Jepang Panas Ekstrem, WNI Rasakan Suhu Membara

Jepang Panas Ekstrem, WNI Rasakan Suhu Membara

Jepang panas ekstrem, yang juga dirasakan warga negara Indonesia (WNI) yang tinggal di negara tersebut. - Halaman all

(InvestorID) 08/07/24 19:48 10103783

TOKYO, investor.id – Jepang panas ekstrem, yang juga dirasakan warga negara Indonesia (WNI) yang tinggal di negara tersebut. Musim panas di Jepang tahun ini begitu panas dengan suhu yang mencapai di atas 35 derajat Celcius di seluruh wilayah Jepang.

Mohamad Yusup, salah satu WNI yang tinggal di Tokyo, mengungkapkan tahun ini musim panas mencatat suhu tinggi padahal belum sampai ke puncak musim panas yang biasanya terjadi pada Agustus.

“Musim panas tahun ini yang saya rasakan luar biasa ya padahal ini baru di awal Juli. Dalam sepekan ini panasnya begitu menyengat dan begitu terasa di kulit dan kepala. Ini musim panas yang luar biasa, ditambah lagi kalau siang hari itu anginnya sedikit,” tuturnya, Senin (8/7/2024).

Yusup yang sudah berdomisili selama 16 tahun di Jepang itu pernah melewati berbagai musim panas bahkan pada saat Ramadan.

Namun tahun ini ia lebih waspada agar tidak terkena dehidrasi atau sengatan panas atau heat stroke. Tahun lalu keluarganya sempat dilarikan ke rumah sakit.

“Tahun lalu, istri saya kepalanya pusing, mual-mual, dan lemas. Akhirnya setelah dibawa ke rumah sakit, harus diinfus seharian. Juga anak-anak saya pernah mengalami gejala-gejala semacam dehidrasi, seperti mual, kepala pusing, badan lemas, dan sebagainya,” jelas Yusup.

Yusup yang bekerja sebagai perawat rumah sakit menyampaikan, angka pasien yang terkena sengatan panas meningkat di Jepang. Tak hanya yang dialami oleh kelompok lansia dan anak-anak, tetapi juga orang dewasa usia 30-an.

“Angka kejadian sengatan panas pasien yang masuk unit gawat darurat (UGD) itu banyak sekali. Biasanya ditandai dengan tekanan nadinya meningkat. Itu tanda awal dehidrasi,” kata dia.

Vidya Gatari, WNI yang tinggal di Prefektur Chiba, mengaku musim panas di Jepang tahun ini sangat hebat.

“Lebih sering berkeringat ketika di rumah meskipun kipas angin dinyalakan. AC pun harus disetel sekitar 15 derajat Celcius baru akan terasa sejuk. Leher juga terasa perih mungkin karena keringat berlebih yang diproduksi badan,” lanjutnya.

Vidya dan keluarganya merasakan sengatan panas setelah menghabiskan waktu di luar lebih banyak. Gejala panas ditandai dengan kepala terasa berat, mual, keluar keringat dingin, hingga demam yang naik turun selama dua hingga tiga hari.

“Dua tahun lalu, saya juga merasakan leher yang memerah dan perih di bulan-bulan musim panas. Tapi, mostly kami sekeluarga mudik atau travelling agar tidak merana di rumah,” katanya.

Ibu satu anak itu mengingat musim panas delapan tahun lalu di Jepang tidak seekstrem tahun ini.

Izzah yang tinggal di Yokohama mengatakan di kota tempat tinggalnya juga terasa lebih menantang. Menurutnya, suhu tinggi ini dipengaruhi juga pemanasan global yang berakibat musim semi yang bergeser serta berdampak pada musim hujan atau peralihan sehingga cuaca tak menentu.

“Suhunya enggak menentu, setelah hujan suhunya agak turun besoknya langsung naik drastis. Tahun ini beberapa kali merasa langsung pusing, sampai rumah enggak bisa ngapa-ngapain,” jelas Izza, diaspora yang sudah bermukim di Jepang selama enam tahun.

Suami Izzah yang adalah warga Jepang juga merasakan cuaca ekstrem musim panas tahun ini.

“Dia juga sama, rasanya mau meleleh. Akhirnya kita berdua mageran (bermalas-malasan) aja gitu,” ungkapnya.

Otoritas Jepang mencatat suhu meroket hingga 40 derajat Celcius di Prefektur Shizuoka pada awal pekan Juli 2024. Suhu ekstrem juga terjadi di beberapa wilayah, seperti Prefektur Gunma 39,8 derajat Celcius dan rata-rata 39 derajat di Prefektur Yamanashi.

Berdasarkan data Badan Meteorologi Jepang, rata-rata di wilayah Jepang suhu mencapai di atas 35 derajat Celcius, termasuk wilayah Kanto yang meliputi Tokyo, Chiba, Saitama, dan Kanagawa.

Menurut data media setempat, sebanyak 198 orang di Tokyo dibawa ke rumah sakit akibat terkena heat stroke.

Kedutaan Besar RI (KBRI) Tokyo juga mengimbau WNI untuk menjaga kesehatan selama musim panas di Jepang dengan menggunakan payung atau topi, banyak minum air putih, mengenakan pakaian longgar, dan aplikasikan tabir surya.

Editor: Grace El Dora (graceldora@gmail.com)

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Baca Berita Lainnya di Google News

#berita-terkini #berita-hari-ini #jepang #panas-ekstrem #panas-ekstrem-jepang #wni #suhu-membara #berita-ekonomi-terkini

https://investor.id/international/366407/jepang-panas-ekstrem-wni-rasakan-suhu-membara