F1 GP Inggris 2024, Air Mata Lewis Hamilton Usai Akhiri Puasa Kemenangan 945 Hari
Lewis Hamilton menangis usai memenangi F1 GP Inggris 2024. Itu merupakan kemenangan pertamanya setelah 945 hari atau sejak GP Arab Saudi 2021. Halaman all
(Kompas.com) 08/07/24 11:07 10062882
KOMPAS.com - Pebalap Formula 1 (F1) Lewis Hamilton (Mercedes) menangis dan tak percaya usai memenangi GP Inggris di Sirkuit Silverstone, Minggu (7/7/2024).
Lewis Hamilton menjadi pemenang GP Inggris 2024 setelah mengungguli Max Verstappen dan Lando Norris.
Ia mengakhiri puasa kemenangan selama 56 balapan beruntun atau 945 hari setelah terakhir kali menang di GP Arab Saudi 2021.
Hasil ini juga kemenangan kesembilan Hamilton di Silverstone, membuatnya melampaui rekor rekor legenda F1 Michael Schumachers untuk kemenangan terbanyak di satu sirkuit.
Victory tastes sweet after you haven\'t had one for 56 races
— Formula 1 (@F1) July 7, 2024
2021 Saudi Arabian Grand Prix ?? 945 days ?? 2024 British Grand Prix #F1#BritishGPpic.twitter.com/PPKhG2cgoz
Usai balapan, Hamilton sangat emosional. Bukan cuma karena menang, tetapi juga GP Inggris menjadi balapan terakhirnya bersama Mercedes sebelum pindah ke Ferrari.
"Saya tidak bisa berhenti menangis! Sudah sejak 2021, setiap hari bangun, mencoba untuk berjuang, berlatih, mencurahkan pikiran sata pada tugas saya dan bekerja sekeras mungkin dengan tim yang luar biasa ini," ucapnya dikutip dari situs F1.
"Ini adalah balapan terakhir saya di GP Inggris (sebelum pindah ke Ferrari). Jadi, saya sangat ingin memenangkannya untuk mereka karena saya mencintai tim ini," ujar Hamilton.
"Saya sangat menghargai mereka, semua kerja keras yang telah mereka lakukan selama bertahun-tahun," imbuhnya.
"Saya selalu berterima kasih kepada semua orang di Mercedes, semua partner kami, dan penggemar luar biasa. Saya bisa melihat Anda saat saya melaju dan tidak ada perasaan yang lebih baik selain finis terdepan di sini," ujar Hamilton.
Hamilton tak menampik sempat berpikir tak akan pernah bisa menang lagi.
"Kita hidup pada masa ketika kesehatan mental menjadi isu serius dan saya tidak akan berbohong bahwa saya pernah mengalaminya," ucapnya.
"Pasti ada saat-saat antara tahun 2021 dan di sini ketika saya merasa tidak cukup bagus atau berpikir itu (kemenangan) tak akan pernah terjadi lagi," ujarnya.
"Saya tidak pernah menangis setelah meraih kemenangan. Itu keluar begitu saja, itu perasaan yang sangat luar biasa dan saya sangat bersyukur," ungkap Hamilton.