#30 tag 24jam
Jurus BSI Genjot Pemberdayaan Ekonomi Lokal Berbasis Syariah
Direktur Compliance & Human Capital BSI Tribuana Tunggadewi mengatakan saat ini BSI semakin fokus untuk pemberdayaan UMKM. [511] url asal
#umkm #bank-syariah-indonesia #bsi #syariah #bsi-umkm #kebun-raya-eka-karya-bali #pura-ulun-danu-bratan #baznas-ri #syariah-indonesia #umkm-bsi #peresmian-sentra-umkm-bsi #kemaslahatan #tbk #kesejahteraan #sentra
(detikFinance) 18/10/24 14:01
v/16650245/
Bali - PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) berkomitmen memperkuat kemandirian ekonomi lokal dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui peresmian Sentra UMKM BSI di Kampung Candikuning, Bedugul, Bali 18 Oktober 2024.
Direktur Compliance & Human Capital BSI Tribuana Tunggadewi mengatakan saat ini BSI semakin fokus untuk pemberdayaan UMKM. Ia menekankan pentingnya peran UMKM dalam menggerakkan ekonomi daerah.
Sentra UMKM Bedugul menjadi model pemberdayaan berbasis ekonomi syariah dengan tiga bidang usaha utama yakni pertanian holtikultura, minimarket yang menjual produk-produk lokal, serta gedung serbaguna untuk kegiatan ekonomi dan sosial seperti pertemuan dan acara pernikahan.
"Kami memilih Bali karena sebagai destinasi pariwisata internasional, Bali memiliki potensi besar untuk mendukung pertumbuhan UMKM yang berkelanjutan. Dengan adanya Sentra UMKM di sini, kami berharap dapat mendorong pemerataan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Bali," jelas Dewi di Bedugul, Bali Jumat (18/10/2024).
Sentra UMKM BSI di Bedugul, Kampung Candikuning menjadi salah contoh sentra UMKM BSI yang memilki prioritas sektor pariwisata dan menjadi pertama kali diresmikan oleh BSI. Kampung Candikuning berlokasi di antara 3 obyek wisata popular yaitu Pura Ulun Danu Bratan, Danau Beratan dan Kebun Raya Eka Karya Bali. Di Sentra UMKM BSI Bedugul jumlah penerima manfaat direncanakan sebanyak 50 KK dan 160 jiwa.
"BSI semakin fokus pada pemberdayaan UMKM. Hal tersebut menjadi salah satu upaya strategis perseroan untuk mendorong dan memperkuat peran ekonomi syariah sebagai katalis utama penopang pertumbuhan ekonomi Indonesia ke depan," ujar Dewi.
Dewi mengatakan, sebagai bank syariah terbesar di Indonesia, BSI memiliki tanggung jawab dalam pemberdayaan ekonomi umat melalui dana ZISWAF, khususnya zakat. Oleh karena itu, BSI berkolaborasi dengan BSI Maslahat dan BAZNAS RI membangun Sentra UMKM untuk memberikan kesempatan yang luas bagi masyarakat untuk berusaha dan peningkatan kesejahteraan di seluruh wilayah Indonesia.
"Sentra UMKM ini menjadi salah satu implementasi dari program zakat kami, yang diharapkan dapat mengangkat mustahik dari yang semula tidak bankable menjadi bankable," ujar Dewi.
Dewi juga menjelaskan bahwa terdapat perbedaan antara Sentra UMKM BSI dengan BSI UMKM Center yang saat ini ada di empat kota besar Indonesia.
"Kelas usaha di Sentra UMKM berbeda dengan UMKM Center. Di UMKM Center, kami mendukung usaha kecil, menengah, dan mikro, sedangkan di Sentra UMKM fokus kami adalah pada usaha mikro dan ultra mikro," jelas Dewi.
Ia juga menambahkan bahwa penerima manfaat UMKM Center terbuka untuk umum dan didanai melalui pembiayaan sedangkan Sentra UMKM ditujukan khusus untuk mustahik, dengan pendanaan berasal dari zakat, dengan fokus untuk membantu UMKM menjadi legal, feasible, dan bankable.
