Saham WIKA Mendadak Loncat 167%, Ada Rencana Aksi Ini

Saham WIKA Mendadak Loncat 167%, Ada Rencana Aksi Ini

Saham Wijaya Karya (WIKA) kembali menguat pada sesi I perdagangan 9 Juli 2024. - Halaman all

(InvestorID) 09/07/24 12:25 10186376

JAKARTA, investor.id - Saham emiten BUMN konstruksi, PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) kembali melesat 12,63% ke Rp 214 pada akhir sesi I perdagangan 9 Juli 2024.

Sejumlah 388,25 juta saham ditransaksikan, frekuensi 21.472 kali, dan nilai transaksi Rp 84,23 miliar.

Saham WIKA padahal per 19 Juni 2024 harganya sempat menyentuh Rp 80. Tapi kini bangkit dengan melesat 167,5% ke Rp 214.

Bursa Efek Indonesia (BEI) pun sampai minta penjelasan terkait volatilitas transaksi saham Wijaya Karya (WIKA).

Salah satu pertanyaa BEI adalah apakah WIKA memiliki rencana untuk melakukan tindakan korporasi dalam waktu dekat, termasuk rencana korporasi yang akan berakibat terhadap pencatatan saham perseroan di BEI (paling tidak dalam 3 bulan mendatang).

Sekretaris Perusahaan WIKA, Mahendra Vijaya menjelaskan, perseroan berencana untuk melakukan asset recycling pada semester kedua tahun 2024.

“Langkah ini diambil sebagai bagian dari penerapan atas salah satu dari 8 stream penyehatan keuangan sebagai strategi perseroan untuk meningkatkan likuiditas dan memperkuat posisi kas keuangan perseroan untuk mendukung pertumbuhan berkelanjutan di masa mendatang,” paparnya dikutip Selasa (9/7/2024).

PMN

Sementara itu, telah diberitakan tiga emiten BUMN Karya meminta penyertaan modal negara (PMN) untuk tahun anggaran (TA) 2025 total sebesar Rp 5,65 triliun. Dana fantastis tersebut akan dimanfaatkan untuk menuntaskan sejumlah proyek strategis nasional (PSN).

Ketiga emiten konstruksi pelat merah yang mengusulkan PMN pada tahun depan terdiri dari PT Adhi Karya Tbk (ADHI) sebesar Rp 2,09 triliun, PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) sebesar Rp 2 triliun, dan PT PP Tbk (PTPP) sebesar Rp 1,56 triliun. Satu lagi, BUMN Karya yang meminta injeksi kapital adalah PT Hutama Karya (Persero) (HK) sebesar Rp 13,86 triliun.

Direktur Utama Wijaya Karya, Agung Budi Waskito, juga menyampaikan, PMN tambahan yang diusulkan WIKA sebesar Rp 2 triliun pada TA 2025 menjadi bagian dari penyehatan dan penyelesaian sejumlah PSN yang berada dalam portofolio perseroan.

Rinciannya, sebesar Rp 600 miliar untuk mendukung pembangunan Tol Serang-Panimbang Seksi 2. Lalu, sebesar Rp 100 miliar untuk pembangunan Jalan KIPP Kawasan Hankam IKN, kemudian Rp 100 miliar untuk pembangunan jaringan interkoneksi IPA Sepaku, IKN, Rp 250 miliar untuk Tol Semarang-Demak 1 B, Rp 300 miliar untuk proyek Terminal II Bandara Hang Nadim, Rp 300 miliar pembangunan LPG Refrigrated Tuban Phase II, Rp 150 miliar untuk revitalisasi dermaga gospier di Integrated Terminal Surabaya, dan Rp 200 miliar untuk pembangunan Jetty I Baru di Integrated Terminal Manggis.

Editor: Theresa Sandra Desfika (theresa.sandra@investor.id)

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Baca Berita Lainnya di Google News

#berita-terkini #berita-hari-ini #wijaya-karya #wika #saham-wika #berita-ekonomi-terkini

https://investor.id/market/366482/saham-wika-mendadak-loncat-167-ada-rencana-aksi-ini