Tuntut Pesangon, Kurir J&T Demo di Depan Kantor Global Bintang Timur
Rendi mengatakan, PHK sepihak sudah terjadi sejak November 2023 dan dilakukan secara bertahap. Halaman all
(Kompas.com) 09/07/24 16:26 10206474
JAKARTA, KOMPAS.com - Sejumlah kurir J&T melakukan aksi demo di depan kantor PT Global Bintang Timur, Pluit Selatan Raya, Jakarta Utara, untuk menolak pemutusan hubungan kerja (PHK) sepihak yang tidak dibayarkan pesangonnya, Selasa (9/7/2024).
"Kami menolak PHK sepihak dengan alasan kemitraan dan minta dibayarkan pesangonnya," ucap Rendi (42), salah satu kurir J&T saat diwawancarai Kompas.com di lokasi demo, Selasa.
Rendi mengatakan, PHK sepihak sudah terjadi sejak November 2023 dan dilakukan secara bertahap.
Sejak November 2023 hingga kini, kata Rendi, ada sekitar 100 orang yang terkena PHK tanpa dibayarkannya pesangonnya.
Selain tidak mendapatkan pesangon, para pedemo juga mengeluhkan gajinya yang selalu dipotong setiap bulan untuk mengganti paket yang hilang.
Sementara kurir bernama Bem (35) mengaku terkena potongan gaji setiap bulan sebesar Rp 500.000 hingga Rp 1 juta.
Padahal kata Bem, tidak setiap bulan para kurir menghilangkan paket para pelanggan.
"Kita disalahkan karena setiap barang hilang, kurir yang harus menanggung," ucap Bem di lokasi yang sama.
Namun, kata dia, pihak pengelola tidak mau tahu dan tetap meminta pertanggung jawaban para kurir.
Sebagai informasi, sejumlah kurir J&T melakukan aksi unjuk rasa di depan kantor PT Global Bintang Timur Ekspress sejak pukul 10.00 WIB.
Para kurir J&T datang dari Pulo Gadung, Jakarta Utara, menggunakan sepeda motor menuju ke Pluit, Jakarta Utara.
Aksi unjuk rasa yang dilakukan berlangsung kondusif bahkan lalu lintas di sepanjang Jalan Pluit Selatan Raya ramai lancar.
Pasalnya, sejumlah peserta aksi unjuk rasa bersama para sekuriti setempat, dan aparat kepolisian ikut mengatur arus lalu lintas.