Negara-negara Eropa Turut Gembira Atas Hasil Pemilu Prancis

Negara-negara Eropa Turut Gembira Atas Hasil Pemilu Prancis

Para pemimpin negara-negara Eropa turut gembira atas hasil pemilu Prancis. - Halaman all

(InvestorID) 08/07/24 23:54 10122808

PARIS, investor.id – Para pemimpin negara-negara Eropa turut gembira atas hasil pemilu Prancis. Pada Minggu (7/7/2024) dan Senin (8/7/2024), sejumlah pemimpin negara mengungkapkan "kebahagiaan" mereka atas terlaksananya pemilu Prancis, tepat setelah pemilu juga berlangsung di Inggris.

Perdana Menteri (PM) Spanyol Pedro Sanchez menjadi salah satu dari sejumlah pemimpin yang lebih dulu mengungkapkan komentarnya.

"Pekan ini, dua negara terbesar di Eropa memilih jalan yang sama dengan yang dipilih Spanyol setahun lalu (yakni) menolak sayap kanan ekstrem dan komitmen tegas terhadap sayap kiri sosial yang mengatasi masalah rakyat dengan kebijakan serius dan berani," unggahnya di platform media sosial X, Senin.

Ia menambahkan, baik Inggris maupun Prancis telah menyatakan “Ya” untuk kemajuan dan perkembangan sosial dan “No” terhadap kemunduran hak dan kebebasan.

"Tidak ada perjanjian atau pemerintahan dengan kelompok ekstrem kanan," imbuh Sanchez.

Selanjutnya, PM Polandia Donald Tusk juga berkomentar di X.

"Di Paris ada antusiasme, di Moskow ada kekecewaan, di Kiev ada kelegaan. Cukup untuk membuat Warsawa bahagia," tulisnya, mengutip ibu kota negara-negara Prancis, Rusia, Ukraina, dan Polandia.

Pula lewat platform X, Presiden Brasil Luiz Inacio Lula da Silva juga mengungkapkan dirinya turut merasa gembira.

"Sangat gembira dengan kebesaran dan kedewasaan kekuatan politik di Prancis yang bersatu melawan ekstremisme dalam pemilihan legislatif hari ini. Hasil ini, serta kemenangan partai Buruh di Inggris, memperkuat pentingnya dialog antara segmen progresif dalam membela demokrasi dan keadilan sosial," jelasnya.

"Mereka harus menjadi inspirasi bagi Amerika Selatan," imbuh presiden Brasil itu.

Pemimpin oposisi Yunani Nikos Androulakis juga mengomentari hasil pemilu di Prancis.

"Kemenangan besar bagi Prancis dan Eropa. Kemenangan besar bagi Republik. Dengan partisipasi kumulatif mereka di pemilu, rakyat Prancis membangun dinding pembatas terhadap ekstrem kanan, rasisme, dan intoleransi dan menjaga prinsip abadi Republik Prancis (yaitu) Kebebasan, Kesetaraan, dan Persaudaraan," ungkapnya lewat X.

Putaran kedua pemilu awal Prancis pada 7 Juli 2024 ditutup dengan Front Populer Baru (NPF) sayap kiri memenangkan kursi terbanyak di Majelis Nasional dengan 178 kursi. Aliansi Macron memperoleh 150 kursi, sedangkan National Rally (RN) sayap kanan ekstrem memperoleh 125 kursi.

Pemilu iitu mencatat tingkat partisipasi sebanyak 66,% dan tidak ada aliansi yang mencapai mayoritas absolut 289 kursi.

Keberhasilan RN sebelumnya di pemilu Parlemen Eropa mendorong Macron untuk membubarkan parlemen dan menyerukan pemilu awal, yang menghasilkan perubahan signifikan dalam distribusi kursi di antara partai-partai besar.

Di Inggris, Partai Buruh yang dipimpin Keir Starmer memenangi Dewan Rakyat atau majelis rendah parlemen dengan telak dengan perolehan 412 dari 650 kursi di majelis tersebut.

Partai Konservatif yang memimpin Inggris selama 14 tahun terakhir mengalami kekalahan besar. Partai Tory itu kehilangan 250 kursi, dari 471 menjadi 121, dengan memperoleh 23,7% suara.

Editor: Grace El Dora (graceldora@gmail.com)

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Baca Berita Lainnya di Google News

#berita-terkini #berita-hari-ini #politik-prancis #prancis #negara-eropa #eropa #pemilu-prancis #berita-ekonomi-terkini

https://investor.id/international/366435/negaranegara-eropa-turut-gembira-atas-hasil-pemilu-prancis