Saham Astra (ASII) Memerah, Kenapa?

Saham Astra (ASII) Memerah, Kenapa?

Saham Astra International (ASII) memerah saat pasar bergairah pada perdagangan 9 Juli 2024. - Halaman all

(InvestorID) 09/07/24 14:29 10196199

JAKARTA, investor.id - Saham PT Astra International Tbk (ASII) memerah saat pasar bergairah pada perdagangan 9 Juli 2024.

Di sekitar pukul 14.23 WIB saham ASII ada di Rp 4.580 atau melemah 1,29%. Jumlah saham yang ditransaksikan sebanyak 58,1 juta saham, frekuensi 11.323 kali, dan nilai transaksi Rp 265,75 miliar.

Saham ASII memerah setelah pada perdagangan 5 dan 8 Juli kemarin sempat menghijau masing-masing +0,66% dan +1,31%.

Dalam pertemuan analis dengan PT Astra International Tbk (ASII) terungkap bahwa salah satu tantangan terbesar yang dihadapi para pemain mobil adalah makin berkembangnya pasar mobil bekas.

“Kami baru-baru ini menghadiri analyst day Astra International (ASII) untuk membahas prospek mobil. Astra menyatakan bahwa perkembangan pasar mobil bekas yang pesat menjadi salah satu tantangan terbesar,” tulis analis BRI Danareksa Sekuritas, Richard Jerry dalam risetnya.

Berdasarkan data pengalihan kepemilikan, penjualan mobil bekas mencapai 1,4 juta unit pada 2023, meningkat 4% yoy atau 40% lebih tinggi dibandingkan penjualan mobil baru. Penjualan mobil baru pada 2023 turun 1,5% yoy.

Pasar mobil bekas telah meningkat pesat sejak 2020, yang merupakan pertama kalinya sejak 2006, penjualan mobil bekas mencapai 1,1 juta unit, tumbuh 8% yoy atau melampaui penjualan mobil baru yang sebanyak 579 ribu unit, anjlok 44% yoy.

Tahun lalu, proporsi penjualan mobil bekas terhadap total penjualan mobil mencapai 58% dibandingkan periode 2015-2019 yang rata-rata sebesar 42%.

Pertumbuhan pasar mobil bekas yang pesat seiring tingginya harga jual rata-rata (average selling price/ASP) mobil baru. Astra, menurut Richard, mengindikasikan bahwa dalam 10 tahun terakhir, ASP mobil baru naik lebih tinggi dibandingkan pendapatan tahunan sebagian besar rumah tangga.

Rekomendasi dan Target Harga Saham ASII 

Bagi masyarakat berpenghasilan menengah dan menengah ke bawah – yang mewakili 60% dari total pembeli mobil – pendapatan tahunan mereka telah meningkat 31-36% dalam 10 tahun terakhir. Sedangkan penjualan model mobil di segmen tersebut, yaitu Agya dan Avanza, meningkat lebih pesat sebesar 45-57%.

Sebagai perbandingan, pendapatan tahunan masyarakat berpendapatan menengah ke atas meningkat sebesar 85% dalam 10 tahun terakhir. Sementara, ASP Innova secara umum naik 92%. “Kesenjangan tersebut mendorong pertumbuhan pasar mobil bekas, karena biasanya ASP mobil bekas berusia 1-3 tahun lebih rendah 16-31%,” ungkap Richard.

Meski ada tantangan dari mobil bekas, BRI Danareksa Sekuritas berharap model-model baru dengan perubahan besar, misalnya ‘All New Series’ untuk ASII, dapat membantu memitigasi risiko tersebut. Karena itu, BRI Danareksa Sekuritas memperkirakan pengenalan mobil model baru pada semester II-2024 akan meningkatkan penjualan mobil baru. Perkiraannya tumbuh 12% pada semester II-2024 dibandingkan semester I-2024.

BRI Danareksa Sekuritas kembali menegaskan rating beli untuk saham ASII. Target harga saham ASII dipatok sebesar Rp 5.100. Saat ini, saham ASII diperdagangkan pada P/E sebesar 5,7 kali atau standar deviasi (SD) -1,5 dari rata-rata 8 tahun.

Editor: Theresa Sandra Desfika (theresa.sandra@investor.id)

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Baca Berita Lainnya di Google News

#berita-terkini #berita-hari-ini #astra-international #asii #saham-asii #berita-ekonomi-terkini

https://investor.id/market/366497/saham-astra-asii-memerah-kenapa