kepada para korban, hingga membuat suasana ruang sidang hening sejenak.
“Saat pembacaan vonisnya, Ellison membacakan pernyataan dengan suara gemetar sambil menangis sesekali, sambil meminta maaf kepada orang-orang yang telah ia lukai dan mengaku sangat malu. Ia juga mengatakan bahwa ia menyesal karena tidak cukup berani untuk meninggalkan FTX dan Bankman-Fried,” menurut laporan tersebut.
Kasus FTX ini tak hanya menyeret Ellison, tetapi juga beberapa mantan eksekutif bursa kripto FTX lainnya. Salah satunya adalah Nishad Singh, mantan direktur teknik FTX, yang dijatuhi hukuman percobaan dengan pengawasan selama tiga tahun tanpa penahanan.
Sementara itu, Sam Bankman-Fried, yang mendirikan bursa kripto FTX dan Alameda Research, akhirnya telah dijatuhi hukuman 25 tahun penjara pada Maret 2024 sebelumnya setelah terbukti bersalah atas tujuh dakwaan kriminal, termasuk penipuan dan pencucian uang.
Sam Bankman-Fried, CEO FTX – Bloomberg Menurut dakwaan sebelumnya, SBF juga diwajibkan untuk membayar denda karena secara sengaja memanfaatkan dana pelanggan tidak sebagai semestisnya.
“Sebagai akibat dari penipuan luar biasa yang dilakukannya, Bankman-Fried menghadapi hukuman 25 tahun penjara dan penyitaan lebih dari US$11 miliar,” jelas Jaksa Penuntut AS, Damian Williams, untuk Distrik Selatan New York, Kamis (28/03/2024).
SBF diketahui menggunakan dana tersebut untuk keperluan pribadinya, seperti investasi, kontribusi politik, dan pembelian aset mewah lainnya, sambil berusaha menyembunyikan penipuan tersebut melalui berbagai manipulasi.
Kasus FTX yang menyeret Ellison dan para eksekutifnya ini menggambarkan besarnya risiko dan kerentanan dalam industri kripto, terutama ketika dana pelanggan tidak dilindungi dengan baik. [dp]
Skenario Rencana AS Timbun 1 Juta Bitcoin, Hanya Demi Dominasi Dolar?
Dalam skenario AS timbun Bitcoin sebanyak 1 juta BTC sebagai aset cadangan, negara lain bisa mengikuti dan taji dolar biar lebih kuat. [1,683] url asal
#aset-cadangan-strategis #bitcoin #dolar-as
(BlockChain-Media) 08/11/24 12:41
v/17765892/
Setelah kemenangan Donald Trump dalam Pilpres AS, dunia kini mengantisipasi penerbitan Undang-undang Bitcoin di Negeri Paman Sam. Jika Trump menandatangani RUU yang diajukan oleh Senator Cynthia Lummis pada 31 Juli 2024 lalu, langkah AS untuk menimbun Bitcoin hingga sebanyak 1 juta BTC bisa semakin memperkuat taji dan dominasi dolar.
Salah satu pihak yang mengantisipasi itu adalah perusahaan Coinshare melalui artikelnya, Kamis (7/11/2024). Menurut mereka, jika diterapkan, Undang-undang Bitcoin dapat mendorong minat institusional dan pemerintah yang besar terhadap Bitcoin, yang berpotensi mempercepat pertumbuhannya dan mendorong nilainya ke tingkat yang lebih tinggi.
“Salah satu perkembangan yang paling diantisipasi di bawah pemerintahan Trump adalah prospek pengesahan Undang-undang Bitcoin. Usulan ini akan menetapkan Bitcoin sebagai aset cadangan strategis, dengan pemerintah AS menyasar hingga 5 persen dari total pasokan Bitcoin. Langkah tersebut akan menempatkan Bitcoin dalam peran yang mirip dengan emas, memberinya posisi yang diakui dalam cadangan nasional dan menandakan tingkat legitimasi yang bersejarah,” tulis mereka.
