PLTA Mrica Terancam Tutup 2025 gara-gara Sedimentasi Serayu, Ini Upaya TJSL 7 SMV Kemenkeu Selamatkan DAS Serayu

PLTA Mrica Terancam Tutup 2025 gara-gara Sedimentasi Serayu, Ini Upaya TJSL 7 SMV Kemenkeu Selamatkan DAS Serayu

Kapasitas waduk Mrica tinggal 12 persen akibat sedimentasi Serayu, sehingga PLTA Mrica bisa tutup 2025. Ini upaya 7 SMV Kemenkeu selamatkan DAS Serayu Halaman all

(Kompas.com) 08/07/24 17:35 10094648

BANJARNEGARA, KOMPAS.com - Pembangkit listrik tenaga air (PLTA) Mrica di Banjarnegara, Jawa Tengah, yang dioperasikan oleh PLN Indonesia Power terancam tutup tahun depan akibat sedimentasi Sungai Serayu, imbas rusaknya DAS Serayu. Padahal, PLTA ini merupakan bagian dari suplai interkoneksi listrik di Jawa, Bali, Banten dan Yogyakarta.

Ancaman tutupnya PLTA Mrica karena sedimentasi di waduk mrica atau Bendungan Panglima Besar Sudirman akibat endapan lumpur Sungai Serayu sudah sangat parah, mencapai 6 juta meter kubik tiap tahun.

Hal ini disampaikan sosiolog Imam Prasodjo saat acara Launching Program Sinergi Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), yaitu Program Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Lingkungan di DAS Serayu, oleh 7 Special Mission Vehicle (SMV) di bawah Kementerian Keuangan pada Minggu (7/7/2024).

"Ada 131 juta meter kubik lumpur di waduk Mrican, itu menutupi 90 persen waduk, padahal PLTA Mrica ini objek vital nasional. Kalau tidak ada intervensi, 180 MW akan hilang, dan kalua waduk jebol bisa ancam nyawa serta kerugian lingkungan," kata Imam.

Oleh sebab itu, ia mengapresiasi upaya penyelamatn DAS Serayu oleh 7 SMV Kementerian Keuangan yang terdiri atas beberapa perusahaan, yakni PT Geo Dipa Energi (Persero), PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia (Persero), PT Sarana Multi Infrastruktur Indonesia (Persero), PT Sarana Multigriya Finansial (Persero), Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI), PT Indonesia Infrastructure Finance, dan PT Karabha Digdaya.

"Kolaborasi di negeri ini sesuatu yang luxury, inovasi harus dilakukan karena situasi DAS Serayu berlangsung bertahun-tahun, sehingga butuh orang-orang abnormal dari berbagai perusahaan, pemerintah pusat dan daerah serta masyarakat untuk mengatasinya," lanjut Imam.

Pj Bupati Banjarnegara Muhammad Masrofi membenarkan saat ini kapasitas waduk Mrica tinggal 12 persen dan sangat memprihatinkan. Dengan demikian, upaya penyelamatan DAS serayu melalui penanaman tanaman konservasi dan tanaman pakan jadi penting.

"Upaya TJSL dengan penanaman tanaman pakan ini merupakan sirkular ekonomi, yang mana pakannya untuk kambing dan hasil susu kambing untuk mengatasi stunting. Hal ini sebab angka stunting dan kemiskinan di Banjarnegara belum mencapai target nasional," katanya.



Sinergi TJSL 7 SMV Kemenkeu

Wakil Menteri Keuangan Republik Indonesia, Suahasil Nazara, menyaksikan launching sinergi 7 SMV untuk TJSL penyelamatan DAS Serayu.

Dia memaparkan, kegiatan 7 SMV ini sudah 3 tahun terlaksana. Antara lain penanaman mangrove, pembangkit listrik tenaga sampah, hingga tahun ini penyelamatan DAS Serayu.

"Tanggungjawab itu tidak berhenti setelah memberikan, tapi kita harus tetap melihat memperhatikan memastikan apakah TJSL bermanfaat bagi masyarakat," pesan Suahasil ke ketujuh SMV.

Selanjutnya soal DAS Serayu, merupakan tanggungjawab Bersama karena meliputi 5 kabupaten. "Soal PLTA Mrica, kami ingin tahu situasi yang dihadapi kalua sampai tahun depan terancam tak beroperasi," katanya.

Melalui program TJSL ini, SMV Kementerian Keuangan akan memberikan bantuan kepada 16 desa senilai lebih dari Rp 1,52 miliar. Bantuan ini akan digunakan untuk beberapa program kegiatan yang mendukung penyelamatan DAS Serayu melalui pemberdayaan masyarakat berbasis lingkungan.

"Penanganan DAS Serayu ini harus libatkan lebih banyak sinergi, sehingga dana-dana insentif fiscal, terutama dana desa, dapat digunakan dengan baik," tambahnya.

Penanganan DAS Serayu

Lebih lanjut, Direktur Utama PT Geo Dipa Energi (Persero) atau GeoDipa, Yudistian Yunis, mengungkapkan bahwa program penyelamatan DAS Serayu bukanlah hal yang sederhana.

Hal ini dikarenakan perlunya berbagai pihak untuk melakukan sinergi dan kolaborasi secara berkelanjutan demi memperbaiki ekosistem di sekitar DAS Serayu.

“Mudah-mudahan sinergi ini memberikan manfaat besar bagi masyarakat. Mari bersama kita jaga Dieng, DAS Serayu demi masa depan yang cerah,” katanya.

Ditemui terpisah, GM Indonesia Power PLTA Mrica Banjarnegara, Azrul Very Andhi, membenarkan kondisi PLTA Mrica yang memprihatinkan.

Menurut dia, sedimentasi lumpur sungai Serayu yang masuk ke waduk membuat air tertampung untuk diubah jadi listrik semakin sedikit.

Di sisi lain, pemerintah punya target menurunkan jumlah pembangkit listrik berbasis batu bara dan memperbanyak green energy untuk mencapai target bauran energi baru terbarukan 23 persen.

#banjarnegara #tjsl #plta-mrica #smv-kemenkeu #das-serayu

https://money.kompas.com/read/2024/07/08/173500626/plta-mrica-terancam-tutup-2025-gara-gara-sedimentasi-serayu-ini-upaya-tjsl-7