Melodi Lagu Menjadi Lebih Sederhana sejak Tahun 1950an
Fenomena ini menyiratkan selera orang berubah Halaman all
(Kompas.com) 08/07/24 08:00 10049135
KOMPAS.com - Sebuah penelitian menemukan melodi lagu-lagu populer menjadi lebih sederhana sejak tahun 1950-an.
Temuan berdasarkan analisis terhadap ratusan lagu hit dalam 70 tahun terakhir yang menunjukkan “penurunan signifikan” dalam kompleksitas ritme dan nada dalam melodi lagu.
Seperti dikutip dari Independent, Jumat (5/7/2024) peneliti menemukan kompleksitas dan ekspresi kreatif dalam musik populer bergeser dari melodi ke elemen lain seperti kualitas suara.
“Kompleksitas melodi dalam lagu-lagu terpopuler telah menunjukkan penurunan yang signifikan sejak tahun 1950," kata Madeline Hamilton peneliti dari Queen Mary University of London (QMUL).
Temuan ini menyiratkan bahwa apa yang disukai orang tentang musik berubah.
“Jika berbicara tentang musik yang sangat populer, kita tidak lagi mendengarkan melodi vokal yang rumit tetapi kini mungkin lebih kepada progresi akord, lirik, atau tekstur suara yang menarik," ungkap Hamilton.
Sebagai contoh, melodi vokal Walking Behind You karya Eddie Fisher yang merupakan lagu terpopuler keempat pada tahun 1953 menggunakan banyak nada yang bukan merupakan bagian dari kunci lagu tersebut, sehingga membuatnya lebih kompleks.
Sementara lagu Poker Face oleh Lady Gaga, lagu terpopuler kedua di tahun 2009 jauh lebih sederhana di mana sebagian besar melodinya berupa nada tunggal (B natural) yang diulang berkali-kali.
Temuan ini berdasarkan analisis dari 1.131 melodi dari 360 single akhir tahun yang mencapai lima besar di tangga lagu Billboard AS setiap tahun antara tahun 1950 dan 2022.
Tim menyebut meski kompleksitas ritme lagu dan aransemen nada menurun selama tujuh dekade, jumlah rata-rata nada yang dimainkan per detik meningkat.
Para peneliti percaya bahwa pergeseran kompleksitas dari melodi ke elemen lain dapat menghentikan musik agar tidak terdengar berlebihan di mata pendengar.
“Pada tahun 50an, rentang warna nada (kualitas suara) yang memungkinkan untuk produksi musik terbatas dan hanya dibuat dengan instrumen fisik dan aksesori yang tersedia pada saat itu," tulis peneliti dalam makalah yang dipublikasikan di Scientific Reports.
Sedangkan saat ini dengan aksesibilitas perangkat lunak produksi musik digital, siapa pun yang memiliki laptop dan koneksi internet dapat menciptakan suara yang dapat mereka bayangkan.
#musik #lagu #melodi-lagu-menjadi-lebih-sederhana #melodi-lagu