Hingga Agustus 2024, BSI telah membangun 35 Sentra UMKM yang tersebar di seluruh Indonesia, termasuk di Sumatera, Jawa, Bali, Kalimantan, dan Sulawesi. Program ini telah memberikan manfaat kepada 3.717 jiwa dengan penyaluran dana zakat sebesar Rp 17,4 miliar, di mana Rp 1,5 miliar di antaranya dialokasikan khusus untuk Sentra UMKM Bedugul.
Dewi menegaskan bahwa pembukaan Sentra UMKM BSI ini juga merupakan salah satu komitmen BSI untuk meningkatkan pariwisata di Bali, khususnya di kawasan Bali Tengah agar terjadi pemerataan ekonomi bagi seluruh masyarakat Bali.
"Semoga kehadiran BSI di Bedugul mampu membawa nilai tambah, kemaslahatan, dan meningkatkan perekonomian masyarakat, sekaligus meningkatkan literasi dan inklusi keuangan syariah di Bali," jelas Dewi.
(kil/hns)
BSI Tempati Peringkat 30 'World's Most Trustworthy Companies 2024'
BSI) masuk dalam jajaran World's Most Trustworthy Companies 2024 kategori Bank dari majalah Newsweek. [971] url asal
(detikFinance) 26/09/24 15:20
v/15592452/
Jakarta - PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) masuk dalam jajaran World's Most Trustworthy Companies 2024 kategori Bank dari majalah Newsweek. BSI berada di urutan 30 dari 66 bank di seluruh dunia yang masuk dalam kategori tersebut.
Direktur Utama BSI Hery Gunardi bersyukur karena di usianya yang masih muda yaitu 3 tahun, Perseroan mendapatkan apresiasi internasional dalam hal kepercayaan. Menurut Hery, torehan tersebut tidaklah mudah karena penilaian Newsweek terkait dengan pengakuan terhadap perusahaan yang telah mendapatkan kepercayaan dari konsumen, investor, dan karyawan.
"Alhamdulillah di usianya yang ke-3 BSI masuk dalam jajaran bank global yang terpercaya. Kami berterima kasih kepada seluruh stakeholder atas kepercayaan dan amanahnya yang insyaAllah akan terus kami jaga melalui kinerja berkelanjutan. Masuknya BSI dalam World's Most Trustworthy Companies 2024 kategori Bank ini sejalan dengan berbagai prestasi Perseroan yang tentunya berasal dari kepercayaan seluruh stakeholder," kata Hery, dalam keterangan tertulis, Kamis (26/9/2024).
Kepercayaan tersebut berdasar pada produk yang berkualitas, kesejahteraan karyawan dengan upah yang adil, dan kepemimpinan/manajemen yang efektif. Oleh karena itu, Hery mengucapkan terima kasih kepada seluruh stakeholder yang telah memberikan amanah terbaik untuk diemban BSI.
Hery pun menegaskan apresiasi pemeringkatan dari Newsweek salah satunya tak terlepas pula dari kemampuan BSI dalam menjalankan prinsip Good Corporate Governance (GCG) dengan baik.
"Penerapan prinsip GCG merupakan pilar fundamental dalam komitmen BSI untuk mengelola bisnis secara etis dan berkelanjutan. BSI senantiasa menempatkan kebijakan tata kelola sebagai salah satu strategi keberlanjutan Perseroan," kata Hery.
Sementara dalam pengelolaan GCG, BSI berkomitmen bahwa kepatuhan terhadap peraturan baik dari Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), serta peraturan perundang-undangan lain, wajib dilaksanakan oleh Dewan Komisaris, Direksi, dan seluruh pegawai dalam organisasi bank. Hal tersebut jelas membentuk etos kerja yang positif yang berimplikasi terhadap kepercayaan stakeholder. Untuk menerapkan fungsi kepatuhan maka perseroan telah membentuk Satuan Kerja Kepatuhan yang independen terhadap satuan kerja operasional.
