10 Kebiasaan Anak-anak Pintar, Bisa Ditiru

10 Kebiasaan Anak-anak Pintar, Bisa Ditiru

Seru banget ya menyaksikan anak-anak jenius di Clash of Champions. Ternyata, ada sejumlah kebiasaan anak-anak pintar yang bisa kita tiru, lho.

(Kompas.com) 09/07/24 19:25 10220154

KOMPAS.com - Belakangan, ramai tontonan tentang program cerdas-cermat modern, "Clash of Champions" yang menghadirkan anak-anak cerdas dari berbagai universitas ternama dalam dan luar negeri.

Tak sedikit orangtua yang ikut menonton acara tersebut dan terpacu ingin mendidik anak-anaknya menjadi lebih baik sehingga tumbuh menjadi anak pintar.

Kita seringkali mendengar para orangtua yang mengatakan anaknya memiliki "bakat kecerdasaran".

Namun faktanya, seperti dilansir dari Popsugar, riset menunjukkan bahwa intelegensi karena bakat dan pola asuh memiliki porsi sama, yakni 50:50.

Artinya, pola asuh yang diberlakukan orangtua juga memiliki pengaruh besar, tidak sekadar berbekal keyakinan bahwa anak memiliki kecerdasan alami sejak lahir.

Kebiasaan bisa dibentuk. Jadi, jika kamu ingin anak-anakmu tumbuh menjadi anak cerdas, berikut kebiasaan-kebiasaan anak pintar yang dapat ditiru.

Kebiasaan anak pintar yang dapat ditiru

1. Terbiasa membaca

Membaca bisa menjadi salah satu kebiasaan yang perlu dibangun jika ingin anak tumbuh cerdas.

Namun, jangan hanya meminta anak membaca buku, tetapi membacalah Bersama mereka. Beri perhatian pada setiap kata yang ditemui.

Membaca dapat menstimulasi tak, membangun pengetahuan dasar tentang dunia, dan menjadi fondasi berbagai pembelajaran, termasuk matematika dan sains.

Pastikan buku-buku yang ada di rumah mudah diakses oleh anak sehingga kebiasaan membaca akan lebih mudah terbentuk.

Selama membaca bersama, orangtua juga bisa berbincang dengan anak tentang apa yang dibaca sehingga melatih skill membaca komprehensifnya.

Jika anak tidak suka buku, cobalah belikan mereka buku komik, buku bergambar, atau majalah. Jangan khawatir sebab segala bentuk buku adalah bacaan yang baik.

2. Tidur cukup

Dilansir dari The School Run, kurang tidur tidak hanya membuat suasana hati anak menjadi buruk, tetapi juga berdampak pada capaian akademik mereka.

Tidur sangatlah berkaitan dengan kemampuan belajar anak, serta memori dan kontrol emosi.

Anak yang secara rutin tidur cukup setiap malamnya cenderung memiliki hasil akademik yang lebih baik ketika ujian.

Jika anak memiliki masalah tidur, pastikan membatasi waktu layer (screentime) sebelum tidur dan jangan biarkan mereka tidur sambil mengakses gawai, seperti ponsel, laptop, maupun tablet.

Mengakses layer sebelum tidur berdampak buruk pada tidur mereka dan bisa mengurangi durasi tidurnya, apalagi jika anak tergoda untuk mengeceknya di sela tidur.

3. Tidak membandingkan diri dengan anak lain

Kita memiliki kecenderungan membandingkan diri kita dengan orang lain atau anak kita dengan orang lain. Maka, bukan hal aneh jika anak kita punya kecenderungan yang sama.

Namun, anak-anak pintar ternyata relatif tidak pernah membandingkan dirinya dengan orang lain dan memilih focus dengan pencapaiannya sendiri. Hal ini juga dikenal dengan istilah "referensi mandiri"

Referensi mandiri memotivasi anak menjadi lebih baik dan lebih percaya diri.

Masih bingung membedakannya? Bayangkan anak bermain bowling. Anak yang membandingkan diri dengan orang lain akan mengatakan: "aku tahu aku hebat karena selalu menang". Sementara anak yang focus pada perkembangan dirinya endiri kan mengatakan: "aku tahu aku hebat karena sebelumnya aku hanya dapat poin 90, sementara saat ini poinku 110".

Bagaimana mulai membangun pola pikir ini?

Jika kamu memiliki anak lebih dari satu, hindari kebiasaan membandingkan satu anak dengan lainnya. Fokuslah pada pengembangan masing-masing anak.

Jadi, hindari kalimat seperti: "kenapa kamu tidak bisa menulis serapi kakakmu?". Gantilah menjadi kalimat seperti: "tulisan tanganmu sudah baik. Sekarang, bisakah kamu focus untuk membuatnya lebih rapi?". Berbeda, bukan?

4. Tidak buang-buang waktu

Baik anak maupun dewasa sama-sama punya kecenderungan tidak menyukai aktivitas tertentu.