Pernyataan itu hampir bersamaan dengan pernyataan Senator Cynthia Lummis di X. Dia secara singkat mencuit, bahwa AS siap membangun cadangan Bitcoin strategis. Lummis sendiri adalah Senator AS asal Wyoming yang mengajukan RUU itu pada 31 Juli 2024 lalu.

Donald Trump sendiri sejak awal kampanye menggaungkan diri sebagai pembela Bitcoin dan kripto dan memang berniat menjadikan Bitcoin sebagai aset baru yang menguntungkan posisi AS di sektor ekonomi. Dia pun berniat untuk mencopot segera Ketua SEC Gary Gensler, karena dianggap terlalu ketat mengatur industri kripto di negeri itu.
Nama RUU ini tampak memang sengaja dibuat menyerupai nama Bitcoin dan seolah punya kepanjangan, yaitu Boosting Innovation, Technology, and Competitiveness through Optimized Investment Nationwide Act of 2024 atau disingkat dengan Bitcoin Act of 2024. RUU ini berfokus pada pengelolaan Bitcoin yang transparan dan strategis, serta pemanfaatan dana dan sumber daya Federal Reserve (Bank sentral AS) untuk menanggung biaya dari program ini.
Di situs resmi Kongres AS, RUU itu memang masih dalam tahap pengajuan dan perlu persetujuan senat, DPR, lalu diteken presiden Trump dan segera menjadi peraturan yang mengikat. Namun, sangat besar peluang RUU itu lolos di parlemen, karena partai Republik yang mengusung Trump, mendominasi kursi.

Dalam analisis ini, kita akan mengupas tujuan dan potensi dampak dari RUU ini bagi perekonomian global, serta bagaimana kebijakan ini dapat mengubah lanskap keuangan internasional, khususnya posisi dolar AS di mata dunia dalam sebuah skenario paling masuk akal.
Rencana Menimbun 1 Juta BitcoinProgram ini memungkinkan pemerintah AS untuk membeli hingga 200.000 Bitcoin per tahun selama lima tahun, dengan tujuan mengumpulkan sebanyak satu juta Bitcoin. Bitcoin yang dibeli akan disimpan di “Strategic Bitcoin Reserve” dan tidak bisa dijual selama minimal 20 tahun, kecuali untuk membayar utang negara. Sasaran 1 juta BTC itu setara dengan 4,76 persen dari total pasokan 21 juta BTC.
Dalam skenario itu, menteri keuangan akan merilis laporan publik setiap kuartal mengenai cadangan Bitcoin ini, yang akan diaudit oleh pihak ketiga independen untuk memastikan keakuratannya.
Negara bagian dapat ikut berpartisipasi dalam program ini dengan menyimpan Bitcoin mereka di Strategic Bitcoin Reserve dalam akun terpisah, dan mereka berhak menarik atau mentransfer Bitcoin tersebut sesuai dengan kesepakatan yang ada.
Sedangkan untuk urusan pembelian Bitcoin akan didanai sebagian dari surplus dana yang berasal dari bank-bank Federal Reserve serta pendapatan yang diterima oleh kementerian keuangan.
RUU ini juga memastikan bahwa hak individu untuk membeli, menyimpan, dan mentransfer Bitcoin tetap terlindungi, tanpa ada kemungkinan penyitaan Bitcoin pribadi oleh pemerintah.
Hingga saat ini baru El Salvador yang melakukan seperti ini secara nyata, lewat program pembelian 1 BTC setiap hari yang dicanangkan sejak September 2024.
El Salvador Tambah 1 Bitcoin Setiap Hari Selama 665 Hari
3 Skenario Utama Memperkuat Dominasi Dolar ASSalah satu bagian menarik dari RUU itu adalah bahwa dengan AS menimbun BTC sebanyak itu, dapat memperkuat posisi dolar AS dalam sistem keuangan AS.
“Bitcoin, sebagai aset digital yang terdesentralisasi dan terbatas jumlahnya, menawarkan sifat-sifat unik yang melengkapi cadangan nasional yang ada, serta memperkuat posisi dolar Amerika Serikat dalam sistem keuangan global,” tertera di RUU itu.
