Trotoar di Jalan Abdullah bin Nuh Bogor

Trotoar di Jalan Abdullah bin Nuh Bogor "Dikuasai" Bangunan Semipermanen Milik Pedagang

Di sepanjang trotoar dari arah Jalan Abdullah Bin Nuh ke arah Jalan Sholeh Iskandar hampir dipenuhi pedagang kaki lima. Halaman all

(Kompas.com) 10/07/24 10:35 10293608

BOGOR, KOMPAS.com - Trotoar di Jalan Abdullah Bin Nuh, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor, dipenuhi bangunan semipermanen milik pedagang kaki lima (PKL)

Pengamatan Kompas.com di lokasi, Rabu (10/7/2024), di sepanjang trotoar dari arah Jalan Abdullah bin Nuh ke arah Jalan Sholeh Iskandar hampir dipenuhi PKL.

Bangunan bermaterial kayu digunakan para pedagang untuk membuka usaha, mulai dari warung kopi, rumah makan, penjual duplikat kunci, hingga menjual buah-buahan.

Bahkan, ada beberapa PKL yang sengaja membuat kursi dan meja dari bambu untuk digunakan pembeli saat makan di tempat.

Jika dilihat, tidak ada ruang untuk para pejalan kaki melintasi trotoar tersebut sehingga mau tak mau warga yang melintas terpaksa harus berjalan di bahu jalan.

Namun, bahu jalan pun digunakan para pemilik motor dan mobil untuk memarkirkan kendaraan mereka.

Kondisi ini menimbulkan berbagai keluhan dari masyarakat, salah satunya Muhammad Rifai (37). Dia mengaku kesal trotoar yang diperuntukkan bagi pejalan kaki malah dijadikan lapak PKL.

Bahkan, menurutnya, lapak pedagang itu sudah berdiri selama bertahun-tahun tanpa ada pembongkaran.

“Sudah bertahun-tahun, lebih dari tiga tahun lapaknya berdiri. Saya orang Curug sini jadi tahu lah. Kalau jalan, saya harus hati-hati kalau tidak bisa kena mobil atau motor. Padahal, trotoar dibangun supaya orang yang jalan kaki kayak kita aman,” ujar Rifai saat diwawancarai Kompas.com.

Warga lainnya, Dade (44), merasa hak pejalan kaki telah direnggut. Saat ini tidak ada tempat yang aman bagi pejalan kaki di lokasi tersebut.

“Kayaknya di mana-mana juga sama ya. Enggak ada tempat yang aman bagi pejalan kaki karena kita harus ikhlas aja gitu bagi-bagi jalan sama pedagang, atau orang yang mungkin tidur di trotoar,” ujarnya.

Lulu Ramdhan (28) malah sudah lupa jika jalanan yang dipenuhi PKL tersebut adalah trotoar, yang dikhususkan bagi pejalan kaki.

“Saking sudah lamanya itu pedagang jualan di sana, saya enggak ingat kalau itu trotoar,” ungkap Lulu.

Ia berharap ada tindakan tegas yang bisa dilakukan para petugas yang berwenang untuk merelokasi PKL ke tempat yang seharusnya.

“Harus ada penindakan karena kalau didiamkan saja ya PKL ngerasa dia benar kalau trotoar itu jadi lapak dia berjualan,” ujarnya.

“Sebaiknya segera direlokasi. Jangan sampai nanti ribut antara petugas sama PKL karena si pedagang merasa sudah lama berjualan di sana,” lanjut Lulu.

#pkl-jualan-di-trotoar #pkl-di-trotoar #trotoar-di-jalan-abdullah-bin-nuh-dipenuhi-pkl

https://megapolitan.kompas.com/read/2024/07/10/10353841/trotoar-di-jalan-abdullah-bin-nuh-bogor-dikuasai-bangunan-semipermanen