Strategi Lion Air Group Hadapi Pelemahan Rupiah dan Tarif Batas Atas yang Tak Kunjung Direvisi

Strategi Lion Air Group Hadapi Pelemahan Rupiah dan Tarif Batas Atas yang Tak Kunjung Direvisi

Presiden Direktur Lion Air Group Daniel Putut Kuncoro mengatakan, operasional Lion Air Group masih bisa berjalan lancar. Halaman all

(Kompas.com) 08/07/24 14:11 10077051

JAKARTA, KOMPAS.com - Pelemahan nilai tukar rupiah serta belum direvisinya aturan tarif batas atas tiket pesawat membuat maskapai dalam negeri cukup terdampak. Mengingat biaya operasional industri penerbangan paling banyak menggunakan dollar AS.

Tak terkecuali dengan Lion Air Group. Grup maskapai penerbangan bertarif rendah yang menaungi maskapai Lion Air, Batik Air, hingga Wings Air ini juga terdampak oleh pelemahan rupiah dan TBA yang masih sama sejak 2019.

Kendati pun terdampak, Presiden Direktur Lion Air Group Daniel Putut Kuncoro mengatakan, operasional Lion Air Group masih bisa berjalan lancar.

Frekuensi penerbangan, rute yang dilayani, dan permintaan penumpang, kata Putut, masih dapat terjaga dengan baik. Hal ini lantaran pihaknya masih melanjutkan upaya efisiensi dalam operasionalnya sejak pandemi Covid-19.

"Efisien pasti. Memang dari pandemi Covid-19 itu strategi yang paling harus kita jalankan adalah strategi efisien. Tapi efisien bukan berarti mengabaikan keselamatan, kita tetap fokus kedisiplinan awak pesawat, kedisiplinan pegawai. Kemudian efisiensi di segala hal itu menjadi kekuatan sebetulnya," ujarnya saat ditemui Kompas.com di Jakarta beberapa waktu lalu, dikutip Senin (8/7/2024).

Dia menegaskan, meski langkah efisiensi dilakukan namun pihaknya berupaya agar aspek keselamatan tetap tidak terabaikan, baik dari sisi sumber daya manusia hingga armada pesawat.

Salah satunya dengan tetap menjalani perawatan pesawat sesuai dengan jadwal dan mengatur jadwal perawatan agar armada yang dioperasikan tetap mencukupi kebutuhan.

"Kebutuhan pesawat kita sementara ini cukup sehingga dengan adanya beberapa armada yang masuk ke kegiatan perawatan pesawat atau maintenance itu secara operasional kita enggak terganggu," ucapnya.

Selain itu, dia menyebut, belum direvisinya aturan TBA oleh Kementerian Perhubungan (Kemenhub) tidak terlalu membebani operasional maskapai.

Pasalnya, dengan besaran TBA saat ini pihaknya masih bisa menyesuaikan ke komponen tiket pesawat. Kemudian dari sisi demand pun jumlah penumpang masih tetap tinggi dengan penerapan tarif tiket Lion Air Group saat ini.

"Jadi saya enggak ada merasa bahwa ini (TBA belum direvisi) membebani. Yang penting kita fokus, kita fokus sama bisnis kita, kita fokus mencari market dengan kondisi yang seperti sekarang ini. Saya minta semua karyawan saya untuk fokus, disiplin, menjaga keselamatan, keamanan, dan nanti kita fokus juga ke kenyamanan," jelasnya.

Meski demikian, dia berharap bantuan dari kementerian dan lembaga untuk mendorong agar industri penerbangan dapat bertahan dan bangkit kembali. Salah satunya dengan memperkuat pariwisata dalam negeri.

#rupiah #lion-air #pelemahan-rupiah

https://money.kompas.com/read/2024/07/08/141100826/strategi-lion-air-group-hadapi-pelemahan-rupiah-dan-tarif-batas-atas-yang-tak