Tambang Emas di Gorontalo Longsor: 11 Orang Tewas, 22 Korban Hilang
Sebanyak 11 orang meninggal dunia akibat longsor di pertambangan emas tradisional di Kabupaten Bone Bolango, Provinsi Gorontalo. Halaman all
(Kompas.com) 08/07/24 13:57 10076428
JAKARTA, KOMPAS.com - Badan SAR Nasional (Basarnas) melaporkan, 11 orang meninggal dunia akibat longsor di pertambangan emas tradisional di Kabupaten Bone Bolango, Provinsi Gorontalo.
Jumlah tersebut bertambah seiring dengan ditemukannya 3 korban meninggal pada Senin (8/7/2024), setelah dilakukan pencarian sejak Minggu (7/7/2024).
”Hingga Senin (8/7/2024) pagi ini, korban meninggal sebanyak 11 orang. 8 orang yang ditemukan sebelumnya sudah di evakuasi, 3 masih di lokasi,” ujar Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Gorontalo Heriyanto, Senin (8/7/2024).
Saat ini, kata Heriyanto, tim gabungan masih mencari keberadaan 22 korban hilang akibat bencana tanah longsor yang terjadi pada Minggu kemarin.
Sementara itu, Kepala Pusat Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari menjelaskan bahwa longsor dipicu oleh hujan deras yang berlangsung sejak Sabtu (6/7/2024).
Sebanyak 33 orang menjadi korban dalam bencana tersebut. Sebanyak 5 korban di antaranya selamat dan sudah dievakuasim eski mengalami luka-luka.
“Kejadian ini juga mengakibatkan satu unit jembatan terputus dan beberapa rumah terdampak,” ucap Abdul.
Ia mengatakan bahwa hujan lebat disertai angin kencang masih mungkin terjadi di Kabupaten Bone Bolango dan sebagian Provinsi Gorontalo lainnya hingga Selasa (9/7/2024) besok.
Untuk itu, dia mengimbau warga untuk mewaspadai bencana longsor susulan, khususnya di wilayah Kabupaten Bone Bolango.
“BNPB mengimbau kepada para pemangku kebijakan di daerah dan juga masyarakat untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi adanya bencana susulan yang bisa terjadi,” pungkasnya.