Zirkzee Menuju Man United, Sacchi Tak Paham Strategi Transfer AC Milan
Joshua Zirkzee buruan lama AC Milan, mendekat ke Man United. Pelatih legendaris Milan, Arrigo Sacchi, tak paham dengan strategi transfer Rossoneri.
(Kompas.com) 09/07/24 05:00 10153255
KOMPAS.com - Joshua Zirkzee yang lama diburu AC Milan, mendekat ke Man United. Pelatih legendaris Milan, Arrigo Sacchi, mengaku tak paham dengan strategi transfer eks klubnya.
AC Milan disalip Man United dalam pengejaran terhadap penyerang Bologna asal Belanda, Joshua Zirkzee.
Man United diberitakan telah mengantongi kesepakatan personal dengan Zirkzee dan sang agen, Kia Joorabchian.
"Semua telah rampung dengan agen Zirkzee, langkah-langkah formal akan segera menyusul," demikian keterangan yang diberikan pengamat transfer, Fabrizio Romano, seputar pendekatan MU terhadap Zirkzee.
Man United kini disebut telah mengabarkan jalinan kesepakatan personal itu dengan Bologna.
Klub beralias Setan Merah itu tinggal membahas bersama Bologna formula transfer untuk Zirkzee. Salah satu kemungkinan adalah MU menebus klausul pelepasan Zirkzee sebesar 40 juta euro (Rp 705,2 miliar).
Hampir pasti, Zirkzee akan menjadi bagian The Red Devils (Setan Merah). Tetapi, Setan Merah yang dimaksud jelas bukan Milan, tim beralias Il Diavolo Rosso (Setan Merah).
"Zirkzee adalah masa lalu. Seperti Paulo (Fonseca) bilang, kami sedang memikirkan seorang pemain, saya tak akan menyebut namanya. Ada seseorang, mari kita lihat," ujar penasihat senior Milan, Zlatan Ibrahimovic, dalam sesi konferensi pers di Casa Milan, Senin (8/7/2024).
Milan yang kini ditukangi Paulo Fonseca pun belum punya figur yang bisa jadi garansi gol di lini serang, sepeninggal Olivier Giroud ke Los Angeles FC.
Mengingat Zirkzee merapat ke Man United, pencarian Milan akan sosok bomber masih jauh dari kata selesai.
Belakangan ini, Il Diavolo Rosso dikaitkan dengan Romelu Lukaku dan Alvaro Morata.
Dalam konferensi pers di Casa Milan hari Senin (8/7/2024), Ibrahimovic kian membuat publik penasaran soal target transfer Il Rossoneri (Si Merah-Hitam) untuk pos ujung tombak.
Ibrahimovic berkata, idealnya Milan punya tiga pemain untuk posisi bomber. Satu nama sudah ada dalam tim, yakni Luka Jovic.
"Soal tiga penyerang, salah satunya adalah Mister X, itu sudah pasti. Kemudian, itu tergantung pada situasinya. Jovic sudah bersama kami."
"Seperti yang saya katakan, kami ingin memiliki seorang pemain yang bisa digunakan dengan cara yang positif dan yang tidak berada di sini untuk membuang-buang waktu," tutur Ibrahimovic yang membawa Milan menjuarai Liga Italia 2010-2011 dan 2021-2022.
Sosok Mister X yang disebut Ibrahimovic menjadi kebingungan lain dalam manuver transfer Milan.
Sebelumnya, pelatih legendaris Milan, Arrigo Sacchi, sudah mengkritik cara manajemen eks klubnya dalam bergerak di pasar pemain.
"Pertama, saya membaca bahwa mereka menginginkan Zirkzee, seorang penyerang yang saya sukai atas apa yang ia tunjukkan bersama Bologna."
"Kemudian opsi Zirkzee memudar, mungkin karena alasan finansial, dan sepertinya mereka mengincar Lukaku, yang tidak saya sukai," ujar Arrigo Sacchi dilansir Sempre Milan dari La Gazzetta dello Sport.
Beralihnya minat Milan dari Zirkzee ke Lukaku, di mata Sacchi menunjukkan ketiadaan visi yang jelas dari pelatih dan manajemen Il Diavolo.
Sebab, menurut Sacchi, Zirkzee dan Lukaku adalah tipe pemain yang berbeda. Zirkzee dikenal sebagai ujung tombak yang suka terlibat dalam bangunan serangan.
Ia kerap turun untuk bertukar operan dengan pemain dari lini kedua. Sebaliknya, Lukaku lebih merupakan tipe striker penyelesai di area kotak penalti.
Melihat karakteristik itu, Sacchi sampai pada kesimpulan bahwa manajemen Milan belum punya konsep jelas tentang bagaimana tim akan bermain musim depan.
"Saya berkata pada diri saya sendiri, Zirkzee dan Lukaku saling bertolak belakang. Jika seorang pelatih terlebih dahulu suka dengan Zirkzee, tidak mungkin ia akan senang dengan Lukaku."
"Ada sesuatu yang tidak saya pahami dalam strategi klub," tutur pelatih yang membawa Milan juara Piala Champions 1989 dan 1990 itu."