Erick Thohir Minta Investasi TikTok di RI Lebih Besar: Jangan Jadi Orang Asing - kumparan.com

Erick Thohir Minta Investasi TikTok di RI Lebih Besar: Jangan Jadi Orang Asing - kumparan.com

Menteri BUMN, Erick Thohir menyinggung TikTok agar berinvestasi lebih besar di Indonesia, karena memiliki potensi ekonomi jauh lebih besar dari negara tetangga seperti Vietnam dan Thailand.

(Kumparan.com) 10/07/24 14:42 10314081

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir menyinggung TikTok agar berinvestasi lebih besar di Indonesia, karena memiliki potensi ekonomi jauh lebih besar dari negara tetangga seperti Vietnam dan Thailand.

Erick mengimbau kepada TikTok agar tidak merasa menjadi orang asing (stranger) di Indonesia sehingga berminat untuk menggelontorkan dana, sekaligus lebih banyak bekerja sama dengan BUMN maupun badan usaha lain.

Dia mencontohkan, pemerintah sudah menjajaki kerja sama dengan sederet perusahaan raksasa global, mulai dari Uni Emirat Arab (UEA) hingga Amerika Serikat (AS), yang ternyata tertarik berinvestasi di Tanah Air.

"TikTok harus berani investment lebih dari negara lain, tolong sampaikan ke bos-bos TikTok saya sudah ketemu semuanya, jangan jadi strangers di Indonesia karena potensi ekonominya jauh lebih besar dari yang lain," tegasnya saat acara peluncuran TikTok | Pos Aja! Creator House, Rabu (10/7).

Erick menjelaskan, Indonesia mempunyai potensi ekonomi yang luar biasa, terutama ekonomi digital dengan potensi pasar Rp 4.500 triliun di tahun 2030-an, sekaligus menjadi yang terbesar di Asia Tenggara.

Potensi tersebut, lanjut dia, akan tercapai ketika pendapatan per kapita Indonesia mencapai USD 10.000 yang diprediksi di tahun 2029.

"Dan ekonomi kita sudah USD 3,3 triliun waktu itu. Mungkin nomor 15 atau 14 di dunia, di 2045 lebih besar lagi. Kita itu bisa nomor 4 dan 5," tutur Erick.

Dengan demikian, Erick meyakini Indonesia bisa sejajar dengan negara adidaya lain di tahun 2045 seperti AS, China, India, dan lain sebagainya.

Meski begitu, dia mengimbau agar pertumbuhan ekonomi Indonesia tidak mencerminkan pemerataan pendapatan atau distribution of wealth, terutama kontribusinya dari generasi Z yang masih bergantung pada orang tua.

"Kami dari BUMN, dan saya juga mengetuk private sector atau foreign investment yang percaya market Indonesia. Jangan setengah-setengah berinvestasi di Indonesia, apalagi membandingkan Indonesia dengan Thailand, Malaysia, Singapura, salah besar," tegas Erick.

Adapun TikTok Indonesia resmi bekrja sama dengan PT Pos Indonesia (Persero) untuk memanfaatkan aset-aset bersejarah untuk wadah kreatifitas para content creator. Selain itu, Erick juga mendorong kolaborasi kedua entitas di sektor logistik.

"Saya selalu men-challenge direksi PT Pos yang waktu itu saya angkat Pak Faisal, saya bilang, saya ingin transformasi PT Pos itu nyata. Sebagai tidak hanya tentu logistik center, tetapi juga musti friendly kepada digitalisasi," pungkasnya.

#bumn #investasi #tiktok

https://kumparan.com/kumparanbisnis/erick-thohir-minta-investasi-tiktok-di-ri-lebih-besar-jangan-jadi-orang-asing-236Lmj7TonB