Jika Amerika Serikat sukses mengadopsi rencana besar ini, dengan mengintegrasikan Bitcoin sebagai bagian dari cadangan keuangan, hal ini dapat memperkuat posisi dolar AS dengan beberapa cara.
Pertama, Bitcoin dapat meningkatkan daya tarik dolar AS dengan menambahkan aspek keamanan dan stabilitas tambahan. Karena Bitcoin memiliki pasokan yang terbatas (hanya 21 juta kelak di tahun 2140 dari saat ini, per Jumat (8/11/2024) sudah mencapai 19,7 juta BTC), menambahkannya ke dalam cadangan nasional dapat memperkuat nilai dolar AS sebagai mata uang yang didukung aset digital yang langka.
Jadi, jika AS mengadopsi Bitcoin, negara-negara lain mungkin akan memandang dolar sebagai aset yang lebih terpercaya (ada legitimasi super besar), terutama ketika ketidakpastian global meningkat.
Kedua, dengan memasukkan Bitcoin ke dalam ekonomi AS, dolar dapat tetap dominan dalam ekosistem mata uang digital global. AS dapat mengintegrasikan Bitcoin melalui regulasi dan teknologi pembayaran berbasis blockchain, memperluas penggunaan dolar dalam transaksi kripto.
Hal ini dapat mendorong banyak entitas internasional, termasuk perusahaan dan individu, untuk lebih mengandalkan dolar dalam aktivitas berbasis Bitcoin, menjadikannya pilihan utama dalam transaksi digital.
Ini mungkin sedikit lebih dekat dengan gagasan “Bitcoin Standard” dipopularkan melalui buku The Bitcoin Standard: The Decentralized Alternative to Central Banking karya ekonom Saifedean Ammous pada tahun 2018.
Ketiga, AS juga akan mendapat keuntungan sebagai pengendali pasar yang lebih dominan terhadap Bitcoin, memanfaatkan posisinya untuk mengawasi pergerakan pasar yang terkait dengan aset digital wahid ini dan mencegah fluktuasi besar yang berisiko.
Sebagai pemegang Bitcoin yang kuat, AS dapat mempengaruhi harga pasar Bitcoin dan menggunakannya sebagai alat diplomatik untuk menjaga stabilitas finansial serta mempertahankan pengaruhnya dalam pasar internasional.
Negara Lain Bisa Ikut AS Timbun BitcoinJika Amerika Serikat menimbun 1 juta BTC dan menyimpannya selama minimal 20 tahun dengan kebijakan hanya boleh menjual ketika berada dalam keadaan defisit, skenario ini bisa menjadi strategi yang kuat untuk memperkuat ketahanan ekonomi AS dan memperpanjang dominasi dolar AS dalam jangka panjang.
Pertama, strategi penimbunan ini dapat menciptakan kelangkaan Bitcoin di pasar global, karena 1 juta BTC setara dengan sekitar 5 persen dari total suplai maksimum Bitcoin yang ada.
Dengan Bitcoin yang langka, nilainya akan cenderung meningkat seiring waktu, sehingga cadangan yang dimiliki AS juga akan mengalami apresiasi besar dalam nilai dolar. Ini memberi AS cadangan aset digital bernilai tinggi yang dapat dimanfaatkan sebagai hedge atau pelindung nilai terhadap inflasi dan ketidakstabilan ekonomi global.
Kedua, rencana penjualan BTC hanya saat AS mengalami defisit dapat memperkuat stabilitas fiskal AS. Ketika menghadapi kondisi defisit anggaran yang kritis, AS dapat menjual sebagian dari cadangan Bitcoin untuk menutupi kekurangan dan mencegah penurunan kepercayaan terhadap dolar.
Ini seperti “dana darurat” yang hanya diakses saat benar-benar diperlukan, yang membantu menjaga keseimbangan fiskal tanpa harus terlalu bergantung pada pinjaman luar negeri atau mencetak uang berlebih.
Ketiga, penyimpanan BTC selama minimal 20 tahun juga dapat memberi AS posisi yang kuat dalam diplomasi keuangan global.
