Teknologi Penyimpanan Data Harus Terus Diperkuat di Era Digital
Pada kuartal kedua tahun 2023, Interpol merilis bahwa satu dari setiap 44 organisasi di Asia-Pasifik menjadi sasaran serangan ransomware. Di kawasan Asean , sekitar 65% organisasi mengalami seranga
(InvestorID) 09/07/24 16:04 10201389
JAKARTA, investor.id – Pada kuartal kedua tahun 2023, Interpol merilis bahwa satu dari setiap 44 organisasi di Asia-Pasifik menjadi sasaran serangan ransomware. Di kawasan Asean , sekitar 65% organisasi mengalami serangan ransomware pada tahun 2022, dan 45% dari mereka membayar tebusan. Proyeksi kerugian tahunan akibat ransomware di kawasan ini bisa mencapai sekitar $265 miliar pada tahun 2031, dengan peningkatan biaya tahunan sekitar 30% setiap tahunnya.
Meningkatnya ancaman membuat teknologi penyimpanan data dan cybersecurity harus ditingkatkan untuk memberikan keamanan dari serangan siber. Untuk itu, Lintasarta sebagai perusahaan informasi, komunikasi dan teknologi (ICT) di Indonesia dengan pengalaman lebih dari 36 tahun, menegaskan komitmennya untuk terus mengimplementasikan teknologi penyimpanan data dan cybersecurity dengan standar tertinggi.
Pendekatan ini memastikan bahwa setiap akses ke data harus diverifikasi dan diawasi secara ketat, mengurangi risiko akses dan penyalahgunaan wewenang.
“Adanya sertifikasi ISO 27001 menunjukkan komitmen terhadap standar sistem manajemen keamanan informasi,” kata President Director & CEO Lintasarta Bayu Hanantasena dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Selasa (9/7/2024).
Proses evaluasi dan audit, lanjut dia, dilakukan secara terus menerus untuk memastikan perlindungan sistem keamanan tetap kuat dan dapat diandalkan.
Selain itu, nilai serta budaya perusahaan yang kuat menjadi faktor penting dalam menjamin keamanan data perusahaan. Budaya perusahaan tersebut tercermin dalam nilai-nilai yang ada di ICARE (Innovation, Collaboration, Agility, Resilience, Ethics). “Kedepan, kami akan selalu menempatkan prioritas tertinggi untuk menjaga kepercayaan pelanggan,” katanya.
Pada kesempatan itu, Bayu mengatakan, pihaknya mendukung pertumbuhan bisnis pelanggan melalui peningkatan kualitas layanan dan menghadirkan pengalaman terbaik bagi pelanggan. Hal tersebut diwujudkan dengan memprioritaskan langkah-langkah perlindungan keamanan data yang dikelola untuk mengurangi risiko gangguan terhadap kelancaran bisnis dan operasional.
Dia menyatakan bahwa keamanan data merupakan hal yang sangat penting agar bisnis dan operasional tetap berjalan lancar. “Kami menyatakan komitmen penuh untuk menjadikan keamanan data yang dikelola sebagai prioritas utama,” ungkap Bayu.
Lintasarta menunjukan komitmen tersebut dengan menerapkan prinsip Tata Kelola Perusahaan yang Baik (GCG) meliputi transparansi, akuntabilitas, responsibilitas, independensi, serta kewajaran dan kesetaraan (fairness). Prinsip-prinsip ini menjadi dasar bagi setiap keputusan dan tindakan yang diambil Lintasarta serta memastikan selalu bertindak dengan penuh integritas.
Editor: Imam Suhartadi (imam_suhartadi@investor.co.id)
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
Baca Berita Lainnya di Google News
#berita-terkini #berita-hari-ini #keamanan-siber #lintasarta #bayu-hanantasena #presiden-director-ceo-lintasarta #cubersecurity #berita-ekonomi-terkini
https://investor.id/business/366503/teknologi-penyimpanan-data-harus-terus-diperkuat-di-era-digital