Hindari, 5 Faktor Penyebab Munculnya Hiperpigmentasi di Kulit

Hindari, 5 Faktor Penyebab Munculnya Hiperpigmentasi di Kulit

Dokter kulit membagikan ada 5 faktor yang menyebabkan munculnya masalah hiperpigmentasi di kulit.

(Kompas.com) 10/07/24 10:30 10293613

JAKARTA, KOMPAS.com - Hiperpigmentasi merupakan suatu kondisi ketika terdapat bagian kulit yang warnanya lebih gelap dibandingkan kulit aslinya.

Kondisi ini bisa terjadi di segala usia maupun gender, loh. Biasanya hiperpigmentasi yang terjadi seperti flek hitam, noda bekas jerawat, freckles, dan masih banyak lagi.

Lalu, apa saja faktor yang menyebabkan hiperpigmentasi di kulit? Dokter kulit dr. Listya Paramita Sp.DVE, FINSDV membagikan ada 5 penyebab terjadinya hiperpigmentasi di kulit wajah maupun badan. Berikut penjelasannya.

Penyebab hiperpigmentasi kulit

Perubahan hormon

Perubahan hormon menjadi suatu kondisi yang kerap dialami oleh para perempuan, khususnya di masa kehamilan.

Dr. Listya menyatakan perubahan hormon bisa memicu kehadiran hiperpigmentasi pada beberapa bagian tubuh tertentu. Maka tak heran mengapa pada sebagian kasus, ibu hamil mengalami penggelapan kulit di area lipatan.

Hormonal changes itu akan membuat pigmen tambah banyak. Jadi jangan heran bumil mengalami area tertentu yang menggelap,” kata dr. Listya dalam Dermlive by La Roche Posay di Chillax Sudirman, Selasa (10/7/2024).

“Seperti di area leher, lipatan ketiak, bawah payudara, itu normal karena ada perubahan hormon,” sambungnya.

Meski kehadiran hiperpigmentasi pada masa kehamilan tampak mengganggu dan bisa menurunkan kepercayaan diri, tapi dr. Listya menjelaskan bahwa kondisi ini sangat normal terjadi dan bisa diobati setelah melahirkan.

Peradangan pada kulit

Menurut dr. Listya salah satu jenis peradangan kulit yang paling sering terjadi dan bisa memicu hiperpigmentasi yaitu jerawat.

Jerawat yang meradang jika tidak diobati dengan baik bisa membuat noda bekas jerawat yang sulit dihilangkan.

“Contoh peradangan pada kulit yang sering dijumpai yaitu jerawat. Kemudian ada juga eksim, dermatitis yang berulang itu bisa bikin gelap,” jelasnya.

Meski begitu, ada kondisi peradangan kulit lain yang memicu hiperpigmentasi, seperti halnya terkena gigitan serangga.

Bekas gigitan serangga bisa menjadi bintik kecoklatan yang membutuhkan waktu lama untuk hilang.

“Digigit serangga itu juga bisa bikin bagian kulit menggelap karena meradang dan terjadi bintik-bintik kecoklatan, jadi lebih lama pudarnya,” tutur dr. Listya.

Infeksi

Infeksi menjadi bentuk lanjutan dari peradangan apabila tidak diobati dengan segera.

Dr. Listya menambahkan bahwa infeksi bisa menjadi faktor yang menyebabkan bagian kulit mengalami hiperpigmentasi, apalagi jika sudah muncul luka.

Ketika luka tersebut mengering dan akan sembuh, maka bekasnya akan menimbulkan bercak kecoklatan atau sedikit kehitaman di area kulit.

“Infeksi itu ketika ada peradangan di kulit, kalau tidak segera ditangani pas udah selesai infeksinya jadi gelap,” katanya.

Paparan ultraviolet

Paparan ultraviolet dari sinar matahari bisa jadi salah satu faktor penyebab hiperpigmentasi. Bukan hanya di wajah, kondisi ini juga bisa terjadi di kulit badan.

Terlebih dr. Listya mengungkap bahwa Indonesia menjadi negara tropis yang paparan sinar mataharinya lebih tinggi dibandingkan negara lainnya.

Maka ia mengimbau untuk terus konsisten menggunakan sunscreen untuk memproteksi kulit dari bahayanya paparan ultraviolet.

“Kita hidup di wilayah tropis yang paparan sinar mataharinya datang dari mana aja. Jadi hati-hati kalau enggak pengen kulitnya berubah warna, ada dark spot, kulit menjadi lebih gelap, maka proteksinya harus dilakukan,” sahut dr. Listya.

Obat- obatan

Lebih lanjut, dr. Listya menyebutkan bahwa hiperpigmentasi juga bisa disebabkan oleh obat-obatan. Misalnya orang-orang yang sedang dalam pengobatan Tuberkulosis (TBC).

Beberapa obat dalam rangkaian pemulihannya itu bisa membuat kulit menggelap. Namun hal ini bisa kembali normal setelah pengobatan selesai.

“Tapi kadang-kadang itu tidak bisa dihindari karena imerupakan program pengobatan dan harus diselesaikan terlebih dahulu. Tetapi nanti biasanya akan balik ke kondisi semula,” pungkasnya.

#hiperpigmentasi #warna-kulit-tidak-merata #warna-kulit-tidak-merata-disebabkan-oleh #beauty-amp-grooming #faktor-penyebab-hiperpigmentasi

https://lifestyle.kompas.com/read/2024/07/10/103000820/hindari-5-faktor-penyebab-munculnya-hiperpigmentasi-di-kulit