Selain itu, kepercayaan investor terhadap BRIS di pasar modal tak terlepas dari kinerja fundamental yang kuat. Kinerja BSI hingga Semester I/2024 sangat moncer. Total aset BSI mencapai Rp 361 triliun, terbesar keenam di industri perbankan Tanah Air. Dana pihak ketiga (DPK) berupa tabungan yang dihimpun BSI mencapai Rp 129 triliun, terbesar kelima dengan pertumbuhan tertinggi di industri perbankan Indonesia yaitu 16,09%.
Net interest margin (NIM) yang dibukukan BSI pada periode tersebut juga sangat meyakinkan bagi bank yang usianya cukup muda yaitu sebesar 5,51%. Persentase tersebut terbesar ketiga di industri perbankan Tanah Air. Pun demikian dengan cost of fund (CoF) BSI berada di peringkat tiga terkecil yaitu sebesar 2,5%. Sedangkan net profit berada di urutan kelima terbesar Rp3,39 triliun dengan pertumbuhan tertinggi yakni 20,28%.
"Kinerja positif yang dibukukan BSI ini dibandingkan dengan industri perbankan Indonesia secara keseluruhan, yang membuktikan kinerja BSI sangat terjaga meski perusahaan masih berusia muda. Dan insyaallah kami akan terus bertumbuh karena potensi Indonesia dengan penduduk mayoritas muslim salah satu terbesar di dunia yaitu sekitar 239 juta jiwa. Potensi di Indonesia tersebut sangat besar bagi BSI," ujarnya.
Seperti diketahui, BSI saat ini merupakan bank syariah dengan customer base terbesar di dunia. Customer base BSI kini menembus 20,46 juta, tumbuh 6,05 juta dalam 3 tahun terakhir atau sejak awal merger pada Februari 2021. Di pasar modal, saham BSI (BRIS) pun memiliki tren positif. Setidaknya pada perdagangan Selasa (17/9) BRIS mencapai all time high (ATH) di level harga Rp3.180 per lembar saham.
Selain itu, saham BRIS sudah ditransaksikan sebanyak 20.278 kali dengan volume sebesar 109,67 juta lembar saham dan nilai transaksinya sudah mencapai Rp 338,29 miliar. Adapun kapitalisasi pasar BRIS pada periode tersebut mencapai Rp 143,46 triliun. Pencapaian ini menempatkan BRIS di peringkat 13 kapitalisasi saham terbesar di Index Harga Saham Gabungan (IHSG). Melalui catatan positif itu pula menempatkan BSI pada peringkat 9 kapitalisasi pasar terbesar bank syariah secara global, di bawah Bank Albilad dan Dubai Islamic bank.
Di sisi lain, Indonesia sendiri memiliki potensi industri halal sektor riil yang sangat besar yang dapat digarap BSI pada masa mendatang, yaitu mencapai US$264,92 miliar. Dari jumlah tersebut sebesar US$209,04 miliar terdapat di industri makanan dan minuman. Potensi terbesar kedua terdapat di industri fesyen serta halal media dan rekreasi yang nilainya sama yaitu sekitar US$19,25 miliar. Sisanya adalah travel halal, farmasi halal dan kosmetik halal.
Sebagai informasi, Newsweek adalah majalah berita mingguan terkemuka yang diterbitkan di New York City, Amerika Serikat dan terbit secara global. Newsweek menyebut 95% eksekutif bisnis merasa organisasi memiliki tanggung jawab untuk membangun kepercayaan, menurut survei PWC 2024. Di sisi lain, kepercayaan sedang menurun di berbagai industri, terkait disrupsi digital dan kurangnya transparansi pemasaran dalam ekonomi global yang sangat dinamis.
Oleh karena itu, kepercayaan menjadi lebih berharga dari sebelumnya. Newsweek mencatat ada 1.000 perusahaan dalam pemeringkatan yang sama dari 23 industri di 20 negara. Pemeringkatan ini didasarkan pada survei independen terhadap lebih dari 70.000 peserta dan 230.000 evaluasi dari pelanggan, investor, dan karyawan. Peringkat ini juga mencakup "social listening", hingga analisis penyebutan perusahaan di seluruh platform sosial.
