Semen Indonesia Tetapkan 31,64 Ha Area Tambang Bulu Sipong Sebagai Kawasan Konservasi

Semen Indonesia Tetapkan 31,64 Ha Area Tambang Bulu Sipong Sebagai Kawasan Konservasi

PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SMGR) menetapkan area tambang 31,64 hektare atau 11,3 persen di Bulu Sipong IV, Pangkep, sebagai lahan konservasi. Halaman all

(Kompas.com) 08/07/24 07:09 10045204

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SMGR) menetapkan area tambang seluas 31,64 hektare atau 11,3 persen di Bulu Sipong IV, Pangkep, Sulawesi Selatan sebagai kawasan konservasi.

SVP Sustainability Office SMGR, Johanna Daunan mengatakan, pihaknya berkomitmen terhadap pembangunan berkelanjutan.

Dalam pengelolaan Bulu Sipong, SMGR bersama anak usaha PT Semen Tonasa menjalin kerjasama dengan Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XIX.

Doc. PT Semen Indonesia (Persero) PT Semen Indonesia (Persero)

"Kawasan Bulu Sipong seluas 31,64 hektare atau 11,3 persen dari total lahan tambang seluas 280 hektare sebagai kawasan konservasi," kata Joanna dalam siaran pers, Minggu (7/7/2024).

Dia mengatakan, upaya yang telah dilakukan dalam pengelolaan Bulu Sipong, antara lain dengan pemantauan getaran dan udara ambien secara berkala oleh pihak ketiga.

Hasilnya, nilai getaran terjaga di bawah standar nasional untuk bangunan cagar budaya, begitu pula kualitas udara ambien di sekitar situs yang juga terjaga sesuai standar Kementerian Lingkungan Hidup.

SMGR juga melakukan pengecoran jalan sepanjang 1.800 meter dan penyiraman jalan tambang secara berkala untuk mengurangi debu, mengedukasi karyawan dan masyarakat sekitar tentang pentingnya pelestarian situs prasejarah untuk memastikan keamanan situs.

"Kami juga telah memasang rambu, dan pembatasan akses dengan pemasangan pagar sepanjang 1.900 meter, serta revegetasi di kawasan konservasi," tambahnya.

Sebagai informasi, sejak 2018 PT Semen Tonasa telah bekerjasama dengan Badan Pengelola UNESCO Global Geopark Maros-Pangkep melalui penanaman 409 tanaman endemik dan total 863 tanaman untuk menambah keanekaragaman flora di Taman Kehati.

Di antaranya eboni (diospyros celebica), kayu kuku (pericopsis mooniana), dan bitti (vitex cofassus) yang merupakan tanaman endemik lokal. Kemudian ada juga beragam tanaman buah seperti jeruk, mangga, kelapa, rambutan, alpokat, durian dan sawo.

Johanna menambahkan, untuk memaksimalkan upaya pengelolaan, PT Semen Tonasa merilis Cultural Heritage Management Plan (CHMP) atau dokumen kajian yang merinci kebijakan yang tepat dalam segi pengelolaan warisan budaya baik tangible maupun intangible heritage, sehingga culture value dari kawasan tersebut tetap dapat dipertahankan hingga di masa yang akan datang.

"CHMP akan berfungsi sebagai panduan pengelolaan warisan budaya yang dimiliki oleh Perusahaan, termasuk Bulu Sipong yang merupakan situs cagar budaya, sehingga dapat dikelola dengan baik secara berkelanjutan dengan tetap mempertimbangkan nilai-nilai budaya yang ada," lanjutnya.

CHMP ditetapkan melalui serangkaian hasil penelitian literatur, Focus Group Discussion (FGD) dan observasi lapangan yang melibatkan Badan Pengelola UNESCO Global Geopark Maros-Pangkep, Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Hasanuddin, Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah XIX, para pakar arkeologi, antropologi, geologi, keanekaragaman hayati, pariwisata serta berbagai pemangku kepentingan lainnya.

Corporate Secretary SMGR Vita Mahreyni mengatakan, CHMP menjadi bukti keseriusan SIG dan PT Semen Tonasa dalam menjaga kelestarian peninggalan arkeologi dan budaya di wilayah operasional Perusahaan.

”Kami berharap situs Bulu Sipong dapat menjadi sarana edukasi dan membantu mempromosikan sejarah dan budaya kepada masyarakat luas,” ujar Vita.

Senior Specialist in Archaeology and Head of the Organizing Team of SPAFACON, Dr Noel Hidalgo Tan mengatakan, sebagai sebuah perusahaan tambang, SMGR telah menunjukkan kepedulian terhadap situs arkeologi dan warisan budaya di kawasan Asia Tenggara.

“SMGR berperan aktifdalam upaya konservasi situs arkeologi. dibuktikan dengan merilis Dokumen Rencana Pengelolaan Warisan Budaya CHMP atas situs prasejarah di Bulu Sipong IV," ujar Dr Noel.

"Kami berharap kepedulian SIG ini dapat dicontoh oleh perusahaan lain di Indonesia dan di kawasan Asia Tenggara," lanjut dia.

#arkeologi #semen-indonesia #semen-tonasa #lahan-konservasi

https://money.kompas.com/read/2024/07/08/070948426/semen-indonesia-tetapkan-3164-ha-area-tambang-bulu-sipong-sebagai-kawasan