Disekap dan Disiksa Berbulan-bulan di Kafe Duren Sawit, Korban Trauma Berat

Disekap dan Disiksa Berbulan-bulan di Kafe Duren Sawit, Korban Trauma Berat

Korban penyekapan di Duren Sawit, Jakarta Timur, masih mengalami trauma berat setelah disekap dan disiksa selama berbulan-bulan. Halaman all

(Kompas.com) 10/07/24 17:15 10322661

JAKARTA, KOMPAS.com - Keluarga MRR (23), korban penyekapan dan penyiksaan di sebuah kafe di Duren Sawit, Jakarta Timur, mengungkapkan kondisi mental korban.

Menurut paman korban, Yusman, MRR saat ini masih mengalami trauma berat setelah disekap dan disiksa selama berbulan-bulan.

"Kondisi korban saat ini masih sangat trauma. Jadi melihat keramaian dia takut, melihat mobil yang warna dan jenis yang sama dengan milik pelaku itu dia takut juga," kata Yusman ketika dihubungi Kompas.com, Selasa (9/72024).

"Jadi, sekarang ini, hasil dari pemeriksaan dokter saraf dan rekomendasi dari dokter kejiwaan, ini membutuhkan waktu panjang untuk membuat traumanya ini hilang. Dan kemungkinan besar, di masa tuanya ada sedikit masalah," ujar dia.

Yusman mengatakan, keponakannya mengalami sejumlah perubahan perilaku yang tidak pernah ia lihat sebelumnya.

"Si adik ini sekarang ada masalah dengan perubahan perilaku karena efek dipukul tabung gas itu, dan dipukul dengan benda-benda yang keras seperti tong sampah, atau apa lah," ucap Yusman.

"Efeknya itu sekarang jadi sering blank. Kalau jalan sering lupa dia, tujuannya ke mana dia jalannya ke mana. Dan setiap bangun tidur katanya perasaan dia enggak napak kakinya. Itu yang berulang-ulang efek dari pemukulan itu," imbuh dia.

Selain itu, MRR juga sering mengalami pusing, tidur yang lama, dan emosi yang naik turun.

"Ini baru kali ini saya melihat korban seperti ini. Dia kan emosi tiba-tiba redam sendiri lalu menangis. Nah ini efeknya, mungkin itu dari perilaku-perilaku yang diberlakukan oleh mereka kepada adik kita ini," ujar Yusman.

"Tapi ini jelas sekali perubahan fisik dan mentalnya, semua kena," imbuh dia.

Penyekapan dan penganiayaan terhadap MRR terjadi kurang lebih tiga bulan, mulai 19 Februari hingga 30 Mei 2024.

"Puncaknya itu dari bulan Februari sampai akhir bulan Mei, tanggal 1 Juni dia sudah pulang ke rumah, dalam arti kabur ya. Jadi selama tiga bulan itu," kata Yusman.

Penyekapan tersebut diduga dipicu tindakan wanprestasi dalam hal kerja sama jual beli mobil antara MRR dan pelaku penganiayaan berinisial HRA.

Penganiyaan terhadap keponakannya tersebut diduga dilakukan oleh 30 orang anggota dari kelompok jual beli mobil tersebut.

"Intinya ini semua tadinya teman-temannya. Mereka saling kenal. Cuma kalau ada kesalahan, mereka langsung sistem plonco istilahnya. Plonconya ini tapi keterusan," ucap dia.

Selain disekap, MRR juga disiksa, antara lain dipukul, disabet, hingga disundut rokok.

#penyekapan-pria-di-duren-sawit #pria-disekap-di-duren-sawit

https://megapolitan.kompas.com/read/2024/07/10/17153781/disekap-dan-disiksa-berbulan-bulan-di-kafe-duren-sawit-korban-trauma