(ncm/ega)
BSI Targetkan Masuk Top 3 Bank Syariah Global dalam Waktu 10 Tahun
PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) mengukuhkan visi untuk menjadi top 3 bank syariah global dari sisi kapitalisasi pasar dalam waktu 10 tahun mendatang. [957] url asal
#bsi #bank-syariah #bank-syariah-indonesia
(detikFinance - Moneter) 11/07/24 17:38
v/10446372/
Jakarta - PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) mengukuhkan visi untuk menjadi top 3 bank syariah global dari sisi kapitalisasi pasar dalam waktu 10 tahun mendatang. Hal ini disampaikan Direktur Utama BSI Hery Gunardi dalam acara diskusi buku hasil karyanya yang berjudul 'Mega Merger In The Pandemic Era: Kepemimpinan dan Tantangan Merger Bank Syariah Indonesia'.
"What's next, apa yang ingin dicapai oleh BSI? Kami telah menyusun rencana kerja selama 10 tahun, BSI masuk top 3 bank syariah global dari sisi market cap," ujar Hery dalam keterangannya, dikutip Kamis (11/7/2024).
Hery memaparkan bahwa setelah merger, BSI berhasil mencapai target ROE di atas 18% dan masuk dalam Top 10 Global Islamic Banks dari sisi kapitalisasi pasar pada Maret lalu. Pencapaian luar biasa ini berhasil diraih satu tahun lebih awal dari yang ditargetkan perusahaan yakni pada tahun 2025 mendatang.
Hasil dari merger tiga bank syariah milik Himbara (Himpunan Bank Milik Negara) membawa manfaat besar bagi BSI. Di antaranya BSI sukses memperbesar skala bisnis dan meningkatkan jumlah nasabah secara signifikan. Setelah merger jumlah nasabah BSI meningkat lebih dari 5 juta nasabah menjadi 20 juta pada maret 2024.
"Alhamdulillah, merger ini membawa banyak berkah bagi BSI, terutama jika kita melihat dari pertumbuhan aset. Dari tahun ke tahun, pertumbuhan aset BSI mencapai dua digit sementara industri hanya tumbuh satu digit," ujar Hery.
"Selain itu, pembiayaan dan dana pihak ketiga juga mengalami peningkatan. Di samping pertumbuhan kinerja yang meningkat, kinerja keuangan BSI juga semakin membaik. Sekarang, BSI telah menjadi bank kelas menengah yang terbaik di Indonesia" papar Hery.
Dalam diskusi tersebut, Hery mengatakan bahwa BSI merupakan salah satu bentuk nyata dari aspirasi pemerintah dalam upaya peningkatan ekonomi dan keuangan syariah di Indonesia.
Dia menegaskan BSI lahir dari keinginan besar pemerintah agar Indonesia memiliki bank syariah yang besar dan menjadi representasi kekuatan perbankan syariah di dalam negeri maupun global.
Menurutnya, kehadiran BSI harus bisa menjadi bank syariah yang modern, universal dan inklusif. BSI pun harus mampu menjangkau lebih banyak masyarakat di Tanah Air.
"Indonesia merupakan salah satu negara dengan penduduk muslim terbanyak, tapi sebelum hadirnya BSI, tidak ada bank syariah besar. Ini merupakan anomali padahal kita punya potensi besar untuk mengembangkan ekonomi dan keuangan syariah," jelas Hery.
Ketika melakukan merger tiga bank syariah milik Himbara, yaitu BRISyariah, Mandiri Syariah, dan BNI Syariah, Hery menceritakan bahwa dirinya menghadapi tantangan yang besar. Merger BSI berlangsung di saat pandemi COVID-19 melanda, namun di bawah kepemimpinan Hery proses integrasi tersebut dapat selesai sesuai jadwal yakni dalam tempo 11 bulan.
Hery mengungkapkan bahwa ketika mendapat amanah untuk memimpin proyek merger tersebut, sebagai seorang leader, ia menyadari bahwa mengawal proses merger dengan visi dan misi yang besar bukanlah tugas yang mudah.
Dia menceritakan bahwa saat merger, BSI harus melakukan transformasi, termasuk teknologi dan digital, serta menjadi bank syariah yang mampu bersaing dan kompetitif, sehingga BSI dapat memenuhi segala kebutuhan berbagai segmen konsumen dari segi bisnis apapun. Tantangan integrasi ini harus dijawab dengan solusi yang tepat agar konsolidasi dapat mendorong daya saing bank syariah.