Dengan memiliki cadangan Bitcoin yang signifikan, AS dapat memperkuat pengaruhnya dalam ekonomi digital dan mengembangkan regulasi yang sesuai untuk memastikan stabilitas pasar kripto.
Ini bisa membuat banyak negara lain mengikuti langkah AS atau memilih dolar sebagai mata uang internasional untuk transaksi berbasis Bitcoin, yang memperkuat status dolar sebagai mata uang cadangan global di era ekonomi digital.
Skenario AS timbun Bitcoin ini dapat meningkatkan daya saing ekonomi AS, mempertahankan kekuatan dolar, dan menciptakan ketahanan finansial yang lebih baik dalam menghadapi ketidakpastian ekonomi di masa depan.
Belum lagi dalam hal persaingan bisnis penambangan BTC, di mana AS mencoba mendominasi Tiongkok. Di sisi lain, Rusia mencoba mengejar ketertinggalan mereka, setelah pada 1 November 2024, Putin mengizinkan bisnis penambangan kripto di negeri itu dan memungkinkan dipadukan dengan BRICS.
AS Timbun Bitcoin, Negara Lain Bisa Bergantung?Jika Amerika Serikat menimbun 1 juta BTC dan menyimpannya dalam jangka panjang, ada beberapa implikasi signifikan yang mungkin akan dirasakan oleh negara-negara lain, terutama dalam hal stabilitas ekonomi dan geopolitik global.
Pertama, negara-negara lain yang lebih lambat mengadopsi Bitcoin atau aset digital dapat menghadapi ketergantungan yang lebih besar pada dominasi ekonomi AS. Dengan menguasai cadangan Bitcoin yang sangat besar, AS akan memiliki kekuatan pengaruh yang lebih besar terhadap pasar Bitcoin global.
Negara-negara yang belum mengakumulasi Bitcoin atau yang mengandalkan dolar dalam cadangan mereka akan semakin rentan terhadap keputusan ekonomi AS terkait Bitcoin, baik dalam hal kebijakan penjualan atau penggunaannya sebagai alat stabilisasi fiskal.
Hal ini bisa memperkuat ketergantungan mereka pada dolar AS, mengurangi fleksibilitas kebijakan ekonomi mereka sendiri.
Kedua, negara-negara yang memiliki rencana untuk mengadopsi Bitcoin sebagai alat pembayaran atau cadangan, seperti El Salvador, mungkin mengalami tekanan lebih besar akibat kenaikan harga Bitcoin.
Jika Bitcoin menjadi semakin langka akibat aksi AS timbun BTC, negara-negara ini akan menghadapi biaya yang lebih tinggi untuk mengakumulasi atau mempertahankan cadangan Bitcoin.
Hal ini dapat menciptakan kendala ekonomi, terutama bagi negara berkembang yang ingin beralih ke mata uang digital tetapi tidak memiliki sumber daya yang cukup untuk bersaing dengan pembelian AS.
Ketiga, implikasi geopolitik mungkin lebih terlihat dengan meningkatnya kekuatan diplomasi ekonomi AS. Dengan cadangan Bitcoin yang besar, AS dapat menawarkan bantuan atau pinjaman kepada negara lain menggunakan dolar atau bahkan Bitcoin, tetapi dengan persyaratan yang mungkin memprioritaskan kepentingan AS.
Jika kelak AS timbun Bitcoin, ini bisa memberi AS keunggulan dalam membentuk aliansi atau kemitraan strategis yang berbasis ekonomi digital, yang dapat membatasi kebijakan ekonomi independen bagi negara-negara yang menerima bantuan.
Bagi negara-negara pesaing, seperti Tiongkok atau Rusia, ini mungkin akan memperburuk persaingan ekonomi dan mendorong mereka mencari alternatif untuk mengurangi ketergantungan pada dolar, seperti dengan mengembangkan mata uang digital nasional atau meningkatkan aliansi perdagangan antar sesama negara non-AS, misalnya dalam BRICS. Pun mantan petinggi Bank Sentral Tingkok sendiri pernah berkata agar Negeri Tirai Bambu itu segera mengambil langkah strategis, karena AS punya rencana besar soal kripto.
