Cerita Bos PO SAN, Terima 20 Aduan Penipuan Tiket dalam 2 Tahun
Bos PO SAN Kurnia Lesari Adnan mengatakan, dari 20 laporan penipuan ada calon penumpang yang rugi Rp 2,1 juta untuk pembelian tiga tiket bus. Halaman all
(Kompas.com) 10/07/24 06:00 10269711
JAKARTA, KOMPAS.com - Perusahaan Otobus (PO) SAN Putra Sejahtera mencatat selama dua tahun belakangan telah terjadi 20 kali laporan penipuan tiket bus dengan total kerugian Rp 15,70 juta.
Wakil Direktur PO SAN Kurnia Lesari Adnan mengatakan, dari 20 laporan tersebut ada calon penumpang yang merugi hingga Rp 2,1 juta untuk pembelian tiga tiket bus.
"Ada 20 orang totalnya, dengan jumlah kerugian sebesar Rp 15.704.927. Kalau dibilang kecil, ini tidak kecil ya. Karena sayang sekali ini banyak orang dan nominalnya itu mungkin oleh pihak berwajib itu bukan nominal yang patut diseriusi," ujarnya dalam sebuah diskusi di Jakarta, Selasa (9/7/2024).
Meski demikian, dia tetap mengimbau para calon penumpang yang menjadi korban penipuan untuk berani melapor ke kepolisian. Pasalnya, hanya korban yang bisa melaporkan kasus penipuan tiket bus kepada pihak berwajib.
Namun dari banyaknya kejadian, jarang sekali para korban mau melakukan upaya hukum, walaupun akan didampingi tim kuasa hukum PO SAN. Akhirnya seperti terjadi pembiaran dan penipu terus menerus leluasa menjalankan aksinya.
Berdasarkan laporan yang diterima PO SAN, calon penumpang yang membeli tiket dari penipu mendapatkan tiket elektronik yang mirip dengan tiket resmi PO SAN.
Meskipun ketika dicermati pasti ada perbedaannya. Kemudian ketika calon penumpang itu akan naik bus, tiket tidak berlaku karena di manifest bus tidak tercantum namanya.
"Bagi calon penumpang yang awam, tentu tidak bisa membedakan antara tiket resmi dan tiket palsu," kata dia.
Hal ini membuat pihaknya menduga penipu tersebut memiliki tiket resmi PO SAN dan kemudian menirunya. "Ini sangat mirip dengan tiket asli kami, dimana sepertinya ini pelakunya itu sudah pernah beli atau gimana," ucapnya.
Dia menerangkan, PO SAN sendiri telah melakukan upaya-upaya untuk mencegah terjadinya penipuan tiket bus. Misalnya dengan membuat aplikasi Buzzit, aplikasi resmi PO SAN untuk pemesanan tiket.
Di Instagram resmi PO SAN juga sudah dicantumkan linktree yang berisi nomor telepon resmi PO SAN. Selain itu, PO SAN juga sering memberikan peringatan penipuan dengan blast ke nomor-nomor Whatsapp para pelanggannya, dan juga menuliskan peringatan ini di media sosial dan di tiket resmi PO SAN.
"Kami memberikan peringatan, cek lagi, cek lagi, dan H-1 tolong periksa mengenai jam keberangkatan dan juga apakah sudah ada di daftar manifest," tuturnya.