Jokowi pun mengungkapkan, pembangunan 10 sekolah sekelas SMA Kebangsaan oleh tiap menteri akan meningkatkan indeks daya saing Indonesia di mata dunia. Halaman all [358] url asal
JAKARTA, KOMPAS.com - Presiden Joko Widodo sempat berandai-andai semua menteri di kabinetnya membangun sekolah berfasilitas lengkap.
Hal ini disampaikan Jokowi saat meresmikan Gedung Jokowi Learning Center SMA Kebangsaan, yang berada di Kabupaten Lampung Selatan, Provinsi Lampung, pada Kamis (11/7/2024).
Adapun pendiri sekolah tersebut adalah Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan.
Jokowi pun mengungkapkan, pembangunan 10 sekolah sekelas SMA Kebangsaan oleh tiap menteri akan meningkatkan indeks daya saing Indonesia di mata dunia.
"Kalau semua menteri, kemudian dari kita-kita yang memiliki rezeki yang banyak kayak Pak Hatta (Rajasa), Pak Boy Thohir mendirikan seperti ini 10 (buah), 10 (buah) saja, yang lain juga 10, 10, tapi harus kayak SMA Kebangsaan ini fasilitasnya, pasti ranking kita akan melompat," kata Jokowi saat peresmian, dikutip dari YouTube Sekretariat Presiden, Kamis.
Jokowi mengungkapkan, pembangunan sekolah serupa akan membuat Indonesia memiliki banyak SDM unggul.
Diketahui, saat ini peringkat daya saing Indonesia berdasarkan Institute for Management Development (IMD) World Competitiveness Ranking 2024 meningkat pada posisi ke-27 dari sebelumnya ke-34.
Adapun peringkat pendidikan dan kesehatan Indonesia masih jauh tertinggal di posisi ke-57 dan ke-58.
"Kita akan memiliki SDM unggul yang dibutuhkan negara ini," ucap dia.
Ia lantas menambahkan, SDM unggul akan membuat negara memiliki daya saing tinggi. Negara yang cepat, kata dia, akan mengalahkan negara yang lambat.
"Bukan negara besar kalahkan negara kecil, ndak. Bukan negara adidaya kalahkan negara kecil, endak. Tapi negara cepat akan kalahkan negara lambat, dan kita ingin jadi negara cepat, dengan SDM-SDM yang menguasai semuanya teknologi inovasi, semuanya," jelas Jokowi.
Presiden Joko Widodo menyempatkan diri mengecek jalan di Lampung Selatan. Tampak jalan aspal mengelupas dalam ukuran yang cukup besar. Halaman all [435] url asal
JAKARTA, KOMPAS.com - Presiden Joko Widodo menyempatkan diri untuk memeriksa jalan rusak saat sedang melakukan perjalanan darat dari Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr. H. Bob Bazar, SKM menuju Desa Bandan Hurip, Kabupaten Lampung Selatan, Provinsi Lampung, Kamis (11/7/2024).
Jokowi yang naik mobil Kepresidenan Indonesia 1 bersama dengan Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan (Zulhas) sempat berhenti dan turun untuk mengecek langsung jalan rusak yang dilewatinya.
Tampak jalan aspal mengelupas dalam ukuran yang cukup besar, sehingga membuat material batu dan pasir terlihat.
Jokowi pun memanggil Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono dan menyampaikan sejumlah arahan.
Basuki pun tampak mencatat arahan-arahan Jokowi melalui notes kecilnya.
Usai meninjau pompanisasi di Desa Bandan Hurip, Kabupaten Lampung Selatan, Jokowi menjelaskan peristiwa itu.
Jokowi mengatakan, jalan yang dilaluinya adalah Jalan Raya Palas Sukaraja.
"Oh ngecek jalan tadi. Jalannya kan tadi lubang-lubang, banyak yang rusak sehingga saya tadi langsung perintah ke Pak Menteri PU," ujar Jokowi dilansir siaran YouTube Sekretariat Presiden, Kamis siang.
Adapun setelah meninjau pompanisasi, Jokowi melanjutkan kunjungan kerjanya menuju SMA Kebangsaan.
Di sana Kepala Negara meninjau fasilitas pendidikan dan meresmikan Gedung Jokowi Learning Center (JLC) SMA Kebangsaan.
Sebelumnya, di RSUD Dr. H. Bob Bazar, SKM, Jokowi meninjau kesiapan infrastruktur kesehatan setempat.
Hal tersebut dilakukan guna mendukung distribusi alat-alat kesehatan besar oleh Kementerian Kesehatan untuk rumah sakit di daerah.
"Ya ini dalam rangka persiapan karena kita ingin mengirimkan alkes-alkes besar yang memerlukan persiapan ruangan, yang memerlukan persiapan listrik, baik itu cath lab, mammogram, kemudian CT scan, ada MRI. Yang saya lihat nanti akan dimulai, sampai di Lampung Selatan September ini sampai tahun depan," jelas Jokowi.
Berdasarkan hasil tinjauannya, Jokowi melihat bahwa RSUD Bob Bazar telah menyiapkan ruangan untuk CT scan.
Namun, masih memerlukan ruangan lain untuk alkes lainnya.
"Jadi memang ruangannya tadi yang disiapkan untuk CT scan tadi sudah dalam proses. Nanti saya minta Pak Bupati, Pak Gubernur yang untuk cath lab, mammogram, semuanya juga disiapkan oleh daerah. Baik, saya kira baik," tambahnya.