Tiongkok Panik! Tidak Ingin Tertinggal oleh AS dalam Industri Kripto
Rencana penimbunan Bitcoin oleh AS dapat menguatkan posisi ekonomi dan geopolitiknya, sementara negara lain mungkin akan mengalami dampak ketergantungan yang lebih besar, kenaikan biaya akumulasi Bitcoin, dan tekanan untuk beradaptasi dengan ekonomi digital yang semakin didominasi oleh AS.
Ditambah kemenangan Trump yang didukung oleh Elon Musk, juga menyiratkan skenario menarik lainnya, di mana Trump bisa saja menjadi menteri di departemen baru, yang digaungkan olehnya di media sosial, yakni Department of Government Efficiency (D.O.G.E.)yang kelak akan mengurus rencana AS timbun Bitcoin sebanyak 1 juta. [ps]
Ronin Wallet: Solusi Praktis Investor Kripto Indonesia di Game Blockchain
Ronin Wallet tawarkan pengalaman transaksi cepat, murah, dan aman di ekosistem kripto Axie Infinity yang menarik bagi investor Indonesia. [765] url asal
#dompet-kripto #game-blockchain #ronin-wallet
(BlockChain-Media) 08/11/24 12:00
v/17765890/
Ronin Wallet, dompet digital yang dikembangkan oleh Sky Mavis, perusahaan di balik game popular Axie Infinity, kini menjadi pilihan menarik bagi investor kripto Indonesia, khususnya bagi mereka yang tertarik pada ekosistem game berbasis blockchain.
Melalui inovasi pada jaringan Ronin, Ronin Wallet menawarkan sejumlah keunggulan yang membedakannya dari dompet kripto lain.
Bukan hanya sekadar dompet, Ronin Wallet dirancang khusus untuk memenuhi kebutuhan transaksi di game blockchain, memungkinkan efisiensi lebih tinggi dengan biaya transaksi yang rendah.
Keunggulan Ronin Wallet dalam Ekosistem Game BlockchainBerdasarkan laporan dari Tokocrypto, salah satu keunggulan utama Ronin Wallet adalah kemampuannya untuk terintegrasi dengan mulus dalam ekosistem Axie Infinity.

Dalam ekosistem ini, Ronin Wallet memungkinkan pemain untuk mengakses aset dalam game seperti Axies, token Axie Infinity Shard (AXS) dan Smooth Love Potion (SLP) tanpa biaya gas yang tinggi.
Ini menjadi solusi efisien bagi para pemain Axie Infinity yang aktif melakukan transaksi dalam game, misalnya untuk membeli dan menjual Axies atau item terkait.
Tidak seperti dompet berbasis Ethereum, dompet tersebut berjalan pada jaringan Ronin, sebuah sidechain Ethereum yang dirancang untuk mengurangi kemacetan dan biaya transaksi.
Ini memungkinkan transaksi yang cepat dan hampir bebas biaya, sehingga menarik perhatian para investor kripto, terutama di Indonesia, yang tertarik untuk mengoptimalkan keuntungan dari dunia game berbasis blockchain tanpa terbebani biaya gas yang tinggi.
Mempermudah Transaksi Kripto dengan Biaya RendahDompet ini juga menghadirkan pengalaman transaksi kripto yang lebih lancar dan hemat biaya. Dalam jaringan Ethereum, biaya transaksi bisa menjadi penghalang bagi pengguna dengan modal kecil.
Namun, jaringan Ronin menawarkan biaya transaksi yang sangat rendah, atau bahkan gratis dalam beberapa kasus, karena efisiensi yang tinggi. Ini menjadi salah satu faktor yang menarik bagi pemain game dan investor kripto, yang tidak ingin keuntungan mereka habis oleh biaya transaksi yang tinggi.
Dalam ekosistem Ronin, semua transaksi dapat dilakukan dengan cepat dan mudah. Pengguna bisa mengirim atau menerima aset seperti Wrapped Ether (WETH) atau USDC di dalam jaringan dengan biaya yang minimal.
