Industri Peledakan di Pertambangan Suarakan Kebutuhan Digitalisasi dan AI untuk Efisiensi
Teknologi digitalisasi adalah salah satu perubahan yang harus diimplementasikan di semua industri, termasuk di sektor pertambangan. Halaman all
(Kompas.com) 10/07/24 12:27 10297979
JAKARTA, KOMPAS.com - Sejumlah asosiasi pelaku industri peledakan dalam pertambangan menyuarakan pentingnya penerapan digitalisasi dan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) mendukung aktivitas operasional pertambangan.
Hal ini lantaran sektor industri pertambangan di dunia dan Indonesia saat ini menghadapi banyak tantangan, sehingga perlu segera beradaptasi dengan setiap perubahan yang terus terjadi untuk memastikan kesuksesan yang berkelanjutan.
Untuk itu, dua asosiasi bidang peledakan di pertambangan menggelar The 7th International Drill & Blast Conference 2024 pada 9-10 Juli 2024 bersama Petromindo.com di Bandung, Jawa Barat, dengan tema "Optimisasi Kecerdasan Buatan dan Digitalisasi dalam Industri Peledakan".
Sementara kedua asosiasi tersebut yakni Perhimpunan Ahli Pertambangan Indonesia (PERHAPI) dan Asosiasi Produsen dan Distributor Bahan Peledak Indonesia (ASPRODISPA).
Acara ini diikuti 250 peserta dan 34 pembicara, dari dalam dan luar negeri seperti dari Amerika Serikat, Chile, India, Australia dan negara-negara lainnya.
“Saat ini, teknologi digitalisasi adalah salah satu perubahan yang harus diimplementasikan di semua industri, termasuk di sektor pertambangan agar bisnis yang mereka jalankan tidak tertinggal, termasuk di dalamnya ada industri peledakan yang mendukung aktivitas operasional pertambangan,” kata Wakil Ketua Umum Perhimpunan Ahli Pertambangan Indonesia (PERHAPI), Sudirman Widhy, melalui siaran pers, Rabu (10/7/2024).
Ia menambahkan bahwa digitalisasi bisnis juga erat kaitannya dengan penggunaan AI yang diprediksi mampu memberikan banyak keuntungan baru.
Menurut Sudirman, kemampuan AI untuk mengolah data besar dengan cepat dan akurat adalah salah satu keuntungan yang dapat mengubah cara kerja bisnis di berbagai sektor industri, termasuk dalam industri pertambangan.
"Dengan menerapkan digitalisasi dan memanfaatkan Kecerdasan Buatan, diharapkan produksi dapat lebih optimal serta meningkatkan efisiensi untuk mengurangi biaya produksi secara keseluruhan,” lanjut Sudirman.
Ia juga berharap konferensi ini akan menemukan perbaikan terhadap metode peledakan, mengingat kegiatan pertambangan dan peledakan saat ini berlangsung di area yang dekat dengan masyarakat sekitar tambang sehingga diperlukan metode peledakan yang ramah lingkungan dengan dampak minimal.
AI untuk dorong produktivitas
Senasa, Wakil Ketua Umum ASPRODISPA, Risen Delta menyatakan pentingnya digitalisasi dalam peledakan untuk membantu efektivitas salam bekerja sehingga mendorong produktivitas.
“Di tahun-tahun ini dan mungkin di tahun-tahun mendatang, kita akan melihat lebih banyak digitalisasi dalam sebagian besar kegiatan kita termasuk bor dan peledakan, sehingga kita harus siap beradaptasi dan mengoptimasisasinya,” kata Risen.
“Digitalisasi tentu akan membantu kita mencapai tujuan kita. Ingatlah, industri lain di seluruh dunia telah secara luas membahas AI yang banyak digunakan untuk meningkatkan produktivitas kerja. Saya pribadi sangat berharap untuk melihat aplikasi AI yang dipresentasikan dalam acara ini,” ujarnya.
Sebagai informasi, ASPRODISPA adalah asosiasi yang secara aktif membantu Pemerintah Indonesia untuk memastikan distribusi dan pasokan produk peledak dikelola dengan baik. Asosiasi ini memiliki 12 anggota perusahaan distribusi dan produsen bahan peledak di Indonesia.
Antara lain, PT Dahana, PT Multi Nitrotama Kimia, PT Trifita Perkasa, PT Armindo Prima, PT Pindad, PT Mexis, PT Asa Karya, PT Distribusi Amo Nusantara, PT Kaltim Nitrate Indonesia, PT Prima Mega Blasting, PT Bumi Tala, PT Aneka Gas.