IDI Minta Unair Klarifikasi soal Pencopotan Dekan FK Karena Tolak Dokter Asing

IDI Minta Unair Klarifikasi soal Pencopotan Dekan FK Karena Tolak Dokter Asing

PB IDI menyatakan bahwa klarifikasi perlu dilakukan Unair untuk mengetahui secara pasti alasan pencopotan Prof. Budi Santoso sebagai Dekan FK. Halaman all

(Kompas.com) 09/07/24 13:52 10191913

JAKARTA, KOMPAS.com - Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) meminta klarifikasi pihak rektorat Universitas Airlangga (Unair) terkait pencopotan Dekan Fakultas Kesehatan Budi Santoso.

Ketua IDI Mohammad Adib Khumaidi mengatakan bahwa langkah itu diambil untuk mengetahui secara pasti alasan pencopotan Budi dari jabatannya.

Sebab, pencopotan itu disebut-sebut karena pernyataan Budi yang menolak kebijakan pemerintah mendatangkan dokter asing.

“Iya kami sudah melakukan sebuah komunikasi juga, baik dengan Prof BUS maupun dengan pihak internal di Unair juga. Tentunya masih banyak hal yang harus juga diklarifikasi oleh pihak rektorat,” ujar Adib dalam diskusi daring, Selasa (9/7/2024).

Adib tidak menjelaskan secara rinci informasi sementara yang telah didapatkan dari hasil klasifikasi tersebut. Dia juga tidak menjelaskan lebih lanjut upaya advokasi terhadap Budi, usai dicopot dari jabatannya.

Ketua IDI itu hanya menegaskan bahwa pihaknya mendukung kebebasan berpendapat, termasuk di ruang lingkup akademik seperti yang dilakukan oleh Budi.

“Tapi dalam posisi kami di IDI, kami tentunya mendukung hal-hal yang berkaitan dengan sejawat kami dalam upaya untuk penyampaian penyampaian yang berkaitan dengan kebebasan berpendapat, kebebasan akademik gitu lho,” ungkap Adib.

Untuk itu, Adib berharap pihak rektorat Unair bisa segera memberikan keterangan resmi kepada publik soal polemik pencopotan tersebut.

Dia juga mendorong adanya penyelesaian yang baik untuk kedua belah pihak terkait dengan persoalan saat ini.

“Perlu ada komunikasi dengan pihak rektorat supaya bisa mendapatkan penjelasan. Apakah memang hal-hal, isu-isu yang selama ini berkembang itu benar? Dan saya yakin dalam waktu dekat itu akan ada jawaban penyelesaian yang baik buat semuanya,” pungkas Adib.

Diberitakan sebelumnya, Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (FK Unair), Prof. Budi Santoso resmi diberhentikan dari jabatannya pada Rabu, 3 Juli 2024.

Budi dicopot dari jabatannya usai dirinya menyatakan penolakan terkait rencana Menteri Kesehatan (Menkes) untuk mendatangkan dokter asing ke Indonesia.

Rektorat Unair telah memberikan informasi terkait pencopotan Budi sejak Rabu pukul 10.00 WIB, tetapi ia mengaku baru menerima SK pencopotan tersebut sekitar pukul 15.00 WIB.

"Prosesnya (pencopotan), saya Senin dipanggil terkait dengan statment tidak setuju dengan dokter asing. Tentu akhirnya hari Rabu keluar SK-nya," ujar Budi dikutip dari Kompas.com, Kamis (4/7/2024).

Ketua Pusat Komunikasi dan Informasi Publik (PKIP) Unair Martha Kurnia Kusumawardani mengatakan, alasan pemberhentian Budi Santoso sebagai Dekan FK Unair dilakukan atas dasar kebijakan internal.

"Menerapkan tata kelola yang lebih baik guna penguatan kelembagaan khususnya di lingkungan FK Unair," kata Martha dilansir, dari Kompas.com, Kamis (4/7/2024).

Unair juga mengucapkan terima kasih dan akan memberikan penghargaan kepada Budi Santoso atas pengabdiannya selama menjabat sebagai Dekan FK Unair periode 2020-2024.

Sementara itu, Juru Bicara Kemenkes RI dr. Mohammad Syahril merespons pemberhentikan Budi Santoso dari jabatannya sebagai Dekan FK Unair.

Syahril menyampaikan, Kemenkes RI tidak pernah meminta Unair untuk mencopot Budi dari jabatannya. Kemenkes juga tidak membawahi Unair dan tidak memiliki wewenang mengatur universitas tersebut.

"Informasi yang mengatakan Menkes mengontak Rektor Unair untuk meminta memberhentikan Dekan FK merupakan fitnah dan hoaks," kata Syahril kepada Kompas.com, Kamis (4/7/2024).

#idi #unair #dekan-fk-unair-budi-santoso #dekan-fk-dicopot

https://nasional.kompas.com/read/2024/07/09/13522531/idi-minta-unair-klarifikasi-soal-pencopotan-dekan-fk-karena-tolak-dokter