Rupiah Melemah, Investor Nantikan Testimoni The Fed

Rupiah Melemah, Investor Nantikan Testimoni The Fed

Mata uang rupiah melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Selasa (9/7/2024). - Halaman all

(InvestorID) 09/07/24 11:11 10181602

JAKARTA, investor.id – Mata uang rupiah melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Selasa (9/7/2024). Saat ini investor menantikan testimoni Gubernur The Federal Reserve (The Fed) Jerome Powell di depan Komite Perbankan Senat AS, terutama yang berkaitan dengan kebijakan suku bunga AS, sebut Kepala Ekonom Bank Permata Josua Pardede.

Nilai tukar (kurs) rupiah turun 46 poin atau 0,29% dan bertengger di level Rp 16.304 dibandingkan sebelumnya di level Rp 16.258 per dolar AS.

"Para investor menantikan testimoni Powell di hadapan Komite Perbankan Senat hari ini," ungkap Josua dalam catatan Selasa. Penguatan dolar AS juga didukung oleh sentimen risk-off di Eropa, setelah koalisi Sayap Kiri Prancis keluar sebagai pemenang dalam pemilihan legislatif.

Penguatan dolar AS juga didorong oleh rilis data kredit konsumen AS pada Mei 2024 yang lebih tinggi dari ekspektasi, mengimplikasikan permintaan konsumen yang kuat di Amerika.

Kurs rupiah memangkas penguatannya terhadap dolar AS di awal sesi perdagangan, dipengaruhi oleh ketidakpastian kondisi politik Eropa setelah pemilu Perancis.

Sementara obligasi pemerintah Indonesia melanjutkan penguatan, tercermin dari tren penurunan imbal hasil (yield) pada sesi Senin (8/7/2024). Imbal hasil obligasi pemerintah Indonesia turun sebesar satu hingga empat basis poin (bps).

Volume perdagangan obligasi pemerintah tercatat sebesar Rp 17,17 triliun. Angka ini lebih tinggi dibandingkan dengan volume perdagangan hari sebelumnya sebesar Rp 14,20 triliun. Sedangkan kepemilikan asing pada obligasi rupiah turun Rp 1,12 triliun ke harga Rp 808 triliun atau naik 13,91% dari total outstanding pada 5 Juli 2024.

Hari ini, pemerintah akan mengadakan lelang obligasi negara dengan target indikatif sebesar Rp 24 triliun.

Seri yang dilelang dalam lelang kali ini adalah SPN3mo, SPN12mo, FR0101, FR0100, FR0098, FR0097, dan FR0102. Imbal hasil seri benchmark lima tahun, 10 tahun, 15 tahun, dan 20 tahun masing-masing sebesar 6,91% (-4bps), 7,03% (-4bps), 7,08% (-1bps) dan 7,12% (-1bps).

Editor: Grace El Dora (graceldora@gmail.com)

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Baca Berita Lainnya di Google News

#berita-terkini #berita-hari-ini #rupiah #rupiah-melemah #the-fed #testimoni-the-fed #dolar-as #obligasi #berita-ekonomi-terkini

https://investor.id/market/366473/rupiah-melemah-investor-nantikan-testimoni-the-fed