Keluh Kesah Sunaryo 40 Tahun Jadi Loper Koran

Keluh Kesah Sunaryo 40 Tahun Jadi Loper Koran

Sunaryo mengaku, pelanggannya semakin menurun karena lebih banyak yang memilih mencari informasi melalui ponsel ketimbang baca koran. Halaman all

(Kompas.com) 10/07/24 12:23 10302948

TANGERANG SELATAN, KOMPAS.com - Sunaryo (64), mengungkapkan keluh kesahnya menjalani pekerjaan sebagai loper koran selama 40 tahun. Menurut dia, pekerjaannya ini sangat bergantung dengan perkembangan zaman.

Sejak kemunculan teknologi yang semakin mutakhir dan Internet, pelanggannya semakin merosot karena lebih banyak yang memilih mencari informasi melalui ponsel, ketimbang baca koran.

“Kalau ponsel jadul, enggak ada gambar, masih lumayan. Itu masih zaman Nokia, BlackBerry, itu masih jaya,” kata Sunaryo kepada Kompas.com di kediamannya, Pondok Betung, Tangerang Selatan, Selasa (9/7/2024).

“Habis itu kan ponsel bergambar yang disentuh (touch screen). Mulai BlackBerry tenar, itu masih bagus. Habis itu bergambar, mulai berjatuhan,” ujar Sunaryo melanjutkan.

Dari ratusan, kini pelanggan Sunaryo bisa terhitung jari. Semua pelanggannya merupakan orang yang gemar membaca dan membutuhkan informasi lengkap.

Dengan begitu, Sunaryo sudah tidak bisa lagi menjual koran secara eceran. Kalau pun bisa, itu hanya untung-untungan.

“Aku (punya) 9 pelanggan Harian Kompas, Media Indonesia 7, Warta Kota 5. Setelah ada ponsel, merosot total. Ya semuanya itu, Nova, Kartini, Femina, itu sudah enggak ada,” tutur dia.

Pria asal Kulon Progo ini mengatakan, tidak sedikit mantan pelanggannya sesekali mencari keberadaannya untuk membeli surat kabar eceran.

Bukan karena ingin membaca, tetapi koran itu akan mereka pakai untuk keperluan lain.

“Karena situasinya sudah dikalahkan oleh ponsel. \'Aku sudah baca di handphone, Mas. Aku nanti beli kalau mau cat saja atau hajatan atau buat tatakan\',” ujar dia.

“Iya (beli eceran koran bukan untuk membaca), 75 persen cuma dibaca sekilas saja. Habis itu untuk cat atau mau tutup apa gitu. Kalau yang senang baca, ya mau terus (berlangganan),” kata dia lagi.

Terlepas dari hal tersebut, Sunaryo mempunyai keluhan lain sebagai seorang loper koran di era sekarang.

Tidak sedikit kompleks tempat dia berkeliling akhirnya memasang portal. Alhasil, Sunaryo yang bekerja menggunakan sepeda ini harus memutar jalan lebih jauh.

“Ya komplek-komplek ini tuh enggak kayak dulu, leluasa dibuka. Sekarang ditutup, ada yang jaga. Ya kalau yang jaga tidur, enggak berani buka,” ujar dia.

Namun, Sunaryo sesekali memberanikan diri untuk meminta tolong agar portal dibuka untuk dia lewat. Untung-untung dia bisa mendapatkan pelanggan dari warga kompleks yang dia lewati.

#loper-koran #sunaryo-40-tahun-jadi-loper-koran

https://megapolitan.kompas.com/read/2024/07/10/12233251/keluh-kesah-sunaryo-40-tahun-jadi-loper-koran