Selain itu, tim merger juga harus memastikan bahwa semua proses berjalan sesuai dengan regulasi dan standar yang berlaku, baik dari sisi operasional, keuangan, maupun kepatuhan.
"Tidak hanya itu, semua hal ini pun harus kami selesaikan dalam waktu yang relatif singkat dan dalam kondisi luar biasa, yaitu ketika pandemi COVID-19 sedang berlangsung. Oleh karena itu, penerapan prinsip transparansi, komunikasi efektif dan kolaborasi yang erat merupakan aspek penting yang kami kedepankan," ujar Hery.
Sementara itu, CEO Rakyat Merdeka Group, Kiki Iswara Darmayana yang hadir dalam diskusi ini mengatakan dalam sebuah merger diperlukan jiwa kepemimpinan (leadership) yang tinggi untuk bisa membawa proses ini berjalan dengan lancar.
Hal ini tidak lepas dari proses merger yang mengharuskan transformasi untuk mendorong perusahaan memiliki daya saing dan profitabilitas yang lebih tinggi.
Merger dan transformasi memerlukan sosok pemimpin mumpuni agar dapat berjalan dengan sesuai, dan mencapai tujuannya. Kiki Iswara menilai Hery Gunardi berhasil menunjukkan hal tersebut selama merger BSI.
"Pak Hery merupakan seseorang yang berani mengambil risiko, tapi sangat penuh perhitungan. Keberanian beliau dalam mengambil risiko sangat menginspirasi, tetapi saya percaya dengan Pak Hery terutama karena pengalamannya ikut serta dalam proses merger Bank Mandiri," ujar Kiki Iswara.
Sementara itu, Pemimpin Redaksi Republika, Elba Damhuri mengatakan Hery Gunardi juga dianggap berhasil untuk merespon tantangan khususnya membangun SDM unggul berlandaskan prinsip dan nilai syariah.
Ini untuk mendukung tujuan bersama menjadikan Indonesia sebagai pemain utama di sektor keuangan dan perekonomian syariah. Elba juga mengapresiasi Hery Gunardi yang bisa membentuk culture perusahaan baru yang unggul, kuat dan tangguh. Untuk menciptakan budaya kerja yang lebih baik demi tercapainya visi dan misi BSI.
"Pak Hery dengan cermat mampu menerjemahkan cita-cita BSI dari pemangku kepentingan menjadi strategi. Meskipun menurut saya, keberhasilan merger ini tidak hanya terkait dengan strategi, tetapi juga dengan bagaimana mengelola sumber daya manusia. Dan saya melihat bahwa kematangan pengalaman beliau membuat proses integrasi dari merger ini berjalan dengan lancar," ungkap Elba.
Terkait apresiasi dari para pemimpin redaksi yang hadir dalam diskusi tersebut, Hery merasa bersyukur dan menegaskan hal tersebut menjadi pelecut semangatnya yang akan disebarkan kepada seluruh insan BSI di seluruh Indonesia.
(ncm/ega)
Kinerja Perusahaan Naik 15,3%, BSI Prioritas Meraih Award International
BSI Prioritas raih penghargaan internasional Best Islamic Finance Wealth Management Bank in Indonesia di ajang 16th Annual Islamic Finance Awards 2024. [677] url asal
(detikFinance - Ekonomi dan Bisnis) 11/07/24 12:05
v/10417917/
Jakarta - PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) kembali mencatatkan kinerja positif lewat BSI Prioritas. Hal itu pun membuat BSI Prioritas mendapatkan penghargaan internasional Best Islamic Finance Wealth Management Bank in Indonesia bersamaan dengan anugerah Best Islamic Finance Bank in Indonesia di ajang 16th Annual Islamic Finance Awards 2024 dan 18th Best Financial Institution Awards 2024.
