Pasok Irigasi 26.773 Hektar di Gowa, Bendungan Jenelata Tuntas 2028
'Saat ini konstruksi Bendungan Jenelata progres baru mencapai 3,4 persen,' ujar Rizal. Halaman all
(Kompas.com) 08/07/24 10:38 10062892
KOMPAS.com - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pompengan Jeneberang sedang membangun Bendungan Jenelata yang terletak di Kecamatan Manuju, Kabupaten Gowa, Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel).
Direktur Bina Teknik Sumber Daya Air Ditjen Sumber Daya Air, Muhammad Rizal mengatakan, pengerjaan kontruksi Bendungan Jenelata dibangun dengan anggaran Rp 4,15 triliun yang bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) sebesar 15 persen dan Loan Cexim Bank Tiongkok sebesar 85 persen.
Adapun kontraktor pelaksananya adalah PT Adhi Karya (Persero) Tbk dan PT Wijaya Karya (Persero) Tbk, dengan KSO CAMC Engineering Co., Ltd dari Cina sebagai leader.
"Saat ini konstruksi Bendungan Jenelata progres baru mencapai 3,4 persen, dan ditargetkan akan selesai pada tahun 2028," ujarnya saat mendampingi Kunjungan Kerja (Kunker) Spesifik Komisi V DPR RI di Kabupaten Gowa, Provinsi Sulsel, Jumat (5/7/2024), dikutip dari laman Kementerian PUPR.
Dia menjelaskan, Bendungan Jenelata merupakan salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN) di Sulawesi Selatan yang memiliki kapasitas tampung sebesar 223,6 juta m3 dengan luas genangan seluas 1.220 hektar.
"Bendungan ini dibangun dengan kontruksi Concrete Face Rock Dam (CFRD) dengan ketinggian mencapai 62,8 meter dengan daya tampung efektif sebesar 223,6 juta m3," jelasnya.
Bendungan Jenelata memiliki beberapa manfaat, seperti penyedia air baku sebesar 6,05 m3/detik, mereduksi banjir hingga 1.114 m3/detik, penyedia air untuk daerah irigasi seluas 26.773 hektar, dan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) 7 Mega Watt.
Sementara itu, Wakil Ketua Komisi V DPR RI sekaligus ketua rombongan Kunker Spesifik, Andi Iwan Darmawan Aras berharap agar pembebasan lahan segera diselesaikan secepatnya dengan baik.
"Jika pembebasan lahan dapat terselesaikan, maka pekerjaannya bisa selesai tepat waktu di tahun 2028," pungkasnya.