Enam Kereta Ini Berubah Nama, Cek Daftarnya
Pergantian nama pun tak hanya dialami oleh manusia, namun kereta api (KA) di Indonesia pun demikian. Halaman all
(Kompas.com) 08/07/24 11:31 10067482
JAKARTA, KOMPAS.com - Apalah arti sebuah nama. Begitulah pujangga sastra Inggris, William Shakespeare menciptakan dialog tragedi pada awal karirnya tentang kisah cinta antara dua anak muda Italia dari keluarga yang bertikai.
Ini adalah kalimat Juliet ketika dia memberi tahu Roma bahwa sebuah nama hanyalah sebuah nama dan karenanya merupakan sebuah konvensi tanpa makna di baliknya.
Namun, bagi masyarakat kita, nama memiliki makna. Oleh karena itu, tak jarang banyak orang mengganti nama karena mengharapkan kehidupan yang lebih baik dari sebelumnya.
Pergantian nama tak hanya dialami oleh manusia, namun kereta api (KA) di Indonesia pun demikian.
Bergantinya nama KA disebabkan beberapa faktor yakni, kelas layanan, rute, dan lain sebagainya.
Dikutip dari laman Instagram resmi PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI @kai121_, Senin (8/7/2024), berikut ini KA-KA yang berganti nama:
1. KA Suryajaya, Cikal Bakal KA Argo Bromo Anggrek
Pada tahun 1995, Perumka (KAI pada saat itu), melakukan tes pasar untuk mengetahui minat masyarakat terhadap layanan kereta api, dengan kode JS950 (Jakarta-Surabaya 9 jam di HUT RI ke-50).
Setelahnya, diluncurkanlah KA Suryajaya pada 1994 dengan kelas spesial eksekutif. Ternyata, respons pasar terhadap Ka Suryajaya sangat baik, dengan okupansi 95 persen sampai 100 persen.
Setelah itu, pada 31 Juli 1985, diresmikan KA Argo Bromo dan layanan KA Suryajaya berhenti beroperasi pada 17 Agustus 1995.
2. KA Badrasurya, Pendahulu KA Pasundan
Pada tahun 1970-an pernah dioperasikan KA Badrasurya yang merupakan dari Bandung Raya Surabaya.
Walaupun kelasnya ekonomi, tetapi kereta api ini berangkat awal dari Stasiun Bandung.
Kereta api Badrasurya berhenti beroperasi pada tahun 1997 dan diganti kereta api Pasundan hingga sekarang.
3. KA Mutiara Utara, sebelum menjadi KA Sembarani
KA Sembarani punya sejarah panjang. Keberadaannya diawali dengan layanan KA Mutiara Utara pada 27 September 1971.
Pada masa itu, terdapat beberapa kereta dengan nama "Mutiara", tapi KA Mutiara Utara memiliki kelas layanan tertinggi dengan hanya membawa kereta kelas satu.
Kemudian, KA Mutiara Utara digantikan dengan KA Sembarani pada 1 Oktober 1995, sebagai bagian dari pembaruan dan pengembangan layanan.
4. KA Fajar Pajajaran dan Senja Mataram, Pendahulu KA Lodaya
KA Fajar Pajajaran dan Senja Mataram yang mulai beroperasi pada 11 Maret 1992, melayani lintas Bandung-Yogyakarta.
KA Fajar Pajajaran dari Bandung memiliki waktu keberangkatan pagi. Sementara KA Senja Mataram dari Yogyakarta memiliki waktu keberangkatan malam.
Pada 1 September 1992, lintas pelayanan tersebut diperpanjang hingga Solo Balapan.
Pada 12 Mei 2000, KAI melakukan perombakan pada layanan kereta api. Sehingga, kereta api Fajar Pajajaran dan Senja Mataram digantikan oleh KA Lodaya.
5. KA Gaya Baru Malam Utara, Pelopor KA Kertajaya
KA Gaya Baru Malam Utara sebenarnya sudah ada sejak tahun 1960-an. Saat itu, layanan keretanya dikenal sebagai Kilat Malam dengan rute Jakarta-Surabaya.
KA Gaya Baru Malam Utara diresmikan pada tahun 1976.
Pada tahun 1980-an, populeritas KA Gaya Baru Malam Utara mencapai puncaknya dengan jumlah okupansi tembus 114 persen, sebelum akhirnya meredup pada tahun 1990-an yang akhirnya dihapus pada tahun 2002 dengan kehadiran KA Kertajaya pada tahun 1996.
6. KA Mahesa, Perintis KA Harina
Pada 1 Juli 1998, Perumka meluncurkan layanan KA Bandung-Semarang via Kroya-Purwokerto. Namun sayangnya, okupansi KA ini tidak terlalu bagus.
Akibat rute yang memutar sehingga waktu perjalanannya menjadi cukup lama. Perjalanan KA Mahesa akhirnya dihapus pada tahun 2000 dan digantikan dengan KA Harina pada 20 Mei 2003 dengan rute saat ini Bandung-Surabaya Pasarturi via Semarang.
#kai #kereta-api #nama #pt-kereta-api-indonesia-persero #ka #daftar-kereta-api-berubah-nama #perubahan-nama-kereta-api #nama-kereta-api-berubah #6-kereta-api-berubah-nama #nama-6-kereta-api-berubah
https://www.kompas.com/properti/read/2024/07/08/113111121/enam-kereta-ini-berubah-nama-cek-daftarnya