Megawati Ingin Penyidik KPK Menghadapnya, PDI-P: Itu Cara Kritik untuk Rossa yang Tidak Profesional

Megawati Ingin Penyidik KPK Menghadapnya, PDI-P: Itu Cara Kritik untuk Rossa yang Tidak Profesional

Ronny menilai, cara pemeriksaan yang dilakukan penyidik KPK terhadap Hasto dan stafnya, Kusnadi, tidak profesional. Halaman all

(Kompas.com) 08/07/24 10:19 10062898

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua DPP PDI-P Bidang Reformasi Sistem Hukum Nasional, Ronny Berty Talapessy menilai, pernyataan Ketua Umum PDI-P Megawati Soekarnoputri yang meminta penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bernama Rossa Purbo Bekti untuk menghadapnya, merupakan salah satu bentuk kritik.

Megawati disebut ingin mengkritik cara Rossa menangani Staf Sekretaris Jenderal PDI-P Hasto Kristiyanto, Kusnadi yang dianggap tidak profesional.

Diketahui, Rossa diduga mengambil ponsel serta buku PDI-P dari tangan Kusnadi. Ponsel tersebut masing-masing milik Hasto dan Kusnadi saat diperiksa KPK pada 10 Juni lalu.

"Ya, itu cara Bu Mega mengkritik penyidik Rossa yang bertugas tidak profesional, menjebak saudara Kusnadi, tidak membolehkan Kusnadi didampingi pengacara, dan merampas properti partai," kata Ronny kepada Kompas.com, Senin (8/7/2024).

Ronny kemudian menyebut banyak pihak yang melihat cara-cara pemeriksaan seperti itu tidak sebagaimana mestinya.

Menurutnya, ada kesan cara pemeriksaan tersebut seperti dipaksakan.

"Wajar kalau beliau (Megawati) bersuara karena banyak orang melihat pemeriksaan dan tindakan penyidik Rossa ini kok seperti maksa," ucapnya.

Oleh sebab itu, dia berharap jika pertemuan itu terjadi, maka tidak ada lagi cara-cara pemeriksaan terhadap saksi yang terkesan memaksa.

Atau, lanjut dia, tidak ada lagi penyidik KPK yang menggunakan kewenangan hukumnya dengan tujuan lain.

"Kita juga tahu bahwa pimpinan KPK sendiri mengakui bahwa loyalitas penyelidik dan penyidik tidak tunggal. Dan ini rawan disusupi kepentingan-kepentingan lain," kata Ronny.

Bagi PDI-P, lanjut Ronny, rangkaian pemeriksaan terhadap Hasto dan Kusnadi jelas terlihat lebih terasa unsur politis. Apalagi, Hasto belakangan kerap mengkritik pemerintah yang sedang berkuasa.

Ia pun bertanya mengapa keduanya turut diperiksa dengan cara itu, padahal PDI-P yakin tidak ada uang negara yang dikorupsi.

"Sementara koruptor triliyunan tidak diperlakukan seperti ini," imbuhnya.

Terakhir Ronny berharap KPK menyelesaikan proses hukum dengan profesional dan sesuai aturan.

Dirinya juga berharap laporan PDI-P ke Dewan Pengawas (Dewas) KPK atas pemeriksaan Hasto segera diproses. Selain itu PDI-P juga menunggu pembaruan informasi atau update balasan surat dari KPK untuk Komnas HAM.

Sebelumnya diberitakan, Megawati Soekarnoputri menantang AKBP Rossa Purbo Bekti menghadap dirinya.

Hal ini disampaikan dalam pidatonya di hadapan kader-kader PDI-P pada acara pengucapan sumpah janji jabatan pengurus DPP PDI-P masa bakti 2019-2024 yang diperpanjang hingga 2025, Jumat (5/7/2024).

"Saya berani kalau umpamanya suruh datang Rossa, ngadepin aku," kata Megawati.

Ia menyinggung bahwa KPK merupakan lembaga yang dibentuk saat masa pemerintah dirinya sebagai presiden kelima RI, sedangkan Rossa yang berpangkat AKBP dianggap setara dengan letkol.

"Gile, orang KPK yang bikin itu saya. Gile deh. Panggil dia aja, pangkatnya apa? Apa ini baru letkol saja, belum jenderal," kata dia.

"Saya panglima tertinggi (sebagai presiden saat itu), yang misahin polisi (dari ABRI) itu saya. Keren lho, saya ini," imbuh Megawati.

Dalam kasus ini, Sekretaris Jenderal PDI-P Hasto Kristiyanto sudah dua kali diperiksa sebagai saksi oleh KPK.

Lembaga antirasuah itu juga menyita ponsel serta buku catatan Hasto yang diklaim terdapat informasi internal partai di dalamnya.

"Saya bilang sama si Hasto, \'Lo berani dateng enggak, To? Masak kalah sama aku. Aku aja dateng sampai 3 kali, lho, To\', ku bilang. \'Yo dateng lo, ini, Bu\'. Terus siapa sih yang manggil kamu? Tanyain namanya, gitu kan. Namanya Rossa. Tulis tuh, kamu (wartawan). Ibu bilang yang manggil Pak Hasto namanya Rossa," ungkap Megawati.

#kpk #pdi-perjuangan #megawati #megawati-ingin-temui-penyidik-kpk

https://nasional.kompas.com/read/2024/07/08/10195461/megawati-ingin-penyidik-kpk-menghadapnya-pdi-p-itu-cara-kritik-untuk-rossa