[POPULER JABODETABEK] Cerita Pekerja Pilih Naik KRL daripada Kendaraan Pribadi | Kapolri Diminta Pecat Polantas Pungli di Tol Cawang
Sederet berita di kanal megapolitan menjadi berita terpopuler pada Senin kemarin. Artikel soal cerita pekerja menjadi yang paling banyak dibaca. Halaman all
(Kompas.com) 09/07/24 06:08 10153238
JAKARTA, KOMPAS.com - Berita populer Jabodetabek sepanjang Senin (8/7/2024) yakni mengenai pekerja yang memilih menggunakan KRL daripada kendaraan pribadi.
Berita terpopuler lainnya yakni Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo yang diminta segera pecat anggota polisi lalu lintas (Polantas) terlibat pungutan liar (pungli).
Selain itu, karyawan toko ponsel di PGC yang memakai data 26 pelamar kerja untuk pinjaman online (pinjol) menjadi artikel yang ramai dibaca.
Berikut ini adalah paparan dari tiga berita populer Jabodetabek di atas:
1. Cerita Pekerja Pilih Naik KRL daripada Kendaraan Pribadi: Ongkos Sama, tetapi Fisik Aman...
Rifqi (28), karyawan swasta lebih senang menggunakan moda transportasi kendaraan publik untuk beraktivitas ke kantornya.
Ia mengaku lebih memilih naik kereta rel listrik (KRL) untuk berangkat kerja ke Tanah Sareal, Bogor dari tempat tinggal di Beji, Depok, karena alasan kondisi fisik
"Perlu pake ojol sih (dari stasiun ke kantor). Cuma tenaganya beda, pengeluaran (uang) setara tapi kan tenaga fisik setidaknya aman tersimpan," kata Rifqi saat ditemui di Stasiun Depok Baru, Senin (8/7/2024).
Rifqi mengungkapkan, jika menggunakan motor pribadi, biaya bensin yang harus dikeluarkan bisa mencapai Rp 26.000 untuk pulang-pergi.
"Kemungkinan satu liter bensin atau setara Rp 13.000, pulang-pergi Rp 26.000," ungkap Rifqi.
Baca selengkapnya di sini
Baca juga: Naik KRL daripada Kendaraan Pribadi, Pekerja Kantoran: Enggak Capek, Bisa Sekalian Tidur
2. Kapolri Diminta Segera Pecat Polantas yang Pungli di Tol Cawang
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo diminta turun tangan mengatasi kasus tiga polantas yang terlibat pungli.
Kejahatan yang dilakukan tiga penegak hukum itu terjadi di di KM 0+700 di Tol Cawang Grogol, Jakarta Timur, tepatnya di kawasan Halim Perdanakusuma.
Pakar Hukum Pidana Universitas Trisakti, Abdul Fickar Hadjar mengatakan Listyo harus memecat polantas yang diduga terlibat.
"Saya kira harus menjadi perhatian serius Kapolri, karena Polantas garda depan kepolisian sebagai penegak hukum yang berhadapan dengan masyarakat," ujar Fickar saat dihubungi Kompas.com, Minggu (7/7/2024).
"Karena itu, ketegasan sanksi menjadi penting. Menjalankan aturan dengan tegas, pemecatan," ucap Fickar.
Baca selengkapnya di sini
Baca juga: Perintah Kapolri, Polisi yang Pungli Bakal Ditindak
3. Karyawan Toko Ponsel di PGC Pakai Data 26 Pelamar Kerja untuk Pinjol
Karyawan toko ponsel di Pusat Grosir Cililitan (PGC), Kramatjati, Jakarta Timur, menyalahgunakan data pribadi 26 pelamar kerja untuk pinjaman online.
Kapolres Metro Jakarta Timur Kombes Nicolas Ary Lilipaly mengatakan, modus karyawan itu berpura-pura membantu orang lain yang ingin bekerja di toko ponsel di PGC.
Dengan begitu, pelaku pun meminta data para korban sebagai syarat melamar kerja.
"Kami sampaikan bahwa si terlapor, dalam hal ini R, melakukan modus operandi berupa dia berlagak seperti penyalur tenaga kerja di konter handphone," kata Nicolas Ary Lilipaly, Senin (8/7/2024).
Data pribadi yang diminta meliputi foto KTP dan swafoto si pelamar. Data itu kemudian disalahgunakan untuk mengajukan pinjaman online.
Baca selengkapnya di sini.
#polantas-minta-uang-di-tol #polantas-disogok-di-tol #data-pelamar-kerja-pgc-untuk-pinjol #krl #cerita-pekerja