Berapa Kemiringan Atap Genteng yang Ideal?

Berapa Kemiringan Atap Genteng yang Ideal?

Meskipun kemiringan atap berbeda-beda pada setiap bangunan, ada empat kemiringan atap yang paling umum di rumah tinggal. Halaman all

(Kompas.com) 08/07/24 16:00 10085767

KOMPAS.com - Tingkat kemiringan atap genteng yang ideal perlu diketahui masyarakat agar bisa menempati rumah dengan nyaman.

Pasalnya, atap rumah dengan kemiringan yang tidak tepat berisiko mengalami kebocoran, genangan air, dan masalah lainnya.

Inilah sebabnya pemasangan atap genteng yang tepat sangat penting untuk menjaga integritas struktural rumah.


Dikutip dari situs Architectural Digest, kemiringan atap genteng menunjukkan tingkat kecuramannya. Umumnya dinyatakan sebagai rasio yang menunjukkan jumlah inci atap naik secara vertikal untuk setiap 12 inci yang memanjang secara horizontal.

Misalnya, kemiringan 4/12, berarti atap genteng naik 4 inci untuk setiap 12 inci secara horizontal. Semakin tinggi angkanya, semakin curam kemiringannya.

Meskipun kemiringan atap berbeda-beda pada setiap bangunan, ada empat kemiringan atap yang paling umum di rumah tinggal:

1. Kemiringan Atap 4/12

Kemiringan atap 18,4 derajat atau rasio 4/12, naik 4 inci secara vertikal untuk setiap 12 inci secara horizontal, sehingga menciptakan kemiringan yang landai.

Atap dengan kemiringan itu mudah untuk diinjak, dan menghabiskan lebih sedikit biaya untuk bahan penutup atap dan tenaga kerja karena kemudahan pemasangan.

Opsi material genteng yang bisa digunakan yakni aspal, tanah liat, beton, logam, batu tulis, dan kayu.

2. Kemiringan Atap 6/12

Kemiringan atap genteng 26,5 derajat atau rasio 6/12 memiliki kenaikan 6 inci per 12 inci kemiringan, sehingga menciptakan sudut kemiringan sedang.

Tingkat kemiringan atap itu lebih curam dan memiliki kemampuan menahan beban berat dan cuaca ekstrem seperti es dan salju.

Pilihan material genteng yang bisa digunakan yakni aspal, tanah liat, beton, logam, batu tulis, dan kayu.

3. Kemiringan Atap 8/12

Kemiringan atap 33,7 derajat atau rasio 8/12 naik 8 inci per 12 inci kemiringan, menghasilkan lereng curam berbentuk segitiga.

Atap yang lebih curam memiliki beberapa manfaat, seperti peningkatan limpasan hujan dan penumpahan salju. Cocok di daerah yang menerima curah hujan tinggi.

Opsi material genteng yang bisa digunakan yakni aspal, tanah liat, beton, logam, batu tulis, dan kayu.

4. Kemiringan Atap 12/12

Kemiringan atap genteng 45 derajat atau rasio 12/12 sangat curam, naik 12 inci per 12 inci kemiringan. Jenis atap ini rentan terhadap kebocoran atap.

Puing-puing yang jatuh cenderung terkumpul di talang air pada atap yang curam, dan jika tidak dibersihkan dan disingkirkan secara teratur, air dapat menggenang dan bocor melalui atap.

Pilihan material genteng yang bisa digunakan yakni aspal, tanah liat, beton, logam, batu tulis, dan kayu.

Kesimpulan

Tingkat kemiringan atap genteng yang ideal bergantung pada iklim lokasi, anggaran, dan material genteng yang ingin digunakan.

Namun secara umum, kemiringan atap genteng yang digunakan ialah antara 4/12 (18,4 derajat) dan 12/12 (45 derajat).

Sedangkan kemiringan yang lebih rendah memerlukan material khusus dan sistem drainase yang tepat untuk mencegah genangan air.

Para pemilik rumah tetap disarankan untuk meminta masukan profesional untuk mengetahui tingkat kemiringan genteng yang terbaik untuk atap rumahnya.

#genteng #atap-rumah #kemiringan-atap-genteng

https://www.kompas.com/properti/read/2024/07/08/160000821/berapa-kemiringan-atap-genteng-yang-ideal-