Warga: Bangunan Semipermanen di Trotoar Abdullan Bin Nuh Bogor Sudah Berdiri Bertahun-tahun

Warga: Bangunan Semipermanen di Trotoar Abdullan Bin Nuh Bogor Sudah Berdiri Bertahun-tahun

Selama itu pula, tidak ada penertiban yang dilakukan oleh Pemkot Bogor terhadap bangunan semipermanen milik para PKL tersebut. Halaman all

(Kompas.com) 10/07/24 13:23 10307785

BOGOR, KOMPAS.com - Warga Bogor bernama Muhammad Rifai (37) mengatakan, bangunan semipermanen milik pedagang kaki lima (PKL) di trotoar Jalan Abdullah bin Nuh, Kota Bogor, telah berdiri selama bertahun-tahun.

Selama itu pula, tidak ada penertiban yang dilakukan oleh Pemerintah Kota Bogor.

“Sudah bertahun-tahun, lebih dari tiga tahun lapak (PKL) berdiri (di trotoar Jalan Abdullan bin Nuh). Saya orang Curug sini jadi tahu lah. Kalau jalan, saya harus hati-hati, kalau tidak bisa kena mobil atau motor. Padahal trotoar dibangun supaya orang yang jalan kaki kayak kita aman," ujar Rifai saat diwawancarai Kompas.com, Rabu (10/7/2024).

Senada dengan Rifai, warga lainnya, Lulu Ramdhan (28), juga menyampaikan hal serupa.

Ia mengungkapkan, kehadiran para pedagang di trotoar itu sudah sangat lama hingga dia sendiri hampir lupa ada trotoar di lokasi tersebut.

“Saking sudah lamanya itu pedagang jualan di sana, saya enggak ingat kalau itu trotoar,” ujarnya.

Lulu berharap Pemkot Bogor segera mengambil tindakan tegas tanpa menimbulkan konflik antara PKL dan petugas penertiban.

Misalnya, dengan menyediakan area khusus untuk PKL, sehingga mereka tidak lagi mengganggu fasilitas umum.

“Harus ada penindakan, karena kalau didiamkan saja, ya PKL ngerasa dia benar kalau trotoar itu jadi lapak dia berjualan. Sebaiknya segera direlokasi, jangan sampai nanti ribut antara petugas sama PKL karena si pedagang merasa sudah lama berjualan di sana,” ujarnya.

Warga lainnya, Dade (44), merasa fenomena seperti ini kian marak di berbagai kota besar, termasuk kota Bogor.

Menurutnya, fenomena ini mengganggu hak pejalan kaki yang seharusnya mendapatkan ruang berjalan yang aman dan nyaman.

“Kayaknya di mana-mana juga sama ya, enggak ada tempat yang aman bagi pejalan kaki. Kita harus ikhlas saja gitu bagi-bagi jalan sama pedagang atau orang yang mungkin tidur di trotoar,” ungkap Dade.

Pengamatan Kompas.com di lokasi, Rabu (10/7/2024), di sepanjang trotoar dari arah Jalan Abdullah bin Nuh ke arah Jalan Sholeh Iskandar hampir dipenuhi pedagang kaki lima.

Bangunan bermaterial kayu digunakan para pedagang untuk membuka usaha, mulai dari warung kopi, rumah makan, penjual duplikat kunci, hingga menjual buah-buahan.

Bahkan, ada beberapa PKL yang sengaja membuat kursi dan meja dari bambu untuk digunakan pembeli saat makan di tempat.

Jika dilihat, tidak ada ruang untuk para pejalan kaki melintasi trotoar tersebut sehingga mau tak mau warga yang melintas terpaksa harus berjalan di bahu jalan.

#pkl-jualan-di-trotoar #pkl-di-trotoar #trotoar-di-jalan-abdullah-bin-nuh-dipenuhi-pkl

https://megapolitan.kompas.com/read/2024/07/10/13234351/warga-bangunan-semipermanen-di-trotoar-abdullan-bin-nuh-bogor-sudah