SEVP Digital Banking BSI Saut Parulian Saragih mengatakan secara kinerja hingga kuartal II/2024, kinerja segmen wealth management solid dengan fund under management (FUM) mencapai lebih dari Rp 70 triliun, naik 15,3% secara tahunan (year on year/yoy). Sementara itu, nasabah dalam kelolaan wealth management BSI juga tumbuh signifikan mencapai lebih dari 64 ribu nasabah, tumbuh 14,7% (yoy).
"BSI Prioritas menawarkan empat solusi utama dalam pengelolaan kekayaan nasabah. Pertama, solusi wealth accumulation, yang memfasilitasi peningkatan aset melalui produk investasi seperti reksa dana, sukuk, emas, dan deposito. Kedua, solusi wealth protection, memberikan perlindungan dan persiapan masa depan melalui asuransi jiwa, kesehatan, dan Pendidikan," kata Saut dalam keterangan tertulis, Kamis (11/7/2024).
"Ketiga, solusi wealth distribution, menyediakan layanan konsultasi waris sesuai hukum Islam. Terakhir, solusi wealth purification, memfasilitasi konsultasi dan penyaluran zakat, infaq, shodaqoh, dan wakaf dengan laporan terintegrasi. Layanan terakhir adalah pembeda layanan BSI Prioritas dengan layanan prioritas bank konvensional," sambungnya
Dia menjelaskan, di tahun 2024, BSI menghadirkan berbagai produk investasi baru di antaranya Reksa Dana Syariah Terproteksi Sucor Syariah Proteksi 1, Reksa Dana Bahana USD Nadhira Sukuk dengan pembagian Dividen, produk Bancassurance Dana Hari Tua dan Smart Plan Syariah.
"Kami terus berinovasi memberikan layanan dan solusi keuangan syariah. Kami juga terus melengkapi dari sisi produk, tidak hanya sukuk dan reksa dana tetapi kami juga menyediakan aspek proteksi," tutur Saut.
Menurutnya, atas kinerja positif tersebut BSI Prioritas kembali menorehkan prestasi di tingkat internasional. Adapun prestasi terbaru BSI dinobatkan sebagai Best Islamic Finance Wealth Management Bank in Indonesia bersamaan dengan anugerah Best Islamic Finance Bank in Indonesia di ajang 16th Annual Islamic Finance Awards 2024 dan 18th Best Financial Institution Awards 2024.
"Dua apresiasi level global tersebut diraih BSI pada ajang penghargaan yang diselenggarakan oleh Alpha Southeast Asia. Ini sekaligus merupakan tahun ketiga berturut-turut bagi BSI memperoleh pengakuan bergengsi dari majalah investasi institusional pertama dan satu-satunya dengan fokus di kawasan Asia Tenggara yang berbasis di Hong Kong tersebut," jelasnya.
Dia mengatakan dengan aset sebesar Rp 357,90 triliun per Maret 2024, BSI menjadi bank syariah terbesar di Indonesia. BSI menguasai 41,13% pangsa pasar dari total aset industri perbankan syariah nasional yang mencapai Rp870,22 triliun pada kuartal I/2024.
Saut menjelaskan bahwa BSI terus berkomitmen dalam memberikan layanan keuangan yang sesuai dengan prinsip syariah. Salah satu komitmen tersebut diwujudkan melalui BSI Prioritas, yang hadir dengan tujuan membantu pengelolaan aset nasabah secara syariah.
"BSI sebagai sahabat finansial, sosial, dan spiritual bagi nasabah, BSI berkomitmen untuk memberikan solusi keuangan yang komprehensif dan berlandaskan pada nilai-nilai syariah. Dengan BSI Prioritas, kami berupaya untuk tidak hanya memenuhi kebutuhan finansial nasabah, tetapi juga memastikan bahwa setiap aspek pengelolaan kekayaan dilakukan sesuai dengan hukum dan prinsip-prinsip Islam," tutup Saut.
Sebagai informasi,sepanjang tahun 2024 ini Wealth Management BSI juga telah mendapatkan 3 penghargaan Internasional lainnya antara lain Global Islamic Finance Award sebagai Best New Islamic Wealth Management Product of The Year dan Best Islamic Wealth Manager in Indonesia, Global Private Banking Innovation Award 2024 sebagai Best Islamic Wealth Manager in Indonesia.
(ega/ega)