Bagi pemain Axie Infinity, biaya transaksi yang rendah ini memungkinkan mereka untuk memaksimalkan keuntungan dalam game tanpa harus mengeluarkan biaya besar setiap kali mereka melakukan transaksi.
Kemudahan Penggunaan untuk Pemula dan Investor Kripto BerpengalamanRonin Wallet dirancang dengan antarmuka yang sederhana, sehingga dapat digunakan oleh siapa pun, baik pemain yang baru mengenal dunia kripto maupun investor berpengalaman.
Proses pembuatan akun di Ronin Wallet cukup mudah, pengguna hanya perlu mengunduh ekstensi dompet ini untuk browser atau aplikasi selularnya.
Setelah itu, pengguna dapat membuat dompet baru dengan kata sandi dan Secret Recovery Phrase yang terdiri dari 12 kata, yang harus disimpan dengan aman untuk menghindari kehilangan akses.
Aplikasi Ronin Wallet yang ramah pengguna ini tidak hanya membantu pemain baru, tetapi juga memberikan kenyamanan bagi para investor kripto yang ingin memanfaatkan peluang di game blockchain.
Bagi pemain Axie Infinity, Ronin Wallet memungkinkan mereka untuk mengelola aset dengan lebih mudah dan efisien.
Menghubungkan Ronin Wallet dengan Axie InfinityUntuk mengakses Axie Infinity, pengguna cukup menghubungkan Ronin Wallet mereka ke marketplace Axie Infinity. Setelah terhubung, pemain bisa langsung mulai bermain dan melakukan transaksi seperti membeli, menjual, atau membiakkan Axies.
Ini tidak hanya menghemat waktu, tetapi juga memberikan pengalaman yang seamless bagi para pemain yang ingin fokus pada strategi permainan mereka tanpa khawatir tentang biaya tambahan atau kendala teknis.
Ronin Wallet juga mendukung berbagai aplikasi terdesentralisasi (dApp) lain yang berjalan pada jaringan Ronin, memberikan fleksibilitas lebih bagi pengguna yang ingin menjelajahi dunia kripto dan NFT selain Axie Infinity.
Ini menjadikan Ronin Wallet sebagai pilihan menarik bagi investor dan pemain yang ingin memperluas portofolio mereka di dunia dApp.
Keamanan yang Lebih Baik dengan Sistem Non-KustodianKeamanan menjadi salah satu perhatian utama bagi pengguna dompet kripto. Dalam hal ini, dompet tersebut menawarkan sistem non-kustodian, artinya pengguna memiliki kontrol penuh atas kunci pribadi dan aset mereka.
Dengan demikian, keamanan Ronin Wallet bergantung pada pengguna sendiri, di mana selama mereka menyimpan Secret Recovery Phrase dengan aman dan tidak membagikannya kepada siapa pun, aset mereka akan tetap terlindungi.
Bagi investor kripto di Indonesia, sistem non-kustodian ini memberikan jaminan bahwa aset mereka aman dan tidak dipegang oleh pihak ketiga. Ini berbeda dengan dompet kripto kustodian di mana pengguna menyerahkan kendali atas aset mereka kepada penyedia layanan.
Di Ronin Wallet, pengguna bertanggung jawab penuh atas keamanan aset, membuatnya lebih transparan dan aman untuk transaksi jangka panjang.
Dengan meningkatnya minat terhadap game berbasis blockchain dan NFT, Ronin Wallet berpotensi menjadi dompet kripto pilihan utama bagi pengguna di Indonesia.
Integrasi Ronin Wallet dengan ekosistem Axie Infinity tidak hanya memberikan kemudahan, tetapi juga memungkinkan pengguna untuk mendapatkan keuntungan finansial dari dunia game blockchain.
Selain itu, kemudahan penggunaan dan biaya rendah membuat Ronin Wallet ideal bagi investor baru yang ingin menjajaki dunia kripto tanpa terbebani oleh biaya tinggi. [st]