Antrean Beli Saham Emiten Baru Ini Membeludak, Gara-gara Didukung Sosok Penting?
Di listing perdana, saham LABS langsung ARA. - Halaman all
(InvestorID) 10/07/24 09:12 10317871
JAKARTA, investor.id - PT UBC Medical Indonesia Tbk (LABS) resmi mencatatkan (listing) perdana sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Rabu, 10 Juli 2024 ini.
Pada awal sesi I, saham LABS langsung melambung 34,31% mentok auto rejection atas (ARA) ke Rp 137. Per pukul 09.05 WIB antrean beli di harga Rp 137 membeludak hingga 1,83 juta lot saham.
Saham LABS dicatatkan di papan pengembangan BEI dan LABS menjadi perusahaan ke-32 yang tercatat di BEI pada tahun 2024.
LABS bergerak pada sektor kesehatan dengan sub industri penyedia & distribusi perlengkapan kesehatan. UBC Medical Indonesia (LABS) didirikan pada 9 Juni 2014 dan menjalankan kegiatan usaha sebagai distributor alat kesehatan.
Harga penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) LABS adalah senilai Rp 102 per lembar dengan jumlah saham yang dicatatkan sebanyak 3.950.000.000 lembar saham.
Masa penawaran umum berlangsung pada 2-8 Juli 2024 di mana bertindak sebagai penjamin pelaksana emisi efek adalah Lotus Andalan Sekuritas.
Jumlah saham yang ditawarkan melalui IPO sebanyak 700 juta saham. Adapun jumlah saham LABS yang dipesan melalui IPO mencapai 26,83 miliar saham atau terjadi kelebihan permintaan (oversubscribed) 38,34 kali, berdasarkan data pada situs web BEI.
Jumlah pemegang saham melalui IPO mencapai 31.258 pihak, sedangkan founders terdapat 5 pihak.
Lam Kong
Pemegang saham UBC Medical Indonesia (LABS) sebelum IPO terdiri dari PT Optel Investama Mulia 87,98% saham, PT Inodia 0,02% saham, Budi Hariadi 4% saham, Silvia 4% saham, dan David Tandris 4% saham.
Adapun salah satu pemegang saham Optel Investama Mulia adalah Active Rich Investment Limited sebanyak 5% saham.
100% saham Active Rich Investment dikuasai Hope Fortune Investment Ltd. Yang mana, pemegang 100% saham Hope Fortune Investment Ltd bernama Lam Kong.
Dalam prospektus IPO UBC Medical (LABS) memang tak dirinci siapa Lam Kong. Tapi dalam catatan Forbes terdapat nama Lam Kong.
Ia memimpin China Medical System yang terdaftar di Hong Kong, yang mendistribusikan obat-obatan ke ribuan rumah sakit di seluruh negeri tersebut, berdasarkan Forbes. Kekayaan bersihnya per 9 Juli 2024 mencapai US$ 1,5 miliar.
Apakah sosok tersebut yang ada di balik Active Rich Investement? Belum dapat dipastikan.
Adapun bertindak sebagai pengendali UBC Medical Indonesia (LABS) adalah Nathan Tirtana yang juga menjabat sebagai komisaris utama perseroan. Dia juga merupakan direktur utama PT Etana Biotechnologies Indonesia.
Editor: Theresa Sandra Desfika (theresa.sandra@investor.id)
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
Baca Berita Lainnya di Google News
#berita-terkini #berita-hari-ini #ubc-medical-indonesia #labs #ipo #emiten-baru #berita-ekonomi-terkini