GOTO Kecewakan Investor, tapi Ada Satu Cara untuk Kembali Meraih Kepercayaan

GOTO Kecewakan Investor, tapi Ada Satu Cara untuk Kembali Meraih Kepercayaan

Para investor marah dan kecewa berat terhadap GoTo Gojek Tokopedia (GOTO). Hanya ada satu cara untuk kembali meraih kepercayaan investor. - Halaman all

(InvestorID) 08/07/24 05:21 10030505

JAKARTA, investor.id – Para investor tampaknya marah dan kecewa berat terhadap PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO), begitu kata mantan dirut Bursa Efek Jakarta, Hasan Zein Mahmud.

“Saya berdiskusi panjang dengan beberapa teman ritel yang memiliki saham GOTO dalam portofolio mereka. Sebagian besar marah semata karena harga saham yang terus turun sampai mentok di gocap. Wajar dan saya tak ingin komentar. Ada sebagian kecil yang kecewa karena kerugian besar yang diderita GOTO akibat pelepasan Tokopedia,” tulis Hasan Zein dalam postingan-nya di Facebook, yang dikutip pada Senin (8/7/2024).

Divestasi Tokopedia, dalam pandangan Hasan Zein, adalah koreksi kesalahan masa lalu – seperti mengorek luka lama yang bikin perih. Akuisisi Tokopedia dari sudut pandang mana pun terbilang overvalued.

“Saya tak ingin berprasangka, seperti seorang teman saya, bahwa akuisisi itu punya motif menaikkan aset menyongsong IPO. Faktanya memang demikian. Akuisisi Tokopedia menaikkan aset GOTO lebih dari Rp 100 triliun. Lebih dari Rp 90 triliun muncul di neraca GOTO sebagai goodwill. Pada saat yang sama, konsolidasi GTV (grosstransactionvalue) juga meningkat tajam,” sebut Hasan Zein.

Penulis buku Strategi Andal Investasi di Pasar Modal dan Acuan Meraup Cuan di Pasar Modal itu mengatakan bahwa koreksi memang menyakitkan, tapi perlu untuk perbaikan. “Divestasi Tokopedia mengharuskan GOTO membebankan sisa goodwill yang belum diamortisasikan menjadi biaya. Menambah kerugian bersih 2023 sebesar Rp 86 triliun,” tutur Hasan.

Salah satu tokoh pasar modal Indonesia itu menegaskan, hanya ada satu cara untuk kembali meraih kepercayaan investor, yaitu GOTO – setelah reorientasi bisnis dan restrukturisasi – mampu menunjukkan bahwa perusahaan bisa menciptakan laba.

“Sesuatu yang dalam prospektus IPO pun dianggap nyaris mustahil dicapai dalam satu dekade. Sekaligus, ini membuktikan bahwa langkah yang diambil GOTO merupakan koreksi ke jalan yang benar!” pungkas dia.

Hasan juga menyebut ini sebagai pertaruhan reputasi. Dalam daftar pemegang saham GOTO, ada Taobao (Alibaba) dan SVF GT Subco (Softbank). “Nama besar lain seperti Indonesia Investment Authority (INA), Abu Dhabi Investment Authority (ADIA), Astra, dan Telkomsel boleh jadi tergabung dalam masyarakat non warkat,” kata dia.

Di jajaran komisaris, ada Agus Marto dan John Prasetio. Komando pengelola dipegang oleh ‘visioner bisnis cemerlang’ Patrick Sugito Walujo.

Mengapa Saham GOTO Turun Tajam? 

Bagi Hasan Zein yang juga sebagai investor, pertanyaan yang paling relevan apakah GOTO sebagai perusahaan akan mampu bertahan eksis atau bakal hilang dari peredaran? Sebab hanya perusahaan yang mampu menghasilkan laba secara wajar dari operasi yang wajar yang mampu bertahan.

“Dari kacamata itu, saya melihat secara fundamental GOTO saat ini jauh lebih kuat. Segmen e-commerce yang boros dan boncos sudah bisa ditransformasi menjadi penyumbang laba bersih. Dibayar dengan harga kehilangan pengendalian (Tokopedia),” jelasnya.

Adapun penurunan tajam harga saham GOTO, menurut Hasan, semata faktor teknis. Alibaba (Taobao) telah menjual sebagian porsinya lebih dari 16 miliar saham. SVF GT Subco (Softbank) juga menjual hampir 100 juta saham. Sebagian founders, terutama yang berasal dari Tokopedia, telah pergi dan menjual kepemilikannya.

Sementara itu, cadangan employee stock ownership plan (ESOP) yang ada dalam GPF – masih sekitar 64 miliar saham – terus mengguyur pasar dengan harga Rp 2. Tanpa kehadiran pembeli besar, butuh waktu lama agar perimbangan permintaan dan penawaran kembali ke titik ekuilibrium.

“Karena itu, saya akan menyisihkan jatah angkringan saya untuk membeli 100 lot saham GOTO setiap minggu, bila harganya masih di gocap atau lebih rendah. Nabung saham! Uji akurasi penerawangan hingga akhir 2024. Cuan? Urusan kesekian,” ujarnya.

Editor: Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Baca Berita Lainnya di Google News

#berita-terkini #berita-hari-ini #goto #saham-goto #tokopedia #hasan-zein #go-jek #investor-ritel #goodwill #berita-ekonomi-terkini

https://investor.id/market/366330/goto-kecewakan-investor-tapi-ada-satu-cara-untuk-kembali-meraih-kepercayaan