Banjir Rob di Muara Angke Jakut, Warga Diimbau Tak Buang Sampah Sembarangan

Banjir Rob di Muara Angke Jakut, Warga Diimbau Tak Buang Sampah Sembarangan

Menurut Juaini, upaya pencegahan banjir harus dilakukan secara bersama-sama, termasuk oleh warga. Halaman all

(Kompas.com) 09/07/24 09:31 10172136

JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Wali Kota Jakarta Utara Juaini Yusuf mengimbau agar warga tidak membuang sampah sembarangan guna mencegah terjadinya banjir rob.

Hal ini disampaikan Juaini merespons terjadinya banjir rob di kawasan Muara Angke, Penjaringan, Jakarta Utara.

"Diimbau kepada warga agar tidak membuang sampah sembarangan," ucap Juaini ketika diwawancarai oleh Kompas.com, Selasa (9/7/2024).

Juaini menyebut, membuang sampah sembarangan bisa menyebabkan mampetnya selokan atau kali. Jika demikian, selokan atau kali tidak bisa lagi menampung air rob, sehingga terjadilah banjir rob yang menggenangi jalan atau permukiman warga.

Menurut Juaini, upaya pencegahan banjir harus dilakukan secara bersama-sama, termasuk oleh warga. Langkah ini dapat dimulai dari yang paling mudah, yakni tidak membuang sampah sembarangan.

Bersamaan dengan itu, Juaini mengaku telah meminta Suku Dinas Sumber Daya Air (Sudin SDA) Jakarta Utara secara rutin membersihkan saluran air untuk mencegah air rob meluap.

"Maksud saya biar enggak ada rob, saluran atau mulut-mulut air harus rutin dibersihkan atau dikuras, begitu juga dengan sungai dan waduk," terang Juaini.

Lebih lanjut, Juaini juga meminta agar Sudin SDA selalu mengecek rumah-rumah pompa di kawasan Jakarta Utara agar selalu siap ketika hendak dioperasikan.

Sebagai informasi, air banjir rob menggenang di sepanjang Jalan Dermaga Ujung II, Muara Angke, Penjaringan, Jakarta Utara, setiap harinya sejak tahun 2022.

Ketua RW setempat, Bani Sadar, mengatakan, genangan air banjir rob yang terjadi selama dua tahun terakhir disebabkan karena kontur jalanan yang cekung.

Padahal, kata Bani, kontur jalan di wilayah tersebut semula rata. Namun, seiring berjalannya waktu, kontur jalan berubah dan membentuk cekungan.

Bani dan warga sudah berkali-kali berupaya menanggulangi genangan air rob itu dengan melakukan pengerukan lumpur di selokan.

Namun, setelah beberapa hari lumpur selokan dikeruk, air genangan kembali muncul karena kontur jalanan yang cekung.

#banjir-rob-muara-angke #muara-angke-banjir-rob

https://megapolitan.kompas.com/read/2024/07/09/09310511/banjir-rob-di-muara-angke-jakut-warga-diimbau-tak-buang-sampah