Startup Aruna Beberkan Dampak Komitmen Bisnis Berkelanjutan

Startup Aruna Beberkan Dampak Komitmen Bisnis Berkelanjutan

Upaya tersebut diwujudkan dengan mengandalkan inovasi teknologi dan komitmen keberlanjutan. - Halaman all

(InvestorID) 09/07/24 17:30 10210721

JAKARTA,investor.id- Aruna, startup yang bergerak di sektor perikanan di Indonesia, berhasil memberikan dampak nyata bisnis perikanan di Indonesia, terutama dalam mendongkrak skala bisnis nelayan. Upaya tersebut diwujudkan dengan mengandalkan inovasi teknologi dan komitmen keberlanjutan.

Co-Founder dan Chief Executive Officer Aruna Farid Naufal Aslam mengatakan, Aruna berkomitmen untuk selalu mengoptimalkan bisnis, termasuk dalam mengintegrasikan beberapa platform teknologi yang telah Aruna inisiasi. Melalui hal tersebut, Aruna berupaya untuk terus memperluas usahanya dan meningkatkan kesejahteraan para nelayan Aruna.

“Apa yang kami bangun dan jalankan pasti berorientasi pada dampak positif bagi nelayan Aruna dan masyarakat pesisir. Peningkatan jumlah nelayan yang signifikan dari tahun ke tahun juga kami yakini sebagai salah satu tolok ukur yang menyatakan perkembangan bisnis Aruna,” kata Farid dalam keterangan persnya, Selasa (9/7/2024).

Terkait dampak bagi kesejahteraan sosial nelayan, Aruna mengedukasi dan mendorong keikutsertaan nelayan pada program BPJS Ketenagakerjaan. Saat ini, hampir 1.000 peserta telah resmi menjadi penerima benefit BPJS Ketenagakerjaan.

“Kami juga meningkatkan literasi masyarakat pesisir terhadap aspek finansial dan kesehatan keluarga melalui beragam pelatihan,” ujar Farid.

Sedangkan dari sisi pertumbuhan ekonomi, Farid menyebut, Volume hasil laut yang terserap secara transaksional di Aruna Hub mencapai 40.000 ton pada 2023. Pendapatan nelayan rata-rata juga tercatat naik 3-12x lipat.

Hal itu didukung dengan jumlah nelayan Aruna yang mencapai lebih dari 55.000 orang dan titik pasok yang tersebar di 150 lokasi di seluruh Indonesia. Adapun, beberapa macam seafood premium Aruna ialah tuna, kepiting, lobster, dan yang lain.

“Di sinilah letak kekuatan Aruna, yakni pada banyaknya titik pasok, sehingga kesempatan untuk menjajaki beberapa pasar lain pun kian terbuka lebar, seperti Eropa, Jepang, dan Timur Tengah. Sejauh ini, Aruna sudah menjangkau 90% provinsi di Indonesia,” ungkap Farid.

Sedangkan dari perspektif lingkungan, masyarakat pesisir diarahkan untuk belajar mengolah sampah domestik dan sampah cangkang rajungan.

Co-Founder dan Chief Sustainability Officer Aruna, Utari Octavianty, menambahkan, untuk sampah cangkang rajungan ini dibuat jadi bubuk, diolah jadi pakan ikan, kemudian dijual.

“Berdasarkan laporan keberlanjutan Aruna 2023, Aruna telah berhasil mengolah 100 ton limbah menjadi pakan ikan. Hal ini tentu meningkatkan kesadaran masyarakat pesisir untuk mengelola sampah melalui pendekatan ekonomi sirkuler, yang pun dapat mereka jadikan sebagai sumber pendapatan lain. Ini merupakan upaya Aruna untuk mengurangi dampak negatif kegiatan ekonomi terhadap lingkungan,” tutur Utary.

Editor: Emanuel (eman_kure@yahoo.com)

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Baca Berita Lainnya di Google News

#berita-terkini #berita-hari-ini #start-up #aruna #perikanan #nelayan #berita-ekonomi-terkini

https://investor.id/business/366511/startup-aruna-beberkan-dampak-komitmen-bisnis-berkelanjutan