Pasar Smartphone di RI Akan Terus Bertumbuh
Smartphone Model Market Tracker Omdia melaporkan segmen harga smartphone kualitas rendah mengalami pertumbuhan tercepat di antara semua kategori smartphone. - Halaman all
(InvestorID) 08/07/24 11:51 10066982
JAKARTA, investor.id – Smartphone Model Market Tracker Omdia melaporkan segmen harga smartphone kualitas rendah mengalami pertumbuhan tercepat di antara semua kategori smartphone.
Smartphone dengan harga di bawah $150 meningkat sebesar 30 juta dari tahun ke tahun, dari 90 juta pada Kuartal ke-1 Tahun 2023 menjadi 120 juta pada Kuartal ke-1 Tahun 2024, menandai pertumbuhan sebesar 33%.
Khususnya smartphone yang sangat murah dengan harga maksimum $90, menunjukkan pertumbuhan tahun ke tahun yang mengesankan sebesar 87%, meningkat dari 18 juta pada Kuartal ke-1 Tahun 2023 menjadi 34 juta pada Kuartal ke-1 Tahun 2024.
Faktor penting yang mendorong pertumbuhan ini adalah tren di kalangan pembeli smartphone kelas menengah dimana mereka meng-upgrade smartphone baru ke model smartphone kelas atas, atau sebaliknya beralih ke smartphone kelas bawah yang harganya lebih terjangkau.
Menurut survei konsumen oleh Omdia, siklus penggantian smartphone adalah lebih pendek di pasar negara yang sedang berkembang dibandingkan di negara maju.
Sementara itu, laporan Canalys menunjukkan, pada kuartal I-2024, pasar ponsel global tumbuh 10 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu (year-on-year/YoY). Adapun volume pengiriman (shipment) ponsel selama tiga bulan pertama 2024 ini mencapai 296,2 juta.
Pasar smartphone global mencatatkan pertumbuhan positif dua digit sebesar 11 persen, yaitu pada kuartal II-2021 atau tepat sebelum pandemi Covid-19 merebak di dunia
Sebelumnya, data dari Canalys juga menunjukan penjualan ponsel pintar di Asia Tenggara naik 20% pada Januari 2024, dengan Indonesia menyumbang 38% dari total penjualan.
Sementara itu, menurut data IDC pasar ponsel pintar Indonesia mencatatkan rekor pada kuartal pertama. Ekspor naik 27,4% YoY hingga mencapai 10 juta unit pada kuartal pertama tahun 2024.
Pertumbuhan ini didorong oleh peluncuran kembali saluran ritel secara strategis menjelang musim Ramadan dan permintaan yang kuat di semua segmen harga.
"Tren penjualan gadget terus meningkat. Ini bisa dilihat kami memiliki toko ke 20 dengan rencana membuka 10 store lagi sehingga kami akan memiliki total 30 store sampai akhir tahun," ujar CEO PT Semua Karena Anugerah, Kevin Samuel, yang akrab disapa King Kevin dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Senin (8/7/2024).
King Kevin juga menyebutkan pada tahun 2023, Planet Gadget mengalami pertumbuhan 37%, dan menargetkan pertumbuhan yang stabil dengan strategi yang matang. "Kami siap menghadapi tantangan bisnis gadget dengan tim yang solid, sistem yang efektif, dan kreativitas yang terus berkembang," ujar Kevin.
Perkembangan bisnis Planet Gadget tidak lepas dari proses marketing yang dilakukan melalui media sosial, termasuk King Kevin yang aktif membuat konten di sejumlah media sosial mulai dari instagram, facebook, hingga TikTok. Bahkan di TikTok, King Kevin sudah memiliki followers hampir 10 juta.
Dalam kontennya, King Kevin tidak pernah berjualan secara langsung. Dia justru membuat konten yang berisi humor, motivasi, edukasi, hingga konten berbagi kebaikan. Di dalam kontennya tersebut, dia kerap menyisipkan berbagai hal positif dengan tujuan bisa lebih dekat dengan konsumennya.
