Awas, Itinerary yang Terlalu Ketat Bisa Rusak Momen Liburan

Awas, Itinerary yang Terlalu Ketat Bisa Rusak Momen Liburan

Membuat rencana perjalanan yang terlalu ketat, justru menjadikan momen liburan berantakan. Halaman all

(Kompas.com) 10/07/24 11:02 10291348

KOMPAS.com - Membuat itineraryatau rencana perjalanan, merupakan cara untuk membuat liburan lebih tertata.

Namun membuat dan menerapkan itinerary, Anda sebaiknya tidak terlalu ketat dan malah lebih fleksibel saja.

Itinerary yang terlalu ketat malah akan menjadi sumber stres, sehingga liburan yang harusnya menyenangkan, menjadi sulit dinikmati. Itu karena Anda akan selalu tertekan untuk bisa mematuhi rencana perjalanan.

Berikut beberapa tanda itinerary terlalu ketat yang merusak kesenangan liburan, dilansir dari laman Huffington Post:

1. Sulit beradaptasi saat rencana berubah

Meski sudah direncanakan, bisa jadi liburan akan berjalan di luar daftar rencana. Hal ini tentu membutuhkan adaptasi.

"Ketika sesuatu tidak berjalan sesuai rencana, seorang perfeksionis (yang merasa harus benar-benar mengikuti itinerary) mungkin akan sangat kesulitan beradaptasi," kata terapis pernikahan dan keluarga berlisensi yang memiliki The Therapy Group di Pennsylvania dan co-host podcast ShrinkChicks, Jennifer Chaiken.

Misal rencana awal adalah mengunjungi air terjun, tetapi cuaca tidak bagus, mereka yang menghendaki perjalanan harus sesuai rencana, akan sulit beradaptasi.

Padahal, rencana dadakan untuk berpindah lokasi, bisa jadi akan menghadirkan pengalaman lebih menyenangkan, dibanding memaksa mengikuti rencana awal.

2. Saling menyalahkan saat perjalanan tidak sesuai rencana awal

Menurut Chaiken, baik konflik internal maupun eksternal adalah hal yang umum di kalangan perfeksionis.

SHUTTERSTOCK/TORWAISTUDIO Ilustrasi liburan ke luar negeri.

Namun, orang-orang yang terlalu patuh pada rencana perjalanan, bisa jadi sumber masalah ketika perjalanan tidak sesuai rencana awal.

Mereka yang terlalu kaku pada itinerary, cenderung menyalahkan diri sendiri atau orang lain daripada menerima bahwa beberapa hal berada di luar kendali mereka.

Misal rencana awal adalah berkunjung ke museum, tetapi tutup karena suatu alasan, maka sebaiknya memang tidak perlu menyalahkan siapa pun. Lebih baik mengalihkan perjalanan ke tempat lain, meski di luar itinerary awal.

3. Malah takut liburan

Menurut konselor kesehatan mental berlisensi di Self Space di Seattle, AS Becca Trayner, mereka yang menginginkan segala sesuatunya berjalan sempurna, malah biasanya overthinking membayangkan hal terburuk.

Dok. Shutterstock Ilustrasi liburan ke Bangkok.

Misal rencana awal adalah menyeberang ke Bali naik kapal ferry, tetapi malah muncul pikiran akan datangnya badai yang menyebabkan perjalanan kapal disetop, sehingga membuat rencana berantakan.

Pikiran itu malah bisa jadi membuat Anda menjadi takut, sehingga malah memutuskan tidak jadi berangkat.

4. Tidak mendapatkan manfaat liburan

Liburan bertujuan untuk sejenak melarikan diri dari rutinitas harian yang membosankan, sehingga bisa bersantai atau mencari ketenangan.

Namun, memaksakan diri untuk mengikuti itinerary dengan sempurna, justru akan membuat Anda kehilangan manfaat liburan itu.

Alih-alih refreshing, Anda malah akan merasa kelelahan dan cemas karena liburan menjadi aktivitas untuk sekadar mematuhi itinerary.

5. Terlalu fokus untuk mengesankan orang lain

Dalam menyusun dan melaksanakan rencana perjalanan, Anda bisa jadi malah terlalu berfokus untuk mengesankan orang lain, terutama melalui media sosial.

SHUTTERSTOCK Ilustrasi media sosial

Terlalu patuh mengikuti itinerary dengan tujuan untuk membuat postingan "liburan sempurna" di media sosial, malah membuat Anda tidak bisa menikmati liburan.

Jadi, jangan terlalu berfokus membuat postingan hanya untuk mengesankan orang lain. Cukup fokus untuk menikmati liburan sambil sesekali berfoto untuk mengabadikan momen.

6. Kurang menikmati momen

Terlalu patuh pada itinerary akan membuat Anda kurang menikmati momen. Misal sedang mendaki, pikiran Anda sudah ada di puncak dan berfoto, bukan menikmati perjalanan.

Hal itu bisa mengurangi kenikmatan suatu liburan. Memang ada tujuan dalam setiap perjalanan. Namun, tetap nikmati perjalanan itu.

#rencana-perjalanan #tips-liburan #itinerary

https://travel.kompas.com/read/2024/07/10/110211727/awas-itinerary-yang-terlalu-ketat-bisa-rusak-momen-liburan