Manuver Eks Petinggi GOTO hingga Realisasi Buyback Saham

Manuver Eks Petinggi GOTO hingga Realisasi Buyback Saham

Para eks petinggi PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) William Tanuwijaya dan Andre Soelistyo terlacak melakukan serangkaian manuver. - Halaman all

(InvestorID) 09/07/24 21:01 10267465

JAKARTA, investor.id – Eks para petinggi PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) William Tanuwijaya dan Andre Soelistyo terlacak melakukan manuver berupa jual dan beli saham GOTO. Sementara Patrick Sugito Walujo yang kini menjabat Direktur Utama Perseroan, paten memperbesar porsinya di saham perusahaan teknologi terbesar di Indonesia tersebut.

Aksi jual dan beli bekas petinggi GOTO ini tercatat dalam laporan bulanan registrasi pemegang efek perseroan per Juni 2024 yang dipublikasi pada Selasa (9/7/2024). Laporan tersebut menyebutkan, jumlah saham William di GOTO bertambah dari semula 7,29 miliar saham atau mewakili 0,61% menjadi 8,36 miliar saham atau mencerminkan 0,7%.

Artinya, mantan pendiri Tokopedia itu telah menambah sebanyak 1,065 miliar saham GOTO. Bila berasumsi pada harga saham GOTO saat ini sebesar Rp 50 per saham, maka William telah menggelontorkan dana sebesar Rp 53,2 miliar.

Langkah catur William memborong miliaran saham GOTO ini patut dibaca sebagai keyakinannya atas kinerja saham GOTO di masa depan. Bagaimana tidak, menjelang akhir-akhir 2023, dia telah melakukan serangkaian aksi jual total 1,096 miliar saham GOTO dengan total nilai transaksi kurang lebih Rp 90 miliar.

Tak pelak, penjualan saham GOTO yang dilakukan William tersebut sempat menjadi perbincangan publik sebagai strateginya untuk cabut dari perusahaan bekas besutannya itu. Apalagi, pelepasan saham ini juga diikuti eks petinggi perseroan yang lain yakni Andre Soelistyo, yang menjual sebanyak 100 juta saham senilai Rp 8,6 miliar kala dirinya masih menduduki kursi Komisaris GOTO.

Namun berbeda dengan William, laporan bulanan registrasi pemegang efek perseroan per Juni 2024 itu mengumumkan, Andre justru melanjutkan aksinya memperkecil porsi saham GOTO dengan melepas sebanyak 368,15 juta saham. Praktis, kepemilikan Andre atas saham GOTO per Juni pun berkurang menjadi 2,24 miliar atau mewakili 0,19% dari sebelumnya 2,61 miliar atau 0,22%.

Sedangkan, Patrick Walujo kian paten dengan memborong sebanyak 98,5 juta saham GOTO, sehingga membuat kepemilikannya bertambah dari semula 267 juta saham atau 0,02% menjadi 365,75 juta saham atau mencerminkan 0,03%. Artinya, dengan asumsi harga saham GOTO saat ini di level Rp 50 per saham, Patrick telah merogoh dana sebesar Rp 4,92 miliar untuk memperbesar porsinya tersebut.

Di luar aksi jual dan beli mantan petinggi dan Direktur Utama GOTO, perseroan juga rupanya diam-diam telah merealisasikan hasil keputusan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) untuk melakukan pembelian kembali (buyback) saham.

Terbukti, dalam laporan bulanan registrasi pemegang efek per Juni 2024, jumlah saham treasuri GOTO meningkat menjadi 1,17% atau setara 14,08 miliar saham dari sebelumnya sebanyak 0,85% atau 10,26 miliar saham. Artinya, GOTO telah melakukan buyback sebanyak 3,82 miliar saham selama Juni tepatnya setelah hasil RUPS disepakati pada 11 Juni 2024.

Jika mengacu pada harga tertinggi saham GOTO sepanjang Juni di level Rp 52 per saham, maka perseroan telah menyisihkan sebesar Rp 198  miliar atau merefleksikan 6,2% dari dana kas internal yang disiapkan perseroan untuk melakukan buyback sebesar US$ 200 juta atau Rp 3,2 triliun.

Buyback hingga Juni 2025

Sesuai rencana, GOTO akan melangsungkan shares buyback selama 12 bulan terhitung sejak 12 Juni 2024 hingga 11 Juni 2025. Selanjutnya, perseroan bakal menghentikan aksi pembelian kembali saham bilamana manajemen sudah menganggap perlu.

Keputusan pemegang saham menyepakati usulan buyback ini tidak lepas dari hasil analisis manajemen yang memandang tingkat profitabilitas perseroan yang terus membaik dibuktikan dengan pencapaian Ebitda yang disesuaikan positif pada kuartal IV-2023.

“Pertimbangan utama perseroan dalam melakukan pembelian kembali saham saham adalah agar perseroan memiliki fleksibilitas dan opsi yang lebih baik dalam mengelola modal dan memaksimalkan imbal hasil (return) kepada pemegang saham,” tegas manajemen.

Manajemen menyatakan, pembelian kembali saham tidak akan mempengaruhi kegiatan usaha dan operasional perseroan. Sebab, perseroan sudah memiliki modal kerja yang cukup baik untuk menjalankan kegiatan usaha perseroan.

Editor: Muawwan Daelami (muawwandaelami@gmail.com)

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Baca Berita Lainnya di Google News

#berita-terkini #berita-hari-ini #goto #saham-goto #buyback-saham-goto #william-tanuwijaya #andre-soelistyo #go-jek #tokopedia #berita-ekonomi-terkini

https://investor.id/market/366533/manuver-eks-petinggi-goto-hingga-realisasi-buyback-saham