"Respon masyarakat sangat positif. banyak yang mengenal Planet Gadget melalui video-video kami di TikTok. Tidak sedikit follower yang minta agar Planet Gadget buka di wilayah mereka. Target kami ke depan bisa buka gerai di seluruh Indonesia termasuk ke Sumatera, Makassar, hingga Kalimantan," tutur King Kevin.
Sejarah Planet Gadget sendiri dimulai sejak 2015. Kevin, yang sebelumnya berkecimpung di konveksi garmen, beralih ke bisnis gadget pada tahun 1999 sebelum fokus membangun brand Planet Gadget. "Penjualan tertinggi saat ini berada di Bali dan Jawa. Rata-rata penjualan satu store mencapai Rp3-5 miliar per bulan," ungkapnya.
Dengan sistem yang terstruktur, produk original, dan dukungan brand yang kuat, Planet Gadget siap menjadi pemain utama dalam bisnis gadget di Indonesia. Ekspansi yang terus berjalan dan potensi franchise yang terbuka menunjukkan optimisme perusahaan ini dalam meraih kesuksesan di masa mendatang.
Peluang Franchise
Planet Gadget, salah satu pemain dalam bisnis gadget di Indonesia, kian ekspansif dan menawarkan peluang Franchise dengan potensi omzet miliaran rupiah per bulan. Hal ini tidak lepas dari prospek bisnis jual beli gadget yang menjanjikan.
Planet Gadget yang berada di bawah bendera usaha PT Semua Karena Anugerah, baru saja membuka cabang terbarunya di Jalan Raya Condet No.60, Batu Ampar, Jakarta Timur.
Menariknya, gerai Planet Gadget yang berlokasi di Condet, Jakarta Timur ini dibangun melalui sistem franchise. Ke depannya, Planet Gadget masih akan terus mencari potensi kerja sama bagi pelaku usaha yang ingin berbisnis gadget melalui peluang franchise.
"Kami melihat potensi pasar yang belum tergarap dan ingin melibatkan masyarakat sebagai mitra bisnis. Ini juga menjadi cara kami mendukung himbauan pemerintah untuk menumbuhkan usaha padat kreatif," tutur King Kevin.
A Syaputra, Business & Development Manager Planet Gadget mengatakan pihaknya menawarkan tiga tipe toko untuk franchise yakni Mega Store, Reguler, dan Profit Sharing Store.
Adapun nilai investasi yang diperlukan berkisar antara Rp1 miliar hingga Rp5,5 miliar, dengan target omzet Rp1 miliar hingga Rp2,2 miliar perbulan serta keuntungan mencapai 9% per tahun. Target BEP adalah 2 hingga 4 tahun.
Meski demikian pihaknya cukup selektif dalam memilih mitra dan memastikan lokasi franchise dipilih dengan hati-hati untuk menjamin kesuksesan. Planet Gadget pun tidak secara spesifik menargetkan jumlah gerai yang dibangun melalui sistem franchise.
Planet Gadget sendiri menjual berbagai produk mulai dari smartphone, laptop, tablet, kartu perdana, hingga aksesori pendukung untuk semua segmen pasar. Panet Gadget juga telah menjadi distributor resmi berbagai brand ternama seperti Samsung, Apple, Oppo, Vivo, Realme, Xiaomi, dan Huawei.
"Varian produk memang mirip, tapi kami unggul dalam pelayanan dan memberikan pengalaman belanja yang menyenangkan. Kami menjamin semua produk yang dijual adalah original. Tidak ada barang black market atau second," tegas Kevin.
Editor: Imam Suhartadi (imam_suhartadi@investor.co.id)
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
Baca Berita Lainnya di Google News
#berita-terkini #berita-hari-ini #smartphone #planet-gadget #penjualan #ceo-semua-karena-anugerah #king-kevin #berita-ekonomi-terkini
https://investor.id/business/366361/pasar-smartphonedi-ri-akan-terus-bertumbuh