Jumlah Korban Tewas di Gaza Lampaui 186 Ribu Jiwa
Jumlah korban tewas di Gaza diperkirakan melampaui 186 ribu jiwa, dengan angka sebenarnya jauh di atas perkiraan. - Halaman all
(InvestorID) 10/07/24 08:32 10284373
LONDON, investor.id – Jumlah korban tewas di Gaza diperkirakan melampaui 186 ribu jiwa. Penghitungan ini dilakukan lewat kajian yang dipublikasikan jurnal medis Inggris The Lancet pada Jumat (5/7/2024).
Namun, indikasi angka kematian di Gaza jauh lebih rendah dari angka sebenarnya.
Mengutip kajian itu, jumlah korban tewas sebenarnya akibat agresi Israel ke Jalur Gaza bisa melampaui 186 ribu orang atau sekitar 8% dari seluruh populasi Gaza. Hingga saat ini, jumlah kematian resmi yang dicatat otoritas kesehatan Gaza mencapai angka 38.200 orang.
Menurut simpulan tersebut, jumlah korban tewas lain mencakup ribuan orang yang diduga masih tertimbun reruntuhan bangunan. Jumlahnya bisa bertambah ribuan lagi dengan menghitung korban jiwa akibat dampak sekunder konflik seperti malnutrisi, terkena penyakit, dan kurangnya penanganan medis.
"Jumlah korban tewas yang dilaporkan kemungkinan lebih rendah (dari jumlah sebenarnya). Lembaga Airwars melakukan penilaian rinci terhadap insiden-insiden di Jalur Gaza dan mendapati tidak semua nama korban yang teridentifikasi ada dalam daftar (korban tewas) otoritas setempat," tulis kajian The Lancet.
Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) memperkirakan hingga 29 Februari 2024, sebanyak 35% bangunan di Jalur Gaza telah hancur.
“Sehingga jumlah jenazah yang masih tertimbun di reruntuhan bangunan yang hancur cukup besar dan diperkirakan melampaui angka 10.000," tambahnya.
Selain itu, sebanyak 14.000 bom dengan berat masing-masing 907 kg yang dipasok Amerika Serikat (AS) untuk Israel juga menambah jumlah korban tewas.
Bom tersebut juga menghancurkan infrastruktur di Jalur Gaza, sehingga memperburuk situasi krisis yang menyebabkan korban tewas terus bertambah.
Hancurnya fasilitas kesehatan, jaringan distribusi makanan, dan sistem sanitasi membuat warga Gaza yang masih bertahan terpaksa hidup dalam kondisi yang amat memprihatinkan.
"Jumlah korban tewas diperkirakan besar karena intensitas konflik, hancurnya sistem kesehatan, kelangkaan makanan, air bersih, dan tempat tinggal, ketidakmampuan warga untuk mengungsi ke tempat yang lebih aman dan hilangnya pendanaan ke UNRWA," jelas rilis The Lancet.
Kajian tersebut menyoroti kehancuran masif di Gaza kian mempersulit upaya menghimpun data korban tewas secara akurat.
Hingga berita ini ditayangkan, Israel belum berhenti menyerbu Jalur Gaza. Agresi yang telah berlangsung lebih dari sembilan bulan itu meluluhlantakkan kawasan tersebut.
Padahal, Mahkamah Internasional (ICJ) dalam putusan terbarunya memerintahkan Israel segera berhenti melangsungkan operasi militer ke kota Rafah di Gaza selatan, di mana lebih dari sejuta warga sipil mencari perlindungan dari perang.
Editor: Grace El Dora (graceldora@gmail.com)
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
Baca Berita Lainnya di Google News
#berita-terkini #berita-hari-ini #konflik-di-gaza #korban-gaza #korban-gaza-bertambah #korban-tewas-di-gaza #berita-ekonomi-terkini
https://investor.id/international/366568/jumlah-korban-tewas-di-gaza-lampaui-186-ribu-jiwa