IPO Asia Tenggara Turun Drastis, Pasar Harapkan Listing AI

IPO Asia Tenggara Turun Drastis, Pasar Harapkan Listing AI

IPO di Asia Tenggara menurun secara signifikan dalam enam bulan pertama 2024. - Halaman all

(InvestorID) 09/07/24 10:41 10176558

JAKARTA, investor.id – Pasar penawaran umum perdana (initial public offering/ IPO) di Asia Tenggara menurun secara signifikan dalam enam bulan pertama 2024. Kapitalisasi pasar pada semester I-2024 anjlok 71% menjadi US$ 5,8 miliar (sekitar Rp 94,5 triliun), menurut laporan dari Deloitte.

Wilayah ini hanya mencatat 67 penawaran umum perdana pada semester pertama, dengan jumlah tersebut turun 21,2% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Jumlah yang diperoleh dari IPO ini turun 53,3% dari tahun ke tahun (YoY) menjadi US$ 1,4 miliar.

Tidak ada IPO blockbuster dari Januari hingga Juni 2024, yang ada hanya satu IPO besar dengan kapitalisasi pasar lebih dari US$ 1 miliar (sekitar Rp 16,3 triliun) dan mengumpulkan dana lebih dari US$ 200 juta (Rp 3,2 triliun), kata Deloitte. Pada periode yang sama tahun lalu, ada tiga IPO besar yang masing-masing menghasilkan lebih dari US$ 600 juta (Rp 9,8 triliun).

Hal ini menandai kelanjutan tren penurunan yang dimulai pada semester II-2022, menurut data Deloitte.

“(Tren penurunan ini menandakan) sentimen pasar IPO yang lemah di mana investor dan kandidat IPO terus memperhatikan faktor makroekonomi,” ungkap Deloitte, Selasa (9/7/2024).

Namun laporan tersebut menunjukkan secara historis, semester II-2024 ini selalu menjadi paruh dengan kinerja terbaik antara tahun 2020 hingga 2022.

“Meskipun prospek pertumbuhan positif dan peningkatan investasi asing langsung di Asia Tenggara, ketidakstabilan geopolitik yang berkepanjangan dan tingkat suku bunga yang tinggi telah menjadi faktor signifikan yang mempengaruhi kondisi pasar dan sentimen investor di Asia Tenggara,” tutur Tay Hwee Ling, Accounting Deloitte Asia Tenggara dan pemimpin jaminan pelaporan.

Suku bunga yang tinggi mungkin akan bertahan pada 2024 seiring dengan upaya pemerintah mengatasi kekhawatiran inflasi, menurut peringatan dari analis Deloitte.

Dengan latar belakang ini, investor lebih memilih “profitabilitas yang terbukti dan arus kas berkelanjutan” dibandingkan model bisnis pertumbuhan dengan segala cara yang banyak diadopsi perusahaan pada 2020 hingga 2022.

Penggalangan Dana IPO Indonesia Anjlok

Indonesia, khususnya, mengalami penurunan paling parah di antara negara-negara Asia Tenggara.

“Indonesia, yang menduduki puncak peringkat IPO pada 2023 (di Asia Tenggara), mengalami penurunan yang signifikan pada paruh pertama 2024, karena investor dan calon IPO mengambil pendekatan wait-and-see menjelang pemilihan presiden pada Februari 2024 dan sebagai antisipasi. kebijakan ekonomi baru,” terang analis Deloitte.

Kapitalisasi pasar listing di Indonesia anjlok 92,2% menjadi US$ 1,22 miliar (sekitar Rp 19,9 triliun) dari Januari hingga Juni 2024, sementara dana IPO yang diperoleh turun 89,1% menjadi US$ 248 juta (Rp 4,04 triliun) dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Jumlah listing di Indonesia pada enam bulan pertama tahun ini turun menjadi 25 dari 44 pada periode yang sama tahun lalu, turun 43,2%.

“Meskipun pasar IPO di Asia Tenggara mungkin tampak lesu pada 2024, terdapat optimisme yang hati-hati kondisi akan membaik setelah 2024,” kata Tay.

Tay mengatakan ada antisipasi penurunan suku bunga ke depan yang dapat mendorong kembalinya pencatatan real estate investment trusts (REIT). Sedangkan IPO terkait kecerdasan buatan (artificial intelligence/ AI) dapat memasuki pasar dalam waktu dekat karena banyak perusahaan AI masih dalam tahap awal.

“Kami mengantisipasi gelombang signifikan IPO AI yang memanfaatkan pasar modal IPO di tahun-tahun mendatang, membawa inovasi dan peluang baru ke pasar,” tegas Tay.

Editor: Grace El Dora (graceldora@gmail.com)

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Baca Berita Lainnya di Google News

#berita-terkini #berita-hari-ini #saham-asia-tenggara #ipo-asia-tenggara #asia-tenggara #berita-ekonomi-terkini

https://investor.id/international/366471/ipo-asia-tenggara-turun-drastis-pasar-harapkan-listing-ai