Saham Emiten Ini Tembus Rp 288.800, Dulu Rp 1.500, Wonderful Company?

Saham Emiten Ini Tembus Rp 288.800, Dulu Rp 1.500, Wonderful Company?

Saham emiten Sinar Mas ini menggelar IPO pada 2009 di harga Rp 1.500/saham. - Halaman all

(InvestorID) 09/07/24 12:09 10181605

JAKARTA, investor.id - Harga saham emiten Grup Sinar Mas, PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) diparkir loncat 5,02% ke Rp 288.800 per akhir sesi I perdagangan 9 Juli 2024, dan menjadi level tertingginya sepanjang masa.

Saham DSSA kian kokoh menjadi saham termahal yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI). Saham DSSA sudah melambung jauh dari harga perdananya dulu.

Dian Swastatika Sentosa (DSSA) sendiri menggelar initial public offering (IPO) pada 2009 dengan harga penawaran umum Rp 1.500/saham.

Sejak IPO sampai dengan 31 Desember 2023, berdasarkan laporan keuangan perseroan 2023, perseroan tidak melakukan aksi korporasi yang berkaitan dengan penerbitan dan pencatatan efek lain, pemecahan saham, penggabungan saham, perubahan nilai nominal saham, pembagian dividen saham, dan pembagian saham bonus.

Dari harga IPO Rp 1.500, saham DSSA telah meroket 19.153% ke Rp 288.800. Apakah DSSA bisa disebut wonderful company?

Di Indonesia, istilah wonderful company dipopulerkan oleh salah satu investor kawakan Tanah Air. Wonderful company adalah perusahaan yang terus bertumbuh dengan terus memberikan capital gain bagi pemegang sahamnya.

Namun perlu dicatat, DSSA tak membagikan dividen untuk tahun buku 2023 meski membukukan laba bersih sekitar Rp 6,5 triliun.

Dalam paparan publik insidental Dian Swastatika Sentosa pada 25 Juni 2024, manajemen menjelaskan bahwa sampai saat ini, perseroan masih membutuhkan dana yang cukup besar untuk pengembangan bisnis entitas anak dan ekspansi ke depannya.

“Sehingga, untuk saat ini, perseroan belum memiliki rencana untuk membagikan dividen,” ungkap manajemen DSSA belum lama ini.

Stock Split

Sementara itu, emiten Sinar Mas, Dian Swastatika Sentosa (DSSA) akan melakukan pemecahan nilai nominal saham (stock split). Perseroan telah meminta persetujuan pemegang saham dalam rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) yang digelar pada 25 Juni 2024.

Stock split diharapkan dapat meningkatkan minat investor untuk membeli saham perseroan, meningkatkan jumlah pemegang saham perseroan, meningkatkan likuiditas saham perseroan, dan mendukung pertumbuhan nilai perseroan,” jelas manajemen DSSA dalam paparan publik.

Manajemen DSSA juga mengungkapkan, keputusan rasio stock split 1:10 diberikan oleh Bursa Efek Indonesia (BEI), tentunya dengan pertimbangan-pertimbangan tertentu dan juga melihat kelaziman rasio stock split yang diberikan kepada emiten lain sebelumnya.

“Perseroan juga mengharapkan rasio stock split yang lebih tinggi agar harga saham dapat lebih terjangkau, tetapi persetujuan yang didapatkan adalah 1:10,” pungkas manajemen DSSA.

Editor: Theresa Sandra Desfika (theresa.sandra@investor.id)

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Baca Berita Lainnya di Google News

#berita-terkini #berita-hari-ini #sinar-mas #dian-swastatika-sentosa #dssa #saham-termahal #saham-dssa #berita-ekonomi-terkini

https://investor.id/market/366479/saham-emiten-ini-tembus-rp-288800-dulu-rp-1500-wonderful-company