Melihat Antusias Warga Menanti Pegi Setiawan Pulang ke Rumahnya di Cirebon - kumparan.com
Melihat Antusias Warga Menanti Pegi Setiawan Pulang ke Rumahnya di Cirebon.
(Kumparan.com) 09/07/24 14:46 10194357
Sejumlah warga berkumpul di depan sebuah rumah di Desa Kepongpongan, Blok Simaja, Kecamatan Talun, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat. Itu adalah rumah Pegi Setiawan dan orang tuanya. Warga berkerumun di situ untuk menyambut kepulangan Pegi Setiawan usai lepas dari jeratan kasus pembunuhan Vina dan Eky.
Terlihat banyak kursi plastik berwarna hijau berjejer. Warga ada yang duduk dan ada yang juga berdiri menyambut kepulangan Pegi Setiawan.
Salah satu warga yang hadir adalah Fathonah (33), yang berasal dari Plandakan, Kecamatan Kesambi, Kota Cirebon. Fathonah mengetahui kepulangan Pegi dari berita dan langsung merasa lega.
"Terungkap semua. Waktu awal kayak korban, sama yang di dalam juga korban," ungkap Fathonah, menggambarkan perasaannya terhadap kasus yang menimpa Pegi.
"Senang lihatnya. Pegi bisa bebas berarti keadilan ada di Indonesia. Mantengin terus perkembangan setiap hari," ujar dia.
Dia juga memberikan semangat untuk Pegi Setiawan yang telah lepas.
Fathonah juga menyampaikan rasa terima kasihnya kepada kuasa hukum Pegi yang telah membela dengan gigih.
"Kuasa hukumnya terima kasih yang sudah membela Pegi dan keluarganya," katanya.
Meskipun Fathonah tidak mengenal Pegi secara pribadi, ia merasa turut berbahagia atas kebebasan Pegi.
"Walau nggak kenal tapi ikut bahagia. Dengan adanya keadilan Pegi berarti hukum di Indonesia masih ada buat orang kecil," kata dia.
Pegi Setiawan, tersangka kasus pembunuhan "Vina Cirebon", dilepaskan dari tahanan dan status tersangkanya dinyatakan tidak sah alias gugur. Praperadilan yang diajukannya dikabulkan Hakim Pengadilan Negeri Bandung.
Hakim menilai ada prosedur tidak benar yang dilakukan penyidik dalam penetapan Pegi selaku DPO dan juga sebagai tersangka.
Pegi kemudian dilepaskan dari tahanan pada Senin (8/7) malam. Dia dan tim kuasa hukumnya kemudian menuju ke sebuah rumah yang kemudian dijadikan tempat sementara sebelum dia kembali ke Cirebon.