KRL Jabodetabek Kian Diminati, Pengadaan Armada Tambahan Butuh Rp1,8 Triliun
KRL Jabodetabek semakin hari semakin padat, harus ada bantuan dari pemerintah untuk menghadirkan pengadaan dari armada baru.
(WE Finance) 10/07/24 14:10 10310056
Warta Ekonomi, Jakarta -PT Kereta Commuter Indonesia (KAI Commuter) mengusulkan penambahan Penyertaan Modal Negara (PMN) untuk tahun anggaran 2025 mendatang sebesar Rp1,8 triliun.
Adapun partisipasi modal negara tersebut ditujukan khusunya untuk pengadaan armada kereta rel listrik (KRL) yang bermanfaat bagi banyak orang.
Dalam keterangannya, Direktur Utama KAI Commuter, Asdo Artriviyanto menjelaskan manfaat pengadaan sarana KRL baru bagi masyarakat. Salah satunya yakni tersedianya alternatif moda transportasi massal yang lebih efisien, nyaman, aman dan dapat diandalkan.
Pengadaan lewat PMN tersebut dilakukan bertujuan sebagai antisipasi tumbuhnya jumlah penumpang KRL. Di sisi lain, pengadaan sarana baru juga bisa menekan kemacetan hingga emisi gas buang di jalan raya sebab peralihan pengguna transportasi.
"Kemudian ada potensi pengembangan kawasan di wilayah-wilayah atau sepanjang jalur KRL," ucap Asdo dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi VI DPR, Selasa (9/7/2024).
Pengadaan sarana KRL baru bagi pemerintah dinilai Asdo bisa meningkatkan produksi dalam negeri dengan teknologi terbaru, hingga pengadaan retrofit atau peremajaan sarana KRL anyar melalui PT INKA. Lalu, pemenuhan target 2 juta penumpang per hari seiring pengembangan sarana dan prasarana stasiun oleh Kementerian Perhubungan.
Tak sampai situ, Asdo menyebut ada potensi peningkatan pertumbuhan perekonomian di sekitar Ibu Kota, hingga potensi peningkatan penerimaan negara lewat pajak, PNBP, dan lain sebagainya.