Bertahan dalam Tekanan Global

Bertahan dalam Tekanan Global

Indonesia harus mewaspadai faktor global yang notabene berada di luar kendali pemerintah. - Halaman all

(InvestorID) 10/07/24 07:25 10275376

JAKARTA,  investor.id - Hingga saat ini Indonesia masih dihadapkan pada berbagai risiko ketidakpastian global. Setidaknnya terdapat tiga tantangan globals sepanjang 2024 ini. Mulai dari kebijakan suku bunga tinggi yang disinyalir berlangsung dalam waktu lama, yang membuat likuiditas global masih akan ketat dan aliran dana ke negara-negara emerging termasuk Indonesia akan terpengaruh atau terjadi aliran dana yang cenderung keluar. Selain itu, tensi geopolitik yang meningkat dimana memberikan ketidakpastian terhadap berbagai kegiatan ekonomi keuangan seperti perdagangan, serta tantangan digitalisasi, perubahan iklim dan demografi.

Kondisi ini menyebabkan ekonomi global di tahun 2024-2025 diproyeksikan masih di bawah tren jangka panjang. Dalam laporan World Economic Outlook April 2024, Dana Moneter Internasional (IMF) memperkirakan ekonomi global tumbuh stagnan pada level 3,2%pada 2024. Demikian halnya untuk inflasi, meskipun menurun, namun inflasi global masih di level yang tinggi, yakni diproyeksikan 5,8% pada 2024 dan 4,4% pada 2025.

Meski demikian, pemerintah dan sejumlah kalangan masih optimistis bahwa perekonomian Indonesia masih cukup solid. Optimisme ini berkaca pada kondisi 2023, dimana sejumlah indikator utama makroekonomi yang secara konsisten terus menunjukkan peningkatan. Pada tahun 2023, Indonesia mampu tumbuh sebesar 5,05% (yoy), lebih tinggi dari angka consensus forecast sebesar 5,03%. Permintaan domestik, industri pengolahan, dan perdagangan menjadi sumber utama pertumbuhan. Selain itu, pertumbuhan Konsumsi LNPRT juga turut melejit seiring masa kampanye Pemilihan Umum.

Inflasi umum Indonesia sebesar 2,57%, cukup terkendali dan terjaga di rentang sasaran (2,5±1%)., jauh lebih rendah dibandingkan dengan negara anggota G20. Dalam 5 tahun terakhir, inflasi Indonesia cukup terkendali, berada di bawah rata-rata negara ASEAN-5, negara berkembang, dan negara maju.

Karenanya, pemerintah cukup percaya diri bahwa tahun 2024 ekonomi akan tumbuh lebih tinggi dari tahun 2023 yakni di angka 5,2%, kemudian pada 2025 diproyeksikan mencapai kisaran 5,3-5,6%. Sedangkan untuk tingkat inflasi, Pemerintah optimis inflasi Indonesia hingga akhir 2024 akan terus terkendali, di mana rata-rata tahunannya akan berada di bawah 2,80%. Dan untuk tahun 2025

dengan politiknya makin stabil seiring hadirnya pemerintahan baru, kemudian berbagai indikator makro cukup bagus, fundamental makro yang juga kuat, pemerintah menargetkan range pertumbuhan ekonomi di kisaran 5,3-5,6%.

Sama seperti pada semester I, perekonomian semester II-2024 masih akan ditopang oleh permintaan domestik dan inflasi yang terus terjaga. Dari sisi investasi disokong oleh pelaksanaan proyek strategis nasional yang masih berjalan. Namun, bukan berarti pencapaian itu akan berlangsung mulus. Karena, lagi-lagi Indonesia harus mewaspadai faktor global yang notabene berada di luar kendali pemerintah. Sumber pertumbuhan ekonomi dalam negeri akan menjadi bantalan di tengah gejolak perekonomian global. Tantangan lain yakni penurunan harga komoditas dan kondisi perekonomian China yang menjadi mitra dagang utama Indonesia.

Editor: Euis Rita Hartati (euis_somadi@yahoo.com)

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Baca Berita Lainnya di Google News

#berita-terkini #berita-hari-ini #apbn #inflasi #pertumbuhan-ekonomi #global #n-a #berita-ekonomi-terkini

https://investor.id/editorial/366548/bertahan-dalam-tekanan-global