Namun, anak-anak pintar menyadari bahwa membuang-buang waktu tidak akan memberikan mereka manfaat jangka panjang.

Ketahuilah bahwa membuang-buang waktu lahir karena anak tidak tahu bagaimana harus memulai atau mereka memandang suatu pekerjaan tampak susah dan ragu bisa menyelesaikannya.

Padahal, jika mulai mengerjakannya, mungkin anak akan menyadari bahwa pekerjaan itu tidak sesulit yang mereka pikirkan.

Untuk melatihnya, cobalah atur waktu sekitar 10 menit dan dorong anak untuk memulai setidaknya satu tugas. Beri anak janji bahwa mereka boleh berhenti setelah bel waktu berbunyi.

Seringkali, ketika sudah memulainya, mereka justru tidak mau berhenti jika belum menyelesaikan tugasnya.

5. Beraktivitas fisik

Aktivitas fisik tidak hanya membuat anak sehat dan kuat, tetapi juga memiliki manfaat mental, termasuk membangun sel-sel otak dan memperlancar aliran arah ke otak.

@kompas.lifestyle Sepatu hitam udah jelas gampang banget dipadukan sama berbagai outfit! Mau formal maupun kasual, semua bisa kamu coba. Masih bingung OOTD pakai sepatu hitam? Tonton videonya sampai akhir buat liat rekomendasi OOTD pakai sepatu hitam biar kamu nggak bingung lagi! Psst. Mimin pakai Shuffle Black dari Footwear Emba buat OOTD kali ini. #ootd#sepatuhitam#blackshoes#blacksneakers#ootdcowok? Forever - Gyakie

6. Melakukan permainan otak di sela waktu belajar

FREEPIK Ilustrasi anak pintar. Ada beberapa ciri-ciri anak pintar yang dapat dikenali orangtua.

Ajak anak untuk tetap menggunakan otaknya di luar waktu belajar.

Ini bisa berarti mengajak mereka menghitung jumlah buah dan barang belanjaan saat pergi ke supermarket, membincangkan soal proses turunnya hujan ketika berjalan-jalan, atau belajar tentang simbol dan angka selama berkendara.

7. Selalu penasaran dan mengeksplorasi

Secara alami, anak-anak adalah individu yang selalu penasaran. Namun, rasa penasaran itu bisa turun seiring bertambahnya usia, kecuali terus dilatih dan dibiasakan.

Orangtua bisa menjaga rasa penasaran dan keinginan mengeksplorasi itu dengan mencari tahu minat anak, termasuk jika mereka senang melihat mainan atau tontonan di internet.

Tanyakan sejumlah pertanyaan untuk memicu percakapan dan bagikanlah pandanganmu, jelaskan mengapa dirimu memiliki pandangan demikian.

Kamu juga bisa mengajak anak mengunjungi tempat-tempat edukatif, seperti museum, acara olahraga, atau bioskop untuk membantu menemukan kesukaan mereka dan menggugah percakapan baru.

8. Menyeimbangkan tugas sekolah dengan hobi

Anak pintar bukan berarti belajar sepanjang waktu. Mereka justru memiliki hobi sendiri dan bisa menyeimbangkannya dengan waktu mengerjakan tugas sekolah.

Selain dengan hobi, anak-anak pintar juga cenderung bisa menyeimbangkan waktunya dengan istirahat atau bermain bersama teman.

Ingatlah bahwa Kesehatan mental dan fisik menjadi hal penting untuk perkembangan anak.

Untuk mencapai keseimbangan antara sekolah dan hobi, orangtua perlu memberikan contoh memberikan keseimbangan pekerjaan dan waktu senggang.

9. Minta bantuan

Tak sedikit anak yang enggan meminta bantuan, terutama anak laki-laki, karena khawatir dianggap lemah.

Padahal, para anak pintar tak ragu meminta bantuan jika menghadapi tugas sulit atau tidak mengerti tentang suatu hal.

Jika anakmu menunjukkan perilaku ragu meminta bantuan, berilah pemahaman bahwa meminta bantuan bukanlah tanda mereka lemah melainkan tanda mereka seorang pembelajar yang sudah dewasa.

Ketika menghadapi kesulitan dalam mengerjakan tugas, minta mereka untuk menuliskan kendalanya pada secarik kertas dan menanyakannya pada guru.

10. Belajar dari masukan

Banyak anak akan merasa kesal jika tugasnya tidak sempurna atau dianggap salah. Lalu mereka tidak mau menerima kritik yang diberikan.

Padahal, mendengarkan penjelasan dan masukan dari orang lain akan membantu kita menjadi individu yang lebih baik.

Jadi, sampaikan pada anak bahwa tidak masalah jika mereka salah dan jangan sedih atau kesal jika menerima masukan dari orang lain.

#parenting #anak-pintar #kebiasaan-anak-pintar #kebiasaan-anak-yang-bikin-pintar

https://lifestyle.kompas.com/read/2024/07/09/192501220/10-kebiasaan-anak-anak-pintar-bisa-ditiru