Jarum Diciptakan 40.000 Tahun Lalu di Eurasia Timur
Temuan ini memberikan wawasan mengenai evolusi pakaian Halaman all
(Kompas.com) 08/07/24 12:34 10071734
KOMPAS.com - Arkeolog mengaitkan kemunculan pakaian dengan penemuan jarum yang terbuat dari tulang.
Kenapa begitu?
Menurut peneliti jarum adalah inovasi teknologi baru yang digunakan untuk menghiasi pakaian untuk tujuan sosial dan budaya, menandai peralihan besar pakaian sebagai pelindung ke pakaian yang berfungsi sebagai ekspresi identitas.
"Jarum merupakan perkembangan penting dalam zaman prasejarah karena alat tersebut mendokumentasikan transisi fungsi pakaian dari kegunaan ke tujuan sosial," kata Ian Gilligan, arkeolog dari Universitas Sydney.
Dan seperti dikutip dari Sci-News, Minggu (30//6/2024) berdasarkan studi baru, jarum paling awal diketahui muncul 40.000 tahun lalu di Siberia.
Pembuatan pakaian sendiri bermula dengan menggunakan perkakas batu untuk menyiapkan kulit binatang yang akan dipakai manusia sebagai isolasi termal.
Dari situ lalu muncul penusuk tulang dan kemudian jarum untuk membuat pakaian yang pas dan untuk menghiasnya.
Dan dari tingkat kesulitan, jarum lebih sulit dibuat dibandingkan dengan penusuk tulang.
Penusuk tulang adalah alat yang terbuat dari binatang lalu diasah sampai titik tertentu.
Sedangkan jarum merupakan penusuk tulang yang dimodifikasi dengan membuat lubang untuk memudahkan proses penjahitan dengan menggunakan benang.
"Berdasarkan bukti menunjukkan penusuk tulang sudah digunakan untuk membuat pakaian dan inovasi jarum mencerminkan produksi pakaian yang lebih rumit, seperti menghias pakaian dengan menempelkan manik-manik dan barang-barang dekoratif kecil lain di pakaian," terang Gilligan.
Itulah mengapa kemunculan jarum sangat penting, menunjukkan pakaian berevolusi tidak hanya untuk kebutuhan perlindungan terhadap unsur-unsur eksternal namun juga fungsi sosial, estetika untuk identitas individu dan budaya.
“Pengenaan pakaian secara teratur memungkinkan terbentuknya masyarakat yang lebih besar dan kompleks, karena orang dapat pindah ke iklim yang lebih dingin sambil juga bekerja sama dengan suku atau komunitas mereka berdasarkan gaya dan simbol pakaian yang sama,” papar Gilligan.
“Keterampilan yang terkait dengan produksi pakaian berkontribusi pada gaya hidup yang lebih berkelanjutan dan meningkatkan kelangsungan hidup dan kesejahteraan komunitas manusia dalam jangka panjang,” tambahnya lagi.
Makalah tim ini diterbitkan di jurnal Science Advances.
#pakaian #jarum #jarum-diciptakan-40-000-tahun-lalu #evolusi-pakaian