Pemerintah Targetkan Kemiskinan Ekstrem di Bawah 0,5 persen Akhir 2024
Pemerintah menargetkan kemiskinan ekstrem nol persen pada 2024. Namun, target tersebut dianggap sulit untuk dicapai. Halaman all
(Kompas.com) 08/07/24 09:18 10058649
JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy mengakui bahwa target mengentaskan kemiskinan ekstrem pada 2024 sulit tercapai.
Namun, dia optimistis angka penurunan eksterem di Indonesia bisa terus ditekan hingga berada di bawah 0,5 persen sampai akhir 2024.
“Untuk kemiskinan ekstrem saya optimis akhir tahun 2024 walaupun tidak 0 bunder mestinya bisa di bawah 0,5 persen,” ujar Muhadjir dalam keterangan tertulisnya, Senin (8/7/2024).
Menurut Muhadjir, angka kemiskinan ekstrem di Indonesia hingga Maret 2024 berada di angka 0,83 persen. Hal ini berdasarkan data terbaru yang diterbitkan Badan Pusat Statistik (BPS).
Tingkat kemiskinan ekstrem itu, kata Muhadjir, mengalami penurunan 0,29 persen dibandingkan 2023 yang berada di angka 1,12 persen.
“Capaian ini merupakan bukti komitmen pemerintah dalam upaya menurunkan kemiskinandan kemiskinan ekstrem,” kata Muhadjir.
Maksimalkan waktu
Saat ini, lanjut Muhadjir, Kemenko PMK akan memaksimalkan sisa waktu 5 bulan hingga akhir 2024 untuk terus menekan angka kemiskinan ekstrem.
Harapannya, penurunan kemiskinan ekstrem bisa semakin dekat dengan target Presiden Joko Widodo (Jokowi), yakni 0 pereen.
"Semua intervensi yang sudah ada, kami optimalkan. Intervensinya dari tiga strategi, yaitu menekan angka pengeluaran keluarga miskin, menaikkan pendapatan melalui program pemberdayaan, dan kami juga mengoptimalkan penanganan kantong kemiskinan," pungkas Muhadjir.
Diberitakan sebelumnya, pemerintah menargetkan kemiskinan ekstrem nol persen pada 2024. Namun, target tersebut dianggap sulit untuk dicapai.
Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K) bahkan mengakui bahwa target tersebut sangat lah mustahil.
Sekretaris Eksekutif TNP2K Suprayoga Hadi menyatakan, target yang masuk akal untuk dicapai pemerintah adalah 0,5 sampai 0,7 persen kemiskinan ekstrem pada 2024.
"Kalau nol koma nol (persen) jelas impossible, jadi memang kita antara 0,5 (persen) sampai 0,7 (persen)," kata Suprayoga di Istana Wakil Presiden, Jakarta, Kamis (14/12023).
Suprayoga beralasan, tren penurunan kemiskinan ekstrem dalam beberapa tahun tidak terlalu besar. Ia mencontohkan, kemiskinan ekstrem turun tidak lebih dari 1 persen dari 2,04 persen pada Maret 2022 menjadi 1,12 persen pada 2023.
Sementara, pemerintah hanya punya waktu kurang dari satu tahun untuk kembali menekan angka kemiskinan ekstrem menjadi nol persen.
“Target kita yang lebih optimis antara 0,5 (persen) sampai 0,7 (persen) yang realistis, tapi kalau yang benar-benar optimis sekitar 0,3 (persen)," ujar Suprayoga.
Ia menambahkan, upaya mencapai target tersebut akan dilakukan pemerintah dengan melibatkan pelaku dan mitra non-pemerintah.
Suprayoga juga menegaskan bahwa isu ini tidak boleh dianggap biasa saja karena ada potensi kenaikan tingkat kemiskinan nasional akibat inflasi.