Bos BI Buka Peluang Suku Bunga Turun pada Pengujung 2024
Selama ini kebijakan suku bunga diarahkan untuk menjaga laju inflasi, nilai tukar rupiah, serta stabilitas sistem keuangan. Halaman all
(Kompas.com) 08/07/24 20:10 10104091
JAKARTA, KOMPAS.com - Bank Indonesia (BI) membuka peluang untuk menurunkan suku bunga acuan, BI Rate, pada kuartal IV-2024. Hal ini sebagaimana disampaikan langsung oleh Gubernur BI, Perry Warjiyo.
Perry menjelaskan, selama ini kebijakan suku bunga diarahkan untuk menjaga laju inflasi, nilai tukar rupiah, serta stabilitas sistem keuangan. Dengan memperhatikan pertimbangan tersebut, bank sentral selama ini mempertahankan tingkat suku bunga acuan di level 6,5 persen,
"Dan kami akan mencoba nanti mungkin kalau ada ruang pada kuartal IV untuk menurunkan suku bunga," kata dia, dalam Rapat Kerja Badan Anggaran DPR RI, di Gedung DPR, Jakarta, Senin (8/7/2024).
Lebih lanjut Perry bilang, saat ini kebijakan moneter melalui suku bunga acuan difokuskan untuk menstabilkan nilai tukar rupiah. Bank sentral mencatat, sejak awal tahun (year to date/ytd) nilai tukar rupiah terhadap dollar AS masih melemah sekitar 5,9 persen.
"Sehingga sementara ini suku bunga BI Rate kami akan pertahankan dulu," ujarnya.
"Kalau kemudian nilai tukar rupiah bisa stabil, dimungkin kuartal IV kami coba ruang untuk penurunan suku bunga bisa dilakukan," sambungnya.
Pada April lalu, Perry menambah, BI sebenarnya telah berencana untuk menurunkan tingkat suku bunga acuannya. Akan tetapi, gejolak global kembali meningkat, ditandai dengan arah suku bunga acuan bank sentral Amerika Serikat (AS), The Federal Reserve (The Fed), dan ketegangan geopolitik di Timur Tengah.
"Itu yang menyebabkan kami fokusnya stabilitas nilai tukar rupiah," ucap Perry.
Ke depan, bank sentral meyakini, nilai tukar rupiah terhadap dollar AS akan bergerak stabil. Optimisme ini diusung dengan mempertimbangkan proyeksi penurunan tingkat suku bunga acuan The Fed, imbal hasil investasi portofolio dalam negeri yang menarik, fundamental ekonomi Indonesia yang dinilai terjaga, serta upaya stabilisasi pasar yang terus dilakukan BI.