KRL

KRL "Overload", KAI Minta Penyertaan Modal Negara Rp 1,8 Triliun Halaman all - Kompas.com

Pengadaan sarana KRL dibutuhkan untuk mengantisipasi peningkatan jumlah penumpang. Halaman all

(Kompas.com) 10/07/24 09:38 10285810

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI mengajukan penyertaan modal negara (PMN) periode 2025 sebesar Rp 1,8 triliun untuk kebutuhan armada KRL anak usahanya, PT KAI Commuter (KCI).

Direktur Utama PT KCI Asdo Artriviyanto mengatakan, pengadaan sarana KRL saat ini sangat dibutuhkan untuk mengantisipasi peningkatan jumlah penumpang yang diproyeksikan meningkat 6 persen setiap tahunnya selama 2024-2027.

Di sisi lain, sebanyak 1.088 unit KRL yang dimiliki PT KCI telah memasuki masa pensiun atau berusia 30 tahun lantaran pengadaan KRL sebelumnya merupakan impor KRL bekas.

Untuk itu dibutuhkan usulan PMN 2025 agar sarana KRL dapat ditambah dan mengganti sarana yang akan memasuki usia pensiun sehingga kelebihan muatan (overload) pada stasiun maupun kereta dapat terhindarkan.

"Ini dapat berdampak menimbulkan overload saat peak hours. Dari mulai tahun 2023 ini sudah terjadi 129 persen (okupansi KRL) pada peak hours. Apabila ini tidak terjadi pengadaan sarana, maka 2026 sampai 2027 akan melebihi 200 persen," ujarnya saat RDP dengan Komisi VI DPR RI, Jakarta, Selasa (9/7/2024).

Dia menjelaskan, pada 2023 PT KCI memiliki 118 trainset KRL, lalu dilakukan konservasi sebanyak 10 trainset sehingga sisa 108 trainset. Dari 108 trainset itu, sebanyak 101 trainset dioperasikan dan 7 trainset dilakukan perawatan.

"Untuk maintenance 7 yang seharusnya idealnya adalah maintenance 16 trainset atau 15 persen dari jumlah armada," ucapnya.

Kemudian pada 2024, KCI kembali harus melakukan konservasi pada 19 trainset miliknya sehingga saat ini jumlah armada yang dimiliki KCI hanya 89 trainset.

Jumlah tersebut, kata Asdo, di bawah kebutuhan operasi KCI yang seharusnya memiliki 101 trainset untuk menyesuaikan dengan grafik perjalanan kereta api (Gapeka) dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub).

"Dari kebutuhan operasi 101 maka kami minus 12 trainset," kata Asdo.

Untuk mengatasi masalah tersebut, PT KCI akan melakukan pengadaan 12 rangkaian kereta (trainset) baru dari PT INKA (Persero). KRL baru ini akan datang di Semester II 2025.

Kemudian KCI juga akan mengimpor 11 trainset baru dari China dimana 8 di antaranya menggantikan rencana retrofit kereta lama yang seharusnya sebanyak 19 trainset menjadi hanya 2 trainset. 11 KRL impor ini akan datang di Semester I 2025.

Selain itu, KCI juga akan melakukan peremajaan 2 trainset KRL lama ke INKA, keduanya akan datang di Semester II 2025.

"Dengan kondisi teknis dari INKA sudah dilakukan assessment hanya 2 trainset yang bisa diretrofit. Sehingga 17 trainset ini tidak bisa diretrofit, kita alihkan untuk pembelian baru melalui impor. Dan untuk mengejar Semester I di 2025 kita dari 17 retrofit menjadi 8 trainset baru," tuturnya.

#kai #krl #pmn-kai #kai-ajukan-pmn

https://money.kompas.com/read/2024/07/10/093834426/krl-overload-kai-minta-penyertaan-modal-negara-rp-18-triliun?page=all&utm_source=Google&utm_medium=Newstand&